Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Empat Warga Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Longsor di Tamasapi Mamuju

Empat Warga Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Longsor di Tamasapi Mamuju

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Empat warga di Lingkungan Tapodede, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dilaporkan meninggal dunia akibat tanah longsor, pada Minggu, (26/1/2025) malam.

Menurut laporan warga setempat bernama, Taufiq, peristiwa tanah longsor di Tapadede Mamuju menimpa empat korban di dua rumah warga, saat itu mereka sedang dan hendak menanam nilam.

Naas, di saat sedang bermalam di rumah warga yang dekat dengan kebun saati itu hujan lebat melanda Mamuju dan sekitarnya sejak sore hingga malam dan mengakibatkan tanah longsor menutup tempat mereka menginap.

“Mereka sebelumnya sedang bermalam di kebun untuk menanam nilam, tapi tempat mereka longsor dan mereka tertimbun,” kata Taufiq.

Menurut laporan warga, keempat korban yang sebelumnya dilaporkan hilang kini telah ditemukan. Saat ini jenazah korban menunggu proses evakuasi dari Tim SAR dan Tenaga medis.

“Empat korban semuanya sudah ditemukan warga dan saat ini menunggu proses evakuasi,” ungkap Taufiq.

Menurut Taufiq, meski Tim SAR dan tenaga medis telah bergerak namun sulitnya akses jalan menuju titik longsor memperlambat proses evakuasi empat jenazah korban.

“Tim SAR dan Tim Medis agak terlambat karena jalan masuk rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan,” ujar Taufiq.

Selain empat korban meninggal dunia, longsor juga mengakibatkan sejumlah warga terluka. Namun saat ini telah di evakuasi untuk dirawat di RSUD Mamuju.
“Tadi warga yang luka-luka telah dievakuasi ke RSUD Mamuju untuk dirawat,” pungkas Taufiq.

Sebelumnya, warga setempat melaporkan satu rumah berpenghuni tertimbun longsor pada Minggu malam.

Selain longsor, curah hujan tinggi juga mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah di Lingkungan Trans dan Jl. Ir Djuanda Mamuju terendam. Akibatnya ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Kepala Basarnas Mamuju, Muh. Rizal, sebelumnya telah mengimbau warga untuk menjauhi wilayah yang rawan banjir dan tanah longsor. Hal itu dikarenakan cuaca di Mamuju dan Sekitarnya masih diguyur hujan.

“Kami menghimbau agar masyarakat yang memiliki potensi banjir agar secepatnya mengevakuasi diri secara mandiri dikarenakan situasi masih terjadi hujan lebat,” pungkas Muh. Rizal.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhardi Duka

    Suhardi Duka Targetkan Inflasi Sulbar Tetap di Bawah 2,5 Persen

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gubernur Suhardi Duka menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) untuk menjaga inflasi daerah tetap terkendali di bawah 2,5 persen. Hal tersebut disampaikan Suhardi Duka usai mengikuti rapat high level meeting pengendalian inflasi di Mamuju, Selasa (10/3/2026). Menurutnya, inflasi Sulawesi Barat pada Februari 2026 secara bulanan tergolong baik karena berada pada […]

  • Alat berat Tambang pasir di Pasangkayu

    Menambang di Kawasan Hutan Lindung Pasangkayu, WNA Asal Korsel Ditangkap Petugas Gakkumdu Sulbar

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 201
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel) berinisial Y, diamankan tim gabungan penegak hukum terpadu (Gakkumdu) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). WNA asal Korsel itu ditangkap oleh Gakkumdu Sulbar sejak, 15 Agustus 2024 lalu. Mr. Y menjalankan tambang pasir (galian C) yang masuk dalam kawasan hutan lindung di wilayah Dusun […]

  • Korupsi Alat Apung Subar

    Polda Sulbar Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Apung CV Cari Sahabat

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 218
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sud Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Subdit Tipikor) Ditkrimsus Polda Sulbar, menahan dua tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan alat angkut apung bermotor penumpang tahun anggaran 2017. Pekerjaan itu dilaksanakan oleh CV. Cari Sahabat yang bersumber dari APBD Tahun 2017, dengan nilai Rp. 1.761.474.000 (Satu milyar tujuh ratus enam puluh satu juta empat ratus […]

  • Sampah di Kota Mamuju

    Sampah Menumpuk di Mamuju Usai TPA Disegel, DLHK Akui Tak Punya Alternatif

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 214
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Penutupan akses Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Adi-adi oleh warga Botteng berdampak luas terhadap layanan kebersihan di Kota Mamuju. Selama dua hari terakhir, sampah menumpuk di berbagai titik karena tidak adanya lokasi pembuangan alternatif. Kepala UPTD TPA Adi-adi, Muh. Wajidi Azhar, mengatakan pihaknya bersama DLHK Mamuju telah melakukan dialog dengan warga. Ia menyebut […]

  • Kades Tanambuah

    Pekan Depan, Inspektorat Mamuju Turunkan Tim Audit Usut Dugaan Korupsi Kades Tanambuah

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 248
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Inspektorat Kabupaten Mamuju segera melakukan audit pada dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Kepala Desa (Kades) Tanambuah, Kecamatan Sampaga, yang dilaporkan sejumlah masyarakat beberapa pekan lalu. Inspektur Daerah Kabupaten Mamuju, Muhammad Yani mengatakan, pekan depan tim pemeriksa inspektorat akan segera melakukan audit lapangan pada sejumlah pekerjaan yang dianggap bermasalah di Desa Tanambuah. […]

  • Arnol Topo Sujadi

    Sekolah Nyaris Tersapu Banjir, Arnol Minta Pembangunan SMPN 6 Kalumpang Diprioritaskan

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 205
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Anggota DPRD Kabupaten Mamuju dari Fraksi Partai Demokrat, Arnol Topo Sujadi, mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju segera mengambil langkah cepat terkait kondisi SMPN 6 Kalumpang di Desa Siraun, Kecamatan Kalumpang. Sekolah tersebut diketahui berada dalam kondisi memprihatinkan dan bahkan nyaris tersapu banjir beberapa waktu lalu. Selain masih berdinding papan, hanya satu bangunan baru […]

expand_less