Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Warga Ambil Alih Pengoperasian Ekskavtor Dari Pemprov Sulbar Untuk Perbaiki Jalan Longsor di Kalumpang

Warga Ambil Alih Pengoperasian Ekskavtor Dari Pemprov Sulbar Untuk Perbaiki Jalan Longsor di Kalumpang

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah mengirimkan satu unit alat berat jenis Ekskavator untuk membenahi jalan yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di tiga desa di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju.

Namun, warga lokal kini secara sukarela mengambil alih pengoperasian alat berat tersebut setelah dianggap tidak maksimal oleh operator sebelumnya. Pasalnya selama tiga hari terakhir, ekskavator dari Pemprov tidak aktif, itu memunculkan kekhawatiran bahwa bantuan ini akan sia-sia.

“Melalui koordinasi semua pimpinan desa, bantuan eskavator akan kembali difokuskan pada titik longsor dan dioperasikan oleh warga setempat,” kata Yeyen Samuel, warga Desa Salumakki, pada Jumat, (27/12/2024).

Kerusakan jalan di Kecamatan Kalumpang meliputi Desa Siraun, Salumakki, dan Lasa menjadi kendala utama bagi mobilitas warga dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Warga setempat memperlihatkan semangat solidaritas dengan bergotong-royong membantu perbaikan jalan, termasuk di antaranya perantau yang rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk membuka kembali akses jalan.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami agar akses jalan yang tertutup longsor segera pulih dan memudahkan mobilitas,” pungkas Yeyen Samuel.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bidang Jalan dan Jembatan, Pandi, menanggapi laporan tersebut dengan menjelaskan bahwa medan menuju titik longsor sangat sulit.

“Akses menuju titik longsor cukup parah karena hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Untuk menyelesaikan jalan hingga titik longsor, kemungkinan akan memakan waktu hingga satu bulan, terutama karena ada batu besar yang membutuhkan alat berat tambahan,” kata Pandi.

Ia menegaskan bahwa tantangan ini bukan soal kemampuan operator, melainkan kompleksitas medan. Pandi juga berkomitmen untuk meninjau langsung lokasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Saya akan berangkat hari ini untuk meninjau lokasi longsor,” tutupnya.

Sebelumnya, banjir dan longsor menghantam Kalumpang dan sekitarnya pada Kamis, (19/12/2024) lalu. Akibat peristiwa itu, jalan utama menuju ke Desa Salumakki, Desa Siraun, dan Desa Lasa terputus.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Banggar DPRD Sulbar

    Banggar DPRD Sulbar Bahas Dana Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 127
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulawesi Barat, itu dilakukan untuk membahas rencana kebutuhan anggaran pengamanan Pilkada 2024. Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi bersama Kepala BPKPD Sulbar, H. Masriadi Nadi Atjo, yang juga dihadiri Anggota Banggar DPRD […]

  • YKPM

    Hadapi Pemilu, YKPM Bekali Perempuan di Kalepu Pendidikan Politik

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 113
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Yayasan Kajian dan Pemberdayan Masyarakat (YKPM) memberikan pendidikan politik untuk kelompok perempuan di Desa Kalepu, Kabupaten Mamuju, Jumat (20/10/2023). Direktur YKPM, Mulyadi Prayitno, mengatakan pendidikan politik ini diberikan agar kelompok perempuan tidak menjadi objek menjelang tahun politik. “Pendidikan Politik penting kami lakukan apalagi kita memasuki tahun Politik dimana para anggota Sekolah perempuan […]

  • Rakerwil PPNI Sulbar

    Rakerwil PPNI, Kadinkes Sulbar Tegaskan Perawat Ujung Tombak Layanan Kesehatan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 194
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menegaskan pentingnya peran perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dalam pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan melalui kehadiran Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Sulbar pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Sulbar. Rakerwil PPNI Sulbar digelar di […]

  • Pemagangan Sulbar

    Program Pemagangan Sulbar 2024 Berakhir, Cetak Ratusan Tenaga Kerja Muda

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 179 peserta pemagangan tahun 2024 dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi selesai dan ditutup. Pemagangan itu dilakukan selama magang 5 bulan pada sejumlah perusahaan. Acara ini berlangsung di Matos Mamuju, Kamis, (10/10/2024). Kepal Disnaker Sulbar, Andi Farid Amri, mengungkapkan program pemagangan Sulbar tahun 2024 ini melibatkan 27 […]

  • Jadwal Imsak dan Buka puasa Mamuju 2024

    Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kabupaten Mamuju 1445 H/2024 M

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 234
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Imsakiyah atau yang disingkat imsak menjadi hal wajib bagi umat muslim di setiap bulan puasa, tak terkecuali jadwal buka puasa. Untuk itu kami memberikan informasi terkait jadwal Imsakiyah dan buka puasa 1445 H/2024 M untuk wilayah kabupaten Mamuju dan sekitarnya. Berikut Jadwal Imsakiyah dan buka puasa 1445 H/2024 M, untuk wilayah Kabupaten […]

  • Bawang merah Polman

    43 Hektare Bawang Merah di Polman Diserang Hama Ulat Grayak, Petani Rugi Miliaran

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 115
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Serangan hama ulat grayak (Spodoptera) melanda sedikitnya 43 hektare lahan bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Intensitas serangan yang mencapai 40 persen membuat sebagian petani terancam gagal panen. Di sejumlah lokasi seperti Desa Suruang, Kecamatan Campalagian, serta wilayah Kecamatan Balanipa, tanaman bawang merah yang seharusnya memasuki masa panen pada […]

expand_less