Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Rakyat Dituding Hambat Investasi di Sulbar, FPPI: Jangan Miskin Ide, Investasi Bukan Hanya Tambang

Rakyat Dituding Hambat Investasi di Sulbar, FPPI: Jangan Miskin Ide, Investasi Bukan Hanya Tambang

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Pernyataan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, yang baru-baru ini menyebut lesunya investasi dikarenakan penolakan masyarakat, disoroti oleh Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Mamuju. FPPI menilai investasi tidak hanya terbatas pada sektor tambang, tetapi juga harus mencakup sektor lain yang lebih berkelanjutan di Sulbar.

Ketua FPPI Pimkot Mamuju, Muh. Irfan, menyatakan meski Sulawesi Barat kaya dengan kekayaan alam, namun perlu pengelolaan yang lebih teliti dan tidak berdampak pada masyarakat lokal. Hal itu karena penolakan tambang yang akhir-akhir ini mencuat berada di sekitar pemukiman warga.

Irfan menyebut, investasi yang tidak cermat dan ketidak becusan perusahaan tambang dalam mengelola investasi telah menimbulkan konflik di Masyarakat. Dia menyebut keberadaan perusahaan tambang di sepanjang pesisir Sulawesi Barat (Sulbar) sangat rentan bersinggungan dengan masyarakat dikarenakan hampir semua potensi dihuni.

“Dari sekian rentetan masalah atau penolakan investasi yang dilakukan oleh Masyarakat semestinya ini menjadi pelajaran baik itu Pemerintah maupun pengusaha sebaiknya terlebih dahulu memperhatikan sejumlah hal. Terutama menjamin dan melindungi masyarakat lokal dari ketimpangan investasi dan ketidakadilan lingkungan,” kata Irfan.

Irfan mengatakan, pemerintah mestinya lebih cermat dalam mengeluarkan ijin tambang dan melihat akar masalah penolakan warga terhadap keberadaan tambang. Ia mencontohkan, penolakan di Kalukku, Sampaga, hingga Karossa dikarenakan pihak perusahaan menambang di sekitar pemukiman. Dimana kata Irfan, Sungai-sungai di wilayah itu mengalami erosi dan menghilangkan kebun hingga rumah warga yang bermukim disana.

Ia menyebut, penolakan warga terhadap aktivitas tambang itu dikarenakan pemerintah daerah tidak membuka ruang bagi masyarakat sekitar. Ia menyebut keberpihakan pemerintah pada investasi telah membuka ruang ketakutan dan momok bagi warga pesisir.

“Setidaknya Pemerintah memperhatikan beberapa hal dalam proses pembuatan rekomendasi Wilayah Izin Usaha Pertambangan, apakah masyarakat terdampak telah dilibatkan dalam proses pembuatan rekomendasi izin WIUP, Kami rasa jika hal-hal mendasar seperti itu belum diselesaikan, jangan pernah berharap banyak tentang kesejahteraan yang kerap disebut-sebut bakal berdampak langsung kepada masyarakat lokal,” lanjut Irfan.

Irfan menuding, pemerintah hanya asyik membuat narasi investasi untuk menguntungkan kelompok tertentu. Sementara kesejahteraan masyarakat terkait masuknya investasi di korbankan. Ia menegaskan, jika pemerintah ingin mensejahterakan rakyatnya jangan hanya senang berkoar-koar investasi. Tetapi perlu membuka peta jalan investasi sehingga masyarakat disekitar dapat merasakan dampaknya.

“Dalam investasi semestinya pemerintah membuatkan peta jalan investasi bukan hanya narasi yang diperkuat, jangan hanya seakan memberikan jalan tol untuk investor tetapi masyarakatnya tidak diprioritaskan. Tetapi jika hal yang sedemikian saja tidak ada, maka jangan pernah bermimpi masyarakat kelas ekonomi ke bawa sejahtera,” jelas Irfan.

