Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LIFESTYLE » Kesehatan » GMNI Kritik Implementasi UHC: Tinggi di Data, Lemah di Pelayanan Nyata

GMNI Kritik Implementasi UHC: Tinggi di Data, Lemah di Pelayanan Nyata

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Mekora.id – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menilai implementasi Universal Health Coverage (UHC) melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum sepenuhnya merefleksikan amanat keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan dalam konstitusi.

Di tengah klaim keberhasilan pemerintah dengan cakupan kepesertaan JKN yang telah menyentuh sekitar 98 persen penduduk dan peningkatan indeks UHC dari 66 menjadi 67, GMNI menilai angka-angka tersebut cenderung menutupi persoalan struktural yang masih dialami masyarakat di lapangan.

“UHC tidak boleh direduksi menjadi sekadar capaian administratif. Pertanyaannya bukan siapa yang terdaftar, tetapi siapa yang benar-benar dilayani,” tegas Wakil Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat DPP GMNI, M. Rikzul Fikri, Senin, (12/1/2025).

GMNI menilai negara masih bertindak dominan sebagai penjamin pembiayaan, namun abai terhadap tanggung jawab pokoknya dalam membangun dan mendistribusikan layanan kesehatan secara merata. Konsentrasi rumah sakit rujukan, dokter spesialis, serta fasilitas kesehatan modern di wilayah perkotaan menjadi cermin ketimpangan pembangunan sektor kesehatan nasional.

Akibatnya, rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan di wilayah pinggiran dipaksa bekerja dalam kondisi serba terbatas, sementara masyarakat harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan yang seharusnya menjadi hak dasar.

“Sistem rujukan yang ada hari ini kerap memindahkan beban negara ke pundak rakyat. Bagi masyarakat miskin, rujukan berarti biaya, waktu, dan risiko keterlambatan penanganan yang dapat berujung pada hilangnya nyawa,” ujar Rikzul.

GMNI juga mengingatkan bahaya laten komersialisasi layanan kesehatan di bawah payung UHC. Ketika negara gagal memperkuat layanan publik, ruang tersebut diisi oleh logika pasar melalui rumah sakit swasta berfasilitas lengkap, yang secara tidak langsung menciptakan stratifikasi layanan kesehatan berdasarkan kelas sosial.

“Jika kualitas layanan ditentukan oleh kemampuan ekonomi dan lokasi geografis, maka UHC berpotensi menjadi instrumen reproduksi ketimpangan, bukan solusi,” tegasnya.

Secara ideologis dan konstitusional, GMNI menegaskan kesehatan adalah hak dasar warga negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 28H dan Pasal 34 UUD 1945. Dengan demikian, UHC harus diposisikan sebagai mandat negara untuk menghadirkan keadilan sosial, bukan sekadar sistem pembiayaan massal tanpa jaminan mutu dan pemerataan.

DPP GMNI menuntut pembenahan menyeluruh sistem kesehatan nasional melalui pemerataan tenaga medis, penguatan kapasitas rumah sakit daerah, dan reformulasi sistem rujukan agar berbasis kebutuhan serta keselamatan rakyat, bukan semata pada prosedur administratif.

“Selama negara masih menghitung keberhasilan UHC dengan statistik, sementara rakyat menghitungnya dengan jarak, waktu, dan nyawa, maka keadilan kesehatan masih menjadi janji yang tertunda,” pungkas Rikzul.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Mamasa Mamuju Amblas

    Diguyur Hujan Lebat, Jalan poros Mamasa-Mamuju Amblas

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 238
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Jalan poros penghubung Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Mamuju Amblas akibat curah hujan yang melanda wilayah ini beberapa hari terakhir. Amblasnya Jalan poros Mamasa-Mamuju ini diperkirakan terjadi pada Minggu, 22 Desember 2024 dini hari, sekitar pukul 00.00 WITA. Akibatnya sebagian besar badan jalan longsor di sisi sebelah jurang sejauh puluhan meter di Desa […]

  • Usai Pengambilan Sampel, Distapang Sulbar: Pangan Segar Di Pasar Tradisional Polman Aman di Konsumsi

    Usai Pengambilan Sampel, Distapang Sulbar: Pangan Segar Di Pasar Tradisional Polman Aman di Konsumsi

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 70
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Setelah pengambilan sampel beberapa bahan pangan di Kabupaten Polewali Mandar oleh Dinas Ketahanan Pangan Sulbar sudah ada hasilnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar Abdul Waris Bestari mengatakan dari hasil pemeriksaan sampel pangan segar asal tumbuhan di Kabupaten Polman negatif atau tidak terdeteksi residu pestisida. “Semua sampel yang di uji hasilnya, Alhamdulillah, NEGATIF” […]

  • Tantangan dunia pendidikan

    Disdikpora Mamuju Ingatkan Tantangan Dunia Pendidikan di Mamuju

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 124
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Murniani, mengatakan setidaknya ada sejumlah tantangan yang sedang dialami dunia pendidikan di Mamuju saat ini. Hal tersebut disampaikan Murniani, saat menghadiri penamatan siswa Sekolah Dasar (SD) Inpres Karema, di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), pada, Sabtu, (22/6/2024). Masalah-masalah tersebut, Menurut Murniani yakni tingginya angka […]

  • Pendaftaran SIPSS Polda Sulbar

    Pendaftaran Anggota Polri Untuk S1 dan S2 di Polda Sulbar Dibuka, Buruan Daftar

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 343
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Polda Sulawesi Barat (Sulbar) resmi membuka pendaftaran calon perwira Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2024. Pendaftaran itu mulai dibuka sejak Senin 08 hingga 16 Januari nanti. Pendaftaran SIPSS tahun 2024 ini terbuka untuk lulusan D4, S1 dan S2, di mana peserta yang lolos akan menjalani pendidikan selama 6 bulan di […]

  • Kecelakaan kapal di Sumare

    Kecelakaan Kapal di Sumare, 33 Selamat, 2 Meninggal, 2 Masih Dicari

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 240
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kecelakaan Kapal penumpang di perairan Mamuju, yang ternyata memuat 37 penumpang, pada Rabu (20/12/2023) perlahan ditemukan. Berdasarkan update terakhir, kapal yang berangkat dari Pulau Ambo, Kecamatan Balabalakang itu mengalami insiden di dekat perairan Desa Sumare, Kecamaran Simboro sekitar pukul 15.00 wita setelah di hantam ombak dan terbalik. Kepala Basarnas Mamuju, Muhammad Rizal […]

  • Bahtiar Baharuddin

    Bahtiar Baharuddin : Teluk Mamuju Potensi Jadi Wisata Kelas Dunia

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Penulis : Pj. Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin  (Jumat, 19/7/2024) Ibu Kota Sulawesi Barat, Mamuju kembali meraih predikat kota dengan kualitas udara paling bersih di Indonesia. Berdasarkan indeks kualitas udara versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Mamuju memiliki skor 25 pada Kamis 18 Juli 2024 pada pukul 17.00 WIB. Mamuju (Sulawesi Barat) mendapat nilai 25, […]

expand_less