Rumah Warga di Sangkurio Kali Mamuju Amblas Akibat Banjir Selasa Lalu
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rumah milik Abdullah P (74)di Sangkurio Kali Mamuju amblas akibat banjir.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Rumah satu warga di Lingkungan Sangkurio, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, terpaksa ditinggali dengan rasa was-was akibat pondasi yang jebol saat banjir menghantam wilayah Mamuju dan sekitarnya, pada, Selasa, 13 Agustus 2024 sore.
Menurut Abdullah P (74), hujan lebat pada Selasa sore itu seketika membuat anak sungai di dekat rumahnya tiba-tiba meluapkan air yang dahsyat. Akibatnya, air mengikis dasar pondasi rumahnya dan menyebabkan pondasi roboh dan sebagian besar lantai depan rumahnya ambruk.
Padahal sejak tahun 2008 ia dan keluarganya menetap di Sangkurio, Abdullah menyebut luapan anak sungai di dekat rumahnya itu belum pernah meluap sedahsyat itu.
“Hujan itu sekitar jam 4 sampai jam 6 sore, tiba-tiba (aliran air deras). Saya langsung lari ke belakang, ternyata setelah cek ke depan pondasi sudah jatuh,” kata Abdullah, Kamis, (15/8/2024) sore saat ditemui di rumahnya.
Abdullah mengaku, sebagian jualan miliknya ikut hanyut akibat peristiwa itu. Pria lanjut usia itu memperkirakan kerugian yang dideritanya akibat peristiwa itu berkisar Rp 50 juta.
“Alat dapur, jualan, kompor hanyut,” lanjut Abdullah.
Ditengah kondisi itu, Abdullah mengatakan sejak peristiwa itu ia dan keluarga besarnya seringkali merasa was-was ketika langit mulai gelap. Pasalnya jika banjir serupa terjadi lagi dia takut kamar dan ruang tamunya ikut ambruk.
“Kalau langit kelihatan gelap kami biasa lari ke belakang untuk cari aman, kendaraan juga diparkir di luar rumah biar aman,” ungkapnya.
Hingga kini, Abdullah mengaku masih kebingungan untuk melakukan perbaikan rumahnya sebab estimasi biaya dan biaya angkut material tak murah.
Meski begitu, dia mengaku telah ada petugas dari TAGANA yang mengecek hingga memotret rumahnya yang jebol itu. Namun Abdullah menyebut tidak ingin berharap banyak.
“Biaya angkut pasir dan batu ini juga mahal, kemarin sudah ada dari TAGANA datang lihat. Namun kalau ada bantuan syukur, tapi kalau tidak ada ya tidak bisa apa-apa juga,” tutup Abdullah.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News