Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Warga Botteng Tutup Akses TPA Adi-Adi Mamuju, DLHK Dituntut 2 Poin

Warga Botteng Tutup Akses TPA Adi-Adi Mamuju, DLHK Dituntut 2 Poin

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Warga Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menutup akses jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Adi-Adi, Minggu (19/4/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Mamuju yang dinilai belum merealisasikan sejumlah janji kepada masyarakat sejak TPA tersebut beroperasi.

Penutupan jalan diprakarsai oleh Himpunan Pemuda Mahasiswa Botteng (HIPMAB) bersama warga setempat. Mereka menilai selama ini masyarakat hanya menerima dampak negatif tanpa mendapatkan manfaat yang dijanjikan.

Perwakilan pemuda, Muh Ikram, mengatakan aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan warga terhadap pemerintah daerah.

“Kami hanya menagih janji yang pernah disampaikan kepada orang tua kami. Dulu dijanjikan manfaat, tapi hari ini yang kami rasakan justru dampak buruk, seperti pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, warga meminta agar tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah ke TPA Adi-Adi sebelum seluruh persoalan diselesaikan.

“Kami minta DLHK tidak lagi melakukan pembuangan sampah sebelum ada penyelesaian yang jelas,” tegasnya.

Dua Tuntutan Warga

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan dua tuntutan utama kepada pemerintah daerah, yakni:

1. Penyediaan mesin pengolahan sampah daur ulang
2. Penyediaan mobil pengangkut sampah untuk wilayah sekitar

Menurut Ikram, masyarakat tidak menolak keberadaan TPA, namun menuntut keadilan serta manfaat nyata bagi warga terdampak.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi kami menolak jika hanya dijadikan tempat pembuangan tanpa ada manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Aksi Berlanjut Hingga Tuntutan Dipenuhi**

Warga menyatakan akan terus menutup akses jalan menuju TPA Adi-Adi hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Bahkan, mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar jika pemerintah tidak segera merespons.

“Kalau tidak ada keseriusan, kami pastikan DLHK dan kantor Bupati Mamuju akan menjadi lautan manusia,” tutupnya.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurir Pakde Mamuju bagi Takjil

    Berkah Ramadan, Komunitas Kurir PakDe Mamuju Bagi-bagi 300 Takjil

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Komunitas Kurir PakDe Mamuju menggelar aksi berbagi berkah di bulan Ramadan dengan membagikan 300 takjil kepada masyarakat di Jl. Arteri Mamuju, Sulawesi Barat. pada Minggu, (16/3/2025). Komunitas Kurir PakDe Mamuju merupakan komunitas kurir yang bergerak di bidang layanan antar jemput barang. Komunitas ini dibina oleh Andi Dedi dan diketuai oleh Alfarizy, dengan […]

  • Kecelakaan di Pangasaan Mamuju

    Mobil Pick Up Terjun ke Jurang 30 Meter di Pangasaan Mamuju, 2 Penumpang Tewas di Tempat

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 219
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di Kabupaten Mamuju. Sebuah mobil pickup warna putih bernomor polisi DC 8475 AY dilaporkan terjun ke jurang sedalam 30 meter di Jalan Lembang Lebani, Desa Pangasaan, Kecamatan Tapalang Barat, pada Senin malam (19/5/2025) sekitar pukul 21.30 WITA. Mobil naas tersebut mengangkut enam orang penumpang dan diketahui hendak menuju […]

  • Kades Tanambuah

    Pekan Depan, Inspektorat Mamuju Turunkan Tim Audit Usut Dugaan Korupsi Kades Tanambuah

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 209
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Inspektorat Kabupaten Mamuju segera melakukan audit pada dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Kepala Desa (Kades) Tanambuah, Kecamatan Sampaga, yang dilaporkan sejumlah masyarakat beberapa pekan lalu. Inspektur Daerah Kabupaten Mamuju, Muhammad Yani mengatakan, pekan depan tim pemeriksa inspektorat akan segera melakukan audit lapangan pada sejumlah pekerjaan yang dianggap bermasalah di Desa Tanambuah. […]

  • Gedung Radioterapi RSUD Sulbar

    Fakta Baru Radioterapi RSUD Sulbar, Proyek 19,4 Miliar Ternyata 6 Kali Pindah Tangan 

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 208
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Setelah heboh plafon gedung Radioterapi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ambruk, kini muncul fakta baru diungkap oleh  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar). Proyek dengan anggaran Rp 19,4 miliar tahun 2023 itu, ditemukan indikasi melawan hukum. Hal itu setelah Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) […]

  • Miras Oplosan di Papalang

    Tenggak Miras Oplosan, Empat Pemuda di Mamuju Tewas, 12 Lainnya Kritis

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 198
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Peristiwa tragis menimpa warga Desa Papalang, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Empat orang pemuda dinyatakan meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan, Sabtu (20/9/2025). Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, menjelaskan peristiwa itu bermula pada Kamis (18/9/2025) malam, ketika sekelompok pemuda menggelar pesta miras di Papalang. Tidak lama kemudian, dua orang […]

  • Wali Kota Neni Moerniaeni Tinjau Pelabuhan Loktuan, Targetkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Bontang

    Wali Kota Neni Moerniaeni Tinjau Pelabuhan Loktuan, Targetkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Bontang

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turun langsung meninjau Pelabuhan Loktuan bersama jajaran pemerintah kota, Rabu (13/8/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kondisi fasilitas pelabuhan, gedung terminal, hingga sarana pendukung lain yang masih perlu optimalisasi. Turut mendampingi Kepala KSOP Bontang Kristina Anthon, Direktur PT Laut Bontang Bersinar (LBB) Haryadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Lukman, […]

expand_less