Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » May Day : Dari Turunan Global Jadi Ketimpangan Daerah

May Day : Dari Turunan Global Jadi Ketimpangan Daerah

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tanggal 1 Mei, yang dikenal sebagai May Day atau Hari Buruh Internasional, diperingati di berbagai belahan dunia sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan kelas pekerja. Di banyak negara, tanggal ini bahkan ditetapkan sebagai hari libur nasional—simbol pengakuan atas kontribusi buruh dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Dalam memahami makna May Day, kita perlu menggunakan pendekatan bertingkat: global, nasional, dan lokal. Pendekatan ini penting untuk melihat bagaimana dinamika global berdampak pada kebijakan nasional dan akhirnya menciptakan ketimpangan sosial dan ekonomi di tingkat lokal.

Perspektif Global: Perlawanan terhadap Kapitalisme
Gerakan May Day bermula dari perlawanan terhadap sistem kapitalisme yang menindas. Karl Marx menyebut bahwa sejarah umat manusia adalah sejarah perjuangan kelas. Dalam sistem kapitalis, buruh adalah kelas yang tereksploitasi dan teralienasi dari hasil kerjanya sendiri. Musuh utama buruh, dalam pandangan Marx, adalah kapitalisme itu sendiri.

Kita bisa menengok kembali sejarah penting pada 1 Mei 1886, ketika lebih dari 300.000 pekerja di Amerika Serikat melakukan aksi mogok menuntut jam kerja delapan jam sehari. Aksi ini memuncak dalam tragedi Haymarket di Chicago pada 4 Mei 1886, ketika bentrokan antara polisi dan demonstran menyebabkan korban jiwa. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah perjuangan buruh dan simbol perlawanan terhadap sistem kerja yang tidak manusiawi.

Perspektif Nasional: Sejarah Buruh di Indonesia
Gerakan buruh di Indonesia memiliki sejarah panjang. Peringatan Hari Buruh Internasional pertama kali dilakukan pada 1 Mei 1918 oleh serikat buruh Kung Tang Hwee di Semarang. Namun, pada masa Orde Baru, peringatan ini dilarang karena dianggap subversif. Baru setelah reformasi 1998, peringatan May Day kembali dihidupkan dan bahkan dijadikan hari libur nasional sejak 2013.

Namun demikian, meskipun secara formal diakui, perjuangan buruh di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Regulasi ketenagakerjaan, seperti UU Cipta Kerja (Omnibus Law), dinilai menguntungkan pemilik modal dan melemahkan posisi buruh. Ini menunjukkan bahwa perjuangan kelas tidak selesai hanya dengan pengakuan simbolik, tapi membutuhkan advokasi kebijakan yang konkret dan berpihak.

Perspektif Lokal: Ketimpangan dan Perjuangan di Daerah
Di tingkat lokal, termasuk di daerah seperti Sulawesi Barat, ketimpangan ekonomi masih sangat terasa. Buruh di sektor informal dan pekerja di sektor industri padat karya masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan: upah rendah, jam kerja panjang, dan perlindungan hukum yang minim. Di sinilah pentingnya solidaritas gerakan buruh untuk membangun kekuatan dari bawah dan menuntut keadilan di setiap lapisan.

May Day bukan sekadar seremoni, melainkan momen refleksi dan konsolidasi gerakan. Kita perlu belajar dari sejarah global, menelaah kebijakan nasional, dan bergerak secara nyata di tingkat lokal untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Hanya dengan itu, May Day akan benar-benar menjadi hari kebangkitan kaum pekerja, bukan sekadar hari libur tanpa makna.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agus Haris Buka Turnamen Sepak Bola Pupuk Kaltim Cup 2025

    Agus Haris Buka Turnamen Sepak Bola Pupuk Kaltim Cup 2025

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Pupuk Kaltim Cup 2025 di Stadion Mulawarman, Kelurahan Belimbing, Selasa malam (9/9/2025). Event tahunan ini diikuti 15 tim kelurahan se-Kota Bontang. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan parade kontingen dan penampilan opening dancer. Sejumlah pejabat dan tokoh hadir, di antaranya Direktur Operasi […]

  • Kebakaran di Tawalian Mamasa

    Rumah Nenek Lansia di Mamasa Hangus Dilalap Si Jago Merah

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 235
    • 1Komentar

    MAMASA, mekora.id – Rumah Levina Lola (70) seorang lansia di Limbong Lopi, Kelurahan Tawalian, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilahap sijago merah hingga rata dengan tanah. Kejadian itu sekitar pukul 16:30 WITA, Senin, (02/10/2023). Kepala Lingkungan Limbong Lopi, Yohanis menyebut, saat kejadian, Perempuan rentah ini sedang tidak berada dirumah. Dia sedang mencari pakan ternaknya. […]

  • OTT Kadis di Mamuju (2)

    Breaking News : Buntut OTT Kadis di Mamuju, Polda Sulbar Segera Lakukan Penggeledahan di Pemkab Mamuju

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 141
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Buntut OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang melibatkan Kepala Dinas berinisial JLD di Mamuju, Polda Sulbar bakal lakukan penggeledahan di Pemkab Mamuju. Hal tersebut disampaikan Kapolda Sulbar, Irjen Pol R. Adang Ginanjar, saat temu jumat berkah di salah satu Warkop di Kota Mamuju, Jumat (05/1/2024). “Iya kita akan lakukan penggeledahan di Pemkab Mamuju, baik […]

  • Jam kerja masyarakat Sulbar

    Pemprov Sulbar Akan Buat Program Jam Belajar Masyarakat Untuk Tingkatkan IPM

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 126
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pemprov Sulbar mencanangkan program jam kerja masyarakat untuk mendorong minat belajar masyarakat Sulbar untuk meningkatkan IPM Sulbar. Program ini merupakan gagasan Pj Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh, yang disampaikan sejak 2023 dan ditegaskan kembali kepada seluruh OPD pada Apel Pagi, Senin (16/02/2024). Untuk menjalankan program tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar […]

  • Pencarian Korban Kapal tenggelam di Sumare

    Hari ke-2 Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Sumare Masih Nihil, Besok Basarnas Kerahkan Personel Rider

    • calendar_month Jumat, 22 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 206
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Hari kedua pencarian dua korban kecelakaan Kapal Bigetron GT-6 di perairan Mamuju, Jumat, (22/12/2023), masih nihil. Kepala Basarnas Mamuju, Muh. Rizal mengatakan, pencarian di hari Kedua itu telah dilakukan dengan menyisir perairan Tanjung Rangas Mamuju hingga perbatasan Kabupaten Majene dengan jarak 12 Nautical mil. “Personil telah melakukan pencarian sepanjang 12 Nautical mil, […]

  • Tanjung Laut vs Loktuan Bakal Perebutkan Trofi PKT Cup 2025

    Tanjung Laut vs Loktuan Bakal Perebutkan Trofi PKT Cup 2025

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Mekora.id – Semifinal PKT Cup 2025 yang digelar di Stadion Mulawarman, Selasa (18/9/2025), berlangsung meriah dan penuh tensi tinggi. Ribuan penonton memenuhi tribun untuk mendukung tim kebanggaan masing-masing. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bersama Ketua TP PKK Nur Kalbi Agus Haris, turut hadir bersama jajaran manajemen PT Pupuk Kaltim. Pada laga pertama, Kelurahan Tanjung […]

expand_less