Pelaporan Desa Berbasis Digitalisasi Segera Diterapkan Penuh di Sulbar, Kemendagri Siapkan 40 Pelatih
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kadis PMD Sulbar, Yakub F Solon dan Perwakilan Kemendagri usai jadi pembicaran ToT PKAD LMS Desa Sullbar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 40 calon pelatih dari berbagai Kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar), mengikuti Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Hotel Matos, Mamuju.
ToT pelatihan PKAD ini dilakukan berbasis Learning Management System (LMS) dengan dua kelas yakni Pengelolaan Keuangan Desa (PKD) dan kelas Perencanaan Pembangunan Desa (PPD), yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari pada, 18-22 Desember 2024.
Kepala Dinas PMD Sulawesi Barat, Yakub F Solon, setelah menjadi pembicara dalam kegiatan itu mengatakan nantinya para calon pelatih ini akan menjadi penyambung pemerintah pusat untuk mengajarkan tata kelola keuangan dan perencanaan desa dengan sistem digitalisasi berbasis Learning Management System (LMS).
“Jadi nanti desa akan diajarkan bagaimana pelaporan berbasis online sesuai dengan metode LMS, ini menjadi titik balik untuk pelaporan kegiatan-kegiatan di desa nantinya,” ungkap Yakub, Kamis, (21/11/2024) malam.
Yakub menambahkan, pelaporan pengelolaan di Desa dengan sistem digitalisasi ini akan dilakukan secara bertahap. Dia menyebut nanti akan ada wilayah sebagai pilot projek. Setelah itu pelaporan dengan digitalisasi LMS ini akan diterapkan penuh ke seluruh pemerintah desa sebanyak 576 Desa di Sulbar.
“Pelaporan dengan mekanisme online ini akan bertahap dilaksanakan, untuk nantinya diterapkan ke 576 desa yang ada di Sulbar. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih pada Kemendagri telah melakukan pelatihan ini,” lanjut Yakub.
Untuk menunjang pelaporan keuangan dan perencanaan desa dengan basis digitalisasi ini, PMD Sulbar mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Sulbar terkait penyediaan jaringan internet di Desa.
“Kami telah merapatkan ini dengan Dinas Kominfo, dan targetnya tahun ini semua desa di Sulbar bisa mengakses internet,” tambahnya.
Terpisah, Irsan, peserta ToT kelas Perencanaan Pembangunan Desa (PPD) dari Kabupaten Majene mengungkapkan pelatihan ini menjadi bekal dalam merancang pembangunan desa nantinya.
Irsan mengaku, nantinya dia akan bertugas menjadi pelatih bagi desa di wilayahnya. Dia berharap, aparatur desa dapat menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) yang lebih berkualitas.
“Nanti akan kami latih pemerintah desa, ada pilot projek yang nantinya dilakukan. Kami berharap ini bisa membuat perencanaan dan pembangunan di desa lebih maju lagi,” ungkapnya.
“Implementasi LMS dalam pelatihan aparatur desa merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas pemerintahan desa di Sulbar. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan aparatur desa dapat menjadi ujung tombak dalam pembangunan desa yang lebih baik dan sejahtera,” tutup Irsan.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
