Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Keluarga Tersangka DC Desak Polisi Bongkar Alur Amunisi Kasus Penembakan Husain di Polman

Keluarga Tersangka DC Desak Polisi Bongkar Alur Amunisi Kasus Penembakan Husain di Polman

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Keluarga Tersangka Dedi Cahyadi alias DC meminta penyidik membuka secara transparan alur peredaran amunisi dalam kasus penembakan yang menewaskan Husain (35) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Didampingi kuasa hukumnya, Ahmad Udin, keluarga DC mempertanyakan penetapan DC—anggota Ditnarkoba Polda Sulbar—sebagai tersangka tunggal dalam perkara dugaan penyuplai amunisi.

Dalam konferensi pers di Mamuju, Minggu (1/3), Ahmad Udin menyebut ada empat oknum polisi yang diperiksa dalam proses penyidikan. Namun hingga kini, baru kliennya yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Dalam proses pemeriksaan ada empat oknum polisi yang dimintai keterangan. Sampai hari ini baru satu yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni klien kami,” ujarnya.

Tiga nama lain yang disebut dalam pemeriksaan masing-masing berinisial S , Q, dan KA. Ketiganya masih berstatus anggota polisi aktif.

Ahmad Udin menegaskan pihaknya tidak menuding ketiga nama tersebut bersalah. Namun ia meminta penyidik Polres Polman bersikap objektif dan menindaklanjuti seluruh fakta yang muncul dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Jika klien kami dijerat Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan atau penyuplai amunisi, maka nama-nama yang juga disebut dalam BAP dan diduga terlibat seharusnya turut diproses. Jangan sampai klien kami menjadi satu