Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Tunda Eksekusi Retail Ilegal, GMNI Polman Siap Galang Donasi Jika Satpol PP Kekurangan Dana

Tunda Eksekusi Retail Ilegal, GMNI Polman Siap Galang Donasi Jika Satpol PP Kekurangan Dana

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POLMAN, Mekora.id – Penundaan penertiban toko retail modern ilegal di Polewali Mandar (Polman), yang baru-baru ini disampaikan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), dikritik oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Ketua DPC GMNI Polman, Andi Baraq, mengatakan penundaan penertiban itu menunjukkan lemahnya penegakan Hukum dan Peraturan Daerah di wilayah itu. Padahal kata Baraq, Instruksi penertiban itu dikeluarkan langsung oleh Bupati.

“Padahal surat permintaan penghentian dan penutupan sudah dikeluarkan, namun Satpol PP Polman justru berdalih terkendala operasional. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar,  apakah penegakan Perda dan Perbup di Polman benar-benar menjadi prioritas atau justru ada kepentingan lain yang menghambatnya? ,” Kata Baraq, Jumat, (4/4/2025).

Selain itu, Ketua GMNI Polman, menyayangkan Kasatpol PP yang hanya mengeluhkan biaya operasional. Baraq menilai instruksi Bupati diabaikan dengan alasan yang mengada-ada.

“Jika regulasi sudah jelas dan perintah sudah dikeluarkan, maka tidak ada alasan lagi untuk menunda eksekusi. Dalih kekurangan anggaran justru memperlihatkan ketidaksiapan dan lemahnya komitmen dalam menjalankan tugas utama padahal mereka telah digaji,” tegas Baraq.

Atas kinerja buruknya, GMNI Polewali Mandar (Polman) mengaku siap mengumpulkan “donasi koin receh” untuk operasional Satpol PP agar menjalankan perintah Bupati untuk menertibkan retail modern yang tertunda.

“Sebagai bentuk kekecewaan atas kinerja buruk Satpol PP, GMNI Polman siap menggalang aksi open donasi “uang koin atau receh” untuk membantu biaya operasional mereka. Aksi ini adalah bentuk sindiran tajam bahwa masyarakat, terutama mahasiswa, melihat ketidak tegasan dan lambannya penegakan hukum di daerah ini,” ungkap Baraq.

GMNI Polman juga menantang transparansi pemerintah daerah dalam penggunaan anggaran untuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Apakah benar ada keterbatasan dana, atau justru ada faktor lain yang membuat Satpol PP ragu bertindak? Jangan sampai alasan operasional ini hanya menjadi dalih untuk membiarkan pelanggaran terus terjadi,” tutup Baraq.

Sebelumnya, GMNI Polewali Mandar juga telah menggelar unjuk rasa menuntut Kepala SatPol PP dicopot pada 5 Maret 2025 lalu. Hal itu ditengarai lambannya kinerja terhadap toko retail modern yang menjamur tanpa izin.

“Seharusnya, sebagai aparat penegak Perda, mereka bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya tanpa alasan anggaran,” tambah Bung Baraq.

GMNI menilai pertumbuhan retail modern yang tidak mengantongi izin di Polewali Mandar (Polman) telah mengkhawatirkan dan akan berdampak hingga menggusur keberadaan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Jika tidak terkontrol maka para UMKM tinggal menunggu waktu tergusur,” pungkas Baraq.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Bawaslu Sulbar, Nasrul Muhayyang.

    Ketua Bawaslu Sulbar Kebingungan Jawab Pertanyaan Wartawan

    • calendar_month Senin, 4 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 188
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua Bawaslu Sulawesi Barat, Nasrul Muhayyang, nampak kebingungan saat menjawab pertanyaan wartawan. Tentang jumlah pengawas TPS di seluruh Sulawesi Barat. Hal tersebut terjadi saat sejumlah wartawan melakukan doorstop setelah apel siaga pengawasan kampanye Pemilu 2024, yang dihadiri ratusan anggota Bawaslu se-Sulawesi Barat. Di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju. Senin (4/12/2023). Ketua Bawaslu Sulbar, […]

  • Uang palsu di Mamuju

    Penjual Gorengan di Mamuju jadi Korban Peredaran Uang Palsu

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 247
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang pedagang gorengan di Jalan Husni Thamrin, Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), ikut menjadi salah satu korban transaksi uang palsu. Peristiwa itu dialami oleh Asrawati (24), pada Minggu, 15 Desember 2024 lalu. Asrawati menceritakan, kejadian itu bermula ketika ia sedang menjajakan gorengan di depan kiosnya. Di Siang bolong sekitar pukul 13.00 WITA, […]

  • Pimpinan DPRD Sulbar Hadiri Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama KAHMI di Mamuju

    Pimpinan DPRD Sulbar Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama KAHMI di Mamuju

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), St. Suraidah Suhardi, menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulbar, yang digelar di Mamuju pada Selasa (25/3/2025) petang. Acara ini turut dihadiri Plh Sekprov Sulbar, Herdin Ismail, yang mewakili Gubernur Sulbar, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat […]

  • Pupuk Subsidi (Ilustrasi)

    Misteri Pupuk Subsidi Langka di Mamuju, Mafia atau Masalah Distribusi?  

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 288
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Setelah Petani, kini kelompok tani di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk bersubsidi. Sulitnya mendapat pupuk subsidi itu diakui telah dirasakan sejak dua (2) tahun belakangan ini, padahal mereka merupakan anggota kelompok tani yang terdaftar dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). “Petani yang sudah terdaftar di RDKK sulit […]

  • Partispasi Pilkada 2024 disorot HMI Manakarra dan IP2MLR

    Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Menurun, Mahasiswa Soroti Money Politik yang Mengakar

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 161
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Barat, berlangsung relatif aman dan lancar. Namun rendahnya partisipasi pemilih Pilkada kali ini jadi sorotan, yang lebih rendah dibandingkan tahun 2020. Partisipasi pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamuju tahun 2024 ini diperkirakan hanya mencapai angka 75 persen, itu […]

  • tenaga kerja Sulbar

    Jumlah Kecelakaan Kerja di Sulbar Terendah Nasional Sepanjang 2023

    • calendar_month Minggu, 4 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sulawesi Barat (Sulbar) jadi provinsi dengan angka kecelakaan kerja terkecil secara nasional. Angka tersebut sesuai dengan data Kemen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang didapatkan dari data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023. Kemenaker mencatat, sepanjang tahun 2023 total 347.855 kasus kecelakaan kerja dengan kategori pekerja Penerima Upah (PU). Sementara ada 19.921 kasus kecelakaan kerja yang […]

expand_less