Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Soal Tapal Batas Kampung Sidrap, Wali Kota Bontang Sebut Ini Demi Pelayanan Publik

Soal Tapal Batas Kampung Sidrap, Wali Kota Bontang Sebut Ini Demi Pelayanan Publik

  • account_circle zul
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mekora.id – Mediasi polemik tapal batas wilayah Kampung Sidrap antara Bontang dan Kutai Timur (Kutim) kembali tidak menemui titik terang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa permohonan tersebut agar wilayah seluas 164 hektare yang meliputi 7 RT dapat kembali masuk ke wilayah Kota Bontang semata-mata demi kepentingan pelayanan publik.

“Kami tidak sedang bicara soal menang atau kalah, ini murni untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Semua sudah mereka nikmati dari Bontang sejak awal,” tegas Wali Kota saat ditemui usai pertemuan dengan Gubernur dan masyarakat Senin (11/8/2028).

Permohonan ini mencuat pasca Perda Nomor 5 Tahun 2005 lantaran sejumlah warga yang kini secara administratif masuk Kutai Timur, namun masih menggunakan layanan publik dari Kota Bontang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

“Kalau mereka ber KTP Bontang, Ya wajar. Karena dari awal mereka memang bagian dari Bontang. Masjidnya di Bontang, anak-anak sekolahnya juga di sini, rumah sakit juga ke sini. Ini masalah kemanusiaan dan pelayanan,” tegasnya.

Menurutnya, keputusan harus berbasis data geospasial. Namun, secara de facto, wilayah 7 RT tersebut memang lebih dekat dengan Bontang, tapi secara de jure, wilayah itu telah dimasukkan dalam Kutai Timur akibat perubahan batas wilayah tahun 2005.

“Kalau memang nanti tidak ada titik temu, kita serahkan saja ke Mahkamah Konstitusi (MK). Biarlah keputusan tertinggi negara yang menentukan. Tapi kami berharap masyarakat tidak dikorbankan hanya karena batas wilayah,” tambahnya.

Pihak Bontang juga menyayangkan karena dalam proses pembahasan, suara dari perwakilan warga yang benar-benar tinggal di 7 RT itu dinilai belum cukup diakomodasi. Bahkan, sebagian yang hadir justru berasal dari wilayah lain seperti Dusun Martadinata, Teluk Pandan ataupun Kandolo, yang bukan menjadi objek permohonan Bontang.

“Yang kami minta hanya 7 RT, bukan keseluruhan Martadinata. Kami tidak bicara dusun-dusun lain. Kami bicara tentang RT 19 sampai 25, yang secara nyata sangat dekat dengan fasilitas Kota Bontang,” tegasnya lagi

Lebih jauh, Ia menegaskan hal ini bukan perkara menang atau kalah antar daerah.

“Ini bukan soal ego wilayah. Ini soal bagaimana kita memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat. Apa artinya 164 hektare dibanding luas Kutai Timur yang lebih dari 3 juta hektare Ini murni demi rakyat,” pungkasnya.

Saat ditanya soal langkah jika MK memutuskan wilayah itu tetap masuk Kutai Timur, Wali Kota menyatakan akan tetap mencari jalan terbaik agar warga tetap bisa mengakses layanan publik secara layak.

“Karena kalau kita menggunakan data APBD itu tidak mungkin,” pungkasnya.

  • Penulis: zul

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT Kadis di Mamuju

    Fakta OTT Kadis dan Kontraktor di Mamuju, Keduanya Terjaring Dugaan Suap di Rumah Kabid

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 26
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – OTT (Operasi tangkap tangan) yang menjerat Kepala Dinas (Kadis) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), memunculkan sejumlah fakta. Subdit III Tipikor Direktorat Krimsus Polda Sulbar mengamankan uang lebih dari Rp 50 juta dugaan suap fee proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023, bersama seorang kontraktor warga disipil. Berdasarkan keterangan Kasubdit III Tipikot […]

  • Peringatan World Cleanup Day 2025, Pemkot Bontang Mantapkan Komitmen Kota Bersih

    Peringatan World Cleanup Day 2025, Pemkot Bontang Mantapkan Komitmen Kota Bersih

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Bunda Neni), memimpin puncak peringatan World Cleanup Day (WCD) tingkat Kota Bontang Tahun 2025 yang berlangsung di halaman parkir Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Selasa (23/9/2025). Acara ini dihadiri Sekda Aji Erlynawati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sony Suwito Adicahyono, Kepala OPD, camat, lurah, serta perwakilan perusahaan. Sebagai pembicara utama, […]

  • Panja DPRD Sulbar

    Panja DPRD Sulbar Bahas Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 23
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Tim Panitia Kerja (Panja) DPRD Sulawesi Barat melangsungkan Rapat Kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai Pengelolaan Barang Milik Daerah. Rapat ini dihadiri oleh Ketua Panja Syahrir Hamdani didampingi Anggota Panja Ebsan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang berlangsung di ruang Paripurna DPRD Sulawesi Barat. Jumat, (26/7/2024). Dalam rapat tersebut, Tim […]

  • Pj Gubernur ke Air terjun Tamasapi Mamuju

    Kunjungi Air Terjun Tamasapi, Pj Gubernur Sulbar : Destinasi Wisata Harus Diperhatikan

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 29
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kabupaten Mamuju terkenal dengan keindahan alamnya, termasuk destinasi wisata yang tak kalah menawan dibandingkan daerah lain. Salah satu wisata unggulannya adalah Air Terjun Tamasapi, yang terletak di dekat pusat kota Mamuju. Pada Selasa sore, (16/7/2024) Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin, mengunjungi lokasi air terjun tersebut untuk melihat langsung keindahannya. […]

  • DPP GMNI

    GMNI Keluarkan 5 Tuntutan Pasca Jakarta Berdarah, Desak DPR dan Polri Bertanggung Jawab

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang terlindas mobil taktis Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025), memicu gelombang kemarahan publik. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyatakan akan turun ke jalan hari ini, Jumat (29/8/2025), menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI. Ketua Umum DPP GMNI, Muhammad Risyad […]

  • Hatta Kainang Apresiasi Pj Gubernur

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulbar Hatta Kainang Sambut Baik Rencana Pj Gubernur Tambah Akses Penerbangan

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 27
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Rencana Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, untuk membuka konektivitas perhubungan udara, disambut baik oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Hatta Kainang. Hal itu disampaikan Hatta Kainang, saat melakukan penjemputan kedatangan Pj Gubernur di Bandara Tampa Padang, Mamuju. Selasa, (19/5/2024). Menurut Hatta Kainang, rencana yang dicanangkan oleh Pj Gubernur merupakan […]

expand_less