Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Dorong Ketahanan Pangan, Sulbar Andalkan Integrasi Data dan Sinergi Program

Dorong Ketahanan Pangan, Sulbar Andalkan Integrasi Data dan Sinergi Program

  • account_circle Beye
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Laporan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik (BPS) per minggu ketiga Agustus 2025 menunjukkan Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat penurunan paling tajam di kawasan Sulawesi, yakni –1,23 persen. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti secara virtual oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulbar dari Ruang RKPD Kantor Bapperida Sulbar, Senin (25/8/2025).

Muhammad Nur Dadjwi, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida Sulbar, melaporkan bahwa secara nasional 14 provinsi mencatat kenaikan IPH, 23 provinsi mengalami penurunan, dan satu provinsi stabil.

“BPS mencatat dinamika harga pangan nasional hingga minggu ketiga Agustus 2025 dengan 14 provinsi mengalami kenaikan IPH, 23 provinsi menurun, dan satu stabil. Sumatera Utara memimpin kenaikan tertinggi (3,26 %), diikuti Aceh (2,90 %) dan Sumatera Barat (2,45 %). Sementara itu, Sulawesi Barat menonjol sebagai satu-satunya provinsi di kawasan Sulawesi yang mencatat penurunan IPH paling dalam, yakni –1,23 %. Tren ini terpicu oleh anjloknya harga cabai rawit, yang secara nasional turun hingga 18,29 persen, serta pelemahan harga beras dan daging ayam ras di provinsi tersebut.” Jelas Muhammad Nur Dadjwi saat mewakili Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana dalam rapat.

“Sementara itu, Kabupaten Pasangkayu di Sulbar menempati posisi kedua daerah dengan penurunan IPH terdalam, –2,84 persen, sejalan dengan merosotnya harga cabai rawit lokal.” lanjut Dadjwi.

Kendati komoditas pedas mengalami koreksi, BPS mencatat lonjakan harga bawang merah sebesar 12,79 persen akibat gangguan pasokan di beberapa sentra produksi. Di sisi lain, kenaikan moderat pada cabai merah dan fluktuasi harga beras di Zona 1 (Jawa–Sulawesi) menegaskan tantangan distribusi dan ketersediaan stok.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan peran data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang real time dalam membantu pemerintah daerah merespons gejolak harga.

Bagi Pemprov Sulbar, catatan penurunan IPH ini menjadi sinyal perlunya penguatan rantai pasokan dan strategi stabilisasi harga bahan pokok agar beban masyarakat tidak semakin berat.

Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, pemerintah daerah diminta betul-betul mengamati permasalahan yang terjadi di lapangan, sehingga dapat memaksimalkan upaya pengendalian inflasi dengan cermat dan tepat sasaran.

Selain itu, Ia meminta kepada seluruh kepala daerah, terutama kabupaten/kota untuk mengecek kinerja jajarannya dalam menindaklanjuti hasil rakor TPID yang rutin dilaksanakan tiap pekan.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Kementerian Dalam Negeri, masih terdapat 140 pemerintah daerah yang belum melakukan sama sekali upaya konkret terhadap pengendalian inflasi di daerah.

“Kami berharap pemerintah daerah memaksimalkan upayanya dan bekerja keras sebagai bentuk pengabdian kepada negeri dan masyarakat.” kata Tomsi Tohir.

Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana menegaskan bahwa Sulbar akan memaksimalkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pasokan pangan, menyelesaikan pengendalian inflasi, dan memastikan ketersediaan bahan pokok. Ini sejalan dengan Visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya pada misi pertama, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan.

“Kami akan mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor dan memanfaatkan data SP2KP secara maksimal untuk memperkuat ketahanan pasokan pangan. Sinergi perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan stabilisasi harga berjalan efektif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” ujar Junda.

  • Penulis: Beye

Rekomendasi Untuk Anda

  • JATAM : Polemik Tambang Sulbar Sarat Konflik Kepentingan Klan SDK?

    JATAM : Polemik Tambang Sulbar Sarat Konflik Kepentingan Klan SDK?

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Penulis : Alfarhat Kasman : Juru Kampanye Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional Ribuan warga yang menolak tambang pasir dari Desa Karossa, Silaja-Dapurang, Kalukku Barat, Budong-budong dan Beru-beru kembali mendatangi kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Pada Jumat, (9/5/2025). Kedatangan warga kali ini merupakan tindak lanjut dari aksi pada 5 Mei 2025, untuk menagih janji dari Gubernur […]

  • DPRD Sulbar terima Kunker DPRD Polman

    Pimpinan DPRD Sulbar Terima Konsultasi Anggota DPRD Kabupaten Polman

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 32
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, bersama Sekretaris Dewan (Sekwan), Muhammad Hamzih, dan Kabag Penganggaran dan Pengawasan, Irma Trisnawati menerima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar di Kompleks Perkantoran Sekretariat DPRD Sulbar. Kamis, (22/8/2024). Kunjungan kerja Anggota DPRD Polewali Mandar (Polman) itu ke Kantor DPRD Sulawesi Barat, bertujuan untuk […]

  • Ibu Hamil ditandu di Desa Puppu Uring Polman

    Jalan Longsor, Ribuan Warga Terisolasi Hingga Ibu Hamil di Puppu Uring Polman Terpaksa Ditandu Lewati Jurang

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 54
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Ribuan warga Desa Puppu Uring, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini terisolasi setelah jalan utama menuju desa mereka longsor sepanjang kurang lebih 300 meter akibat hujan deras pada Senin (15/9/2025). Akses tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung warga ke ibu kota kecamatan yang berjarak sekitar 15 kilometer. Longsor membuat warga kesulitan […]

  • Balabalakang

    Balabalakang Jadi Wilayah Utama Konservasi Pesisir Pemprov Sulbar

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kepulauan Balabalakang di Kabupaten Mamuju, masuk dalam program fokus konservasi wilayah pesisir, pemerintah provinsi Sulawesi Barat. Hal itu menyusul Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan yang lebih dulu ditetapkan Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor 47 tahun 2022. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar, Suyuti Marzuki mengatakan, dipilihnya Kepulauan Balabalakang sebagai telah ditetapkan melalui Peraturan […]

  • Pemkot Bontang dan OJK Gelar Sosialisasi SLIK, Perkuat Akses UMKM ke Pembiayaan

    Pemkot Bontang dan OJK Gelar Sosialisasi SLIK, Perkuat Akses UMKM ke Pembiayaan

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Mekora.id – Sekretariat Daerah Kota Bontang melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Bankaltimtara menggelar Sosialisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK bagi pelaku UMKM. Kegiatan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (23/9/2025). Acara dibuka […]

  • Bawaslu Mamuju

    Bawaslu Mamuju Kerahkan 2 Tim Untuk Awasi Pelipatan Surat Suara

    • calendar_month Rabu, 10 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 18
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mamuju membentuk 2 tim untuk melakukan pengawasan pada proses pelipatan surat suara yang berlangsung di KPU Mamuju. Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin, setiap tim berisi 6 orang untuk melakukan pengawasan. 2 tim itu akan bertugas secara bergantian dengan pola shift setiap hari sepanjang pelipatan surat suara di Mamuju. “Bertugas […]

expand_less