Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Pilu, Jalan Rusak Parah Ibu di Pedalaman Mamuju Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan

Pilu, Jalan Rusak Parah Ibu di Pedalaman Mamuju Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Kisah pilu kembali datang dari pedalaman Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang ibu terpaksa melahirkan di pinggir jalan setelah kendaraan yang membawanya tak mampu melewati medan ekstrem menuju fasilitas kesehatan.

Peristiwa itu dialami Ratna Najib, warga Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, pada Selasa (24/3/2026).

Saat itu, Ratna mengalami kontraksi hebat. Keluarga berusaha membawanya ke Puskesmas Tapalang yang berjarak sekitar 21 kilometer dari desanya, menggunakan mobil hard top.

Namun perjalanan yang seharusnya menjadi penyelamat berubah menjadi perjuangan. Jalan rusak, berlubang, dan dipenuhi tanjakan terjal membuat kendaraan tak mampu melaju.

Di tengah kondisi itu, Ratna harus menahan nyeri persalinan di dalam kendaraan yang terus berguncang.

“Hati saya teriris melihat kondisi itu. Orang hamil yang kontraksi hebat tidak bisa duduk tenang, apalagi berbaring karena guncangan jalan,” kata Wasti, Rabu (25/3/2026).

Perjalanan akhirnya terhenti. Rasa sakit yang semakin kuat memaksa Ratna melahirkan di pinggir jalan, di atas tanah berbatu, dengan peralatan seadanya.

Proses persalinan berlangsung di ruang terbuka, hanya berbekal bantuan warga dan kerabat. Mereka menggunakan payung dan sarung sebagai penutup darurat.

Tanpa fasilitas medis yang memadai, momen kelahiran itu berlangsung penuh risiko. Meski demikian, Ratna dan bayinya dilaporkan selamat.

Kisah ini memantik keprihatinan warga setempat. Wasti menyebut kondisi infrastruktur di wilayah mereka sudah lama menjadi persoalan, dan kerap menyulitkan warga dalam situasi darurat.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Mamuju dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki akses jalan menuju Desa Kopeang.

Bagi mereka, jalan yang layak bukan sekadar kebutuhan pembangunan, tetapi menyangkut keselamatan dan hak dasar untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Mau sampai kapan kami bertahan dengan kondisi jalan seperti ini? Setiap orang sakit harus menderita berkali-kali lipat hanya karena akses yang buruk,” pungkasnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Karama

    Kantor Desa Karama Disegel Warga, Massa Tuding Kades Selewengkan Dana Desa

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 311
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kantor Desa Karama, di Dusun Pangalloan, Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Disegel sejumlah massa pengunjuk rasa, pada, Senin, (15/7/2024) pagi. Massa yang mengatasnamakan aliansi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Karama dan Masyarakat Desa, melakukan orasi dan membentangkan sejumlah spanduk tuntutan di Halaman Kantor, sekitar Pukul 9.00 WITA, pagi tadi. […]

  • Penipuan ASN Sulbar

    Kasus Penipuan Proyek Fiktif ASN Sulbar Masuk Tahap Penuntutan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 251
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus dugaan penipuan yang melibatkan oknum ASN Pemprov Sulbar berinisial IRM kini memasuki tahap penuntutan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Mamuju, Selasa (14/4/2026). Dengan status tersebut, penyidik Satreskrim Polresta Mamuju telah menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada jaksa penuntut umum. Kasi Humas Polresta Mamuju, Herman Basir, menyatakan proses […]

  • GMNI Mamuju Tengah

    GMNI Mamuju Tengah Soroti Kesejahteraan Buruh dan Petani di May Day 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MATENG, Mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju Tengah memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan unjuk rasa di yang berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, Topoyo, pada, Jumat (1/5/2026). Dalam aksinya, GMNI Mamuju Tengah menyoroti kesejahteraan buruh dan petani yang dinilai masih berada dalam kelompok rentan menghadapi persoalan mendasar, mulai dari rendahnya […]

  • Wali Kota Bontang dan Rombongan Ikuti Jamuan Gala Dinner Muskomwil V APEKSI

    Wali Kota Bontang dan Rombongan Ikuti Jamuan Gala Dinner Muskomwil V APEKSI

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Mekora.id – Suasana penuh keakraban menyelimuti acara Gala Dinner Musyawarah Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Palangkaraya, Jumat (26/9/2025) malam. Rombongan Pemerintah Kota Bontang yang dipimpin Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Ketua Dekranasda Kota Bontang, Nur Kalbi Agus Haris, disambut langsung […]

  • NTP Sulbar

    NTP Sulbar November 2025 Anjlok 2,8 Persen, Picu Daya Beli Petani Tertekan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 287
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Barat (Sulbar) turun signifikan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP Sulbar melemah dari 130,63 menjadi 126,96, atau turun 2,80 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini menjadi sinyal kuat melemahnya daya beli petani di tengah tekanan harga komoditas pertanian. BPS menyebut, pelemahan NTP disebabkan oleh […]

  • Vendetta di DPRD Mamuju

    Pelayanan Administrasi DPRD Mamuju Dikeluhkan Buruk, Vendetta Desak Sekwan Dicopot

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Vendetta mengkritik pelayanan administrasi di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Mamuju yang dinilai buruk. Pasalnya, agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang dijadwalkan pada Selasa, (11/02/2025) kemarin, bertabrakan dengan jadwal Musrembang kecamatan. Hal itu kata Ketua Gerakan Vendetta, Amrozi, berakibat […]

expand_less