FPPI menegaskan, investasi dan kesejahterakan rakyat bukan hanya datang dari pertambangan, tetapi banyak peluang lain yang mesti di manfaatkan. Ia menyebut, pemerintah dengan sejumlah fasilitas harusnya tidak miskin ide untuk membangun daerah.

“Kita ini jangan miskin ide, investasi itu luas dan bukan hanya di sektor pertambangan. Di sektor pangan dan kelautan kita memiliki daerah pegunungan dan pesisir sepanjang Sulawesi Barat. Jika ini dikelola dengan baik maka akan menghasilkan kesejahteraan yang langsung ke masyarakat tanpa merusak lingkungan,” ungkapnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toilet bersih Sulbar

    Ini 36 Sekolah yang Punya Toilet Terbersih di Sulbar Januari 2024

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 252
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Program toilet bersih untuk fasilitas umum yang dicanangkan Pemprov Sulbar sejak awal tahun 2024 kini telah memasuki pengumuman pemenang untuk edisi Januari 2024. Program yang diinisiasi Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh itu mengumumkan sejumlah pemenang dari enam kabupaten di Sulawesi Barat tingkat sekolah. Tim Satgas Program Toilet Bersih melakukan penilaian […]

  • Medali Mamuju Run

    3.500 Pelari Siap Meriahkan “Mamuju Run 2025”, Hotel-Hotel Penuh Dipesan Peserta

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 187
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Event “Mamuju Run 2025” yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 9 November 2025, bakal menjadi salah satu ajang lari terbesar di Sulawesi Barat. Sedikitnya 3.500 pelari dari berbagai daerah dipastikan ikut ambil bagian. Menurut panitia pelaksana, Rafiulnur Arsa, antusiasme peserta sudah terlihat sejak awal pendaftaran. Dari website resmi, tercatat hampir 3.000 peserta telah […]

  • Bahtiar dan Dani Pomanto

    Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Bujuk Kota Makassar Jadi Sister City Untuk Mamuju

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 277
    • 3Komentar

    MAKASSAR, mekora.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin sedang membujuk Kota Makassar untuk menjadi sister city dengan  ibu kota Sulbar, Mamuju. Hal itu ia utarakan langsung saat berjumpa dengan Walikota Makassar, Danny Pomanto, dalam sebuah acara di Kota Makassar, Kamis (23/5/2024) malam. Pj Bahtiar menyebut, Sulawesi Barat sebagai wilayah baru perlu membuka akses, […]

  • KPID Sulbar

    Tak Dianggarkan di APBD Perubahan, Seleksi Lanjutan KPID Sulbar 2025 Ditiadakan, Peserta : Kami di Prank

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 224
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Lanjutan tahapan seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2025 terpaksa ditiadakan. Penundaan terjadi lantaran usulan anggaran pada APBD Perubahan belum disetujui Pemerintah Provinsi Sulbar. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Munandar Wijaya, saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Ia menyebut anggaran untuk seleksi lanjutan komisioner KPID Sulbar baru tersedia di […]

  • OTT Kadis di Mamuju

    Fakta Dibalik OTT Kadis PMD Mamuju Jalaluddin Duka

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 289
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Mamuju, Jalaluddin Duka, oleh Subdit III Tipidkor Dirkrimsus Polda Sulbar pada Rabu 3 Januari 2023, memunculkan sejumlah fakta. 1. Transaksi dugaan suap fee proyek di rumahnya Transaksi dugaan suap fee proyek dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 di Dinas Pendidikan, […]

  • Mayat pelajar di Topore

    Penemuan Mayat Seorang Pelajar di Pinggir Jalan, Hebohkan Warga Topore Mamuju

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang pemuda ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan pintas Topore – Toabo Dusun Pamalaliang, Desa Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, membuat geger warga sekitar. Korban ditemukan bersimbah darah sekitar Pukul 18.30 WITA, pada, Kamis (9/5/2024) sore. Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur mengatakan, awalnya warga mengira jasad tersebut merupakan korban kecelakaan lalu […]

expand_less