Terisolir dan Minim Fasilitas Kesehatan, Warga Salutahongan Majene Surati Prabowo dan Gubernur Sulbar
- account_circle mekora.id
- calendar_month 43 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga Dusun Salubiru, Desa Salutahongan, Majene tandu pasien lewat sungain dan hutan belantara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAJENE, Mekora.id – Buruknya akses pelayanan kesehatan di wilayah terpencil kembali menjadi sorotan. Warga Dusun Salubiru, Desa Salutahongan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terpaksa menandu pasien sakit melewati sungai dan jalan setapak menuju puskesmas, pada Minggu (3/5/2026).
Warga menyebut peristiwa memilukan ini bukan kali pertama terjadi. Bagi mereka, menandu pasien menuju titik yang dapat dijangkau kendaraan roda empat sudah menjadi rutinitas setiap kali ada warga yang membutuhkan penanganan medis.
“Bukan pertama kalinya dilakukan, tetapi sudah menjadi rutinitas warga di Desa Salutahongan, khususnya di dusun-dusun terpencil seperti Salubiru. Jika ada warga sakit dan hendak berobat ke puskesmas, satu-satunya jalan adalah ditandu beberapa kilometer hingga ke tempat yang bisa dijangkau kendaraan,” ujar seorang warga, Lukman Jania.
Kondisi ini, kata warga, telah berulang kali disuarakan melalui berbagai forum pemerintahan maupun media sosial. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Ini sering kali kami suarakan, baik di forum-forum pemerintahan maupun di berbagai pertemuan penting lainnya. Kami juga kerap mengunggah ke media sosial dengan harapan dilihat pemerintah Kabupaten Majene maupun Provinsi Sulawesi Barat. Namun sampai saat ini belum ada inisiatif nyata,” lanjutnya.
Warga menilai pemerintah seharusnya memiliki strategi khusus untuk menangani wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama dalam penyediaan layanan kesehatan dasar.
Mereka berharap fasilitas kesehatan dan tenaga medis di desa terpencil dapat tersedia sesuai standar pelayanan, sehingga masyarakat tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan demi mendapatkan pengobatan.
“Harusnya pemerintah mengambil langkah strategis dalam penanganan warga di wilayah terpencil, khususnya daerah 3T. Fasilitas dan petugas kesehatan di desa harus tersedia sesuai SOP agar warga bisa berobat tanpa harus ditandu,” tegas warga.
Warga juga menyebut, meski ada mereka mendapat pelayanan kesehatan, namun fasilitas di Pusat Kesehatan Desa tidak memadai untuk warga yang mengalami penanganan medis lebih lanjut termasuk ibu melahirkan.
“Ada pelayanan tapi fasilitasnya tidak memadai, sehingga sering ada yang meninggal atau melahirkan di Jalan,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, warga Desa Salutahongan menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Surat itu mewakili suara masyarakat di berbagai wilayah terpencil Sulawesi Barat yang hingga kini masih kesulitan mengakses pelayanan dasar, khususnya kesehatan dan kesejahteraan sosial.
“Besar harapan kami, semoga Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Gubernur Suhardi Duka, serta seluruh elemen pemerintahan terkait dapat melihat dan menangani situasi di wilayah kami. Hal ini sudah berlarut-larut tanpa solusi yang kami dapatkan. Hormat kami, suara rakyatmu yang ada di pelosok,” tulis warga dalam surat tersebut.
Kondisi ini kembali menjadi pengingat bahwa pemerataan layanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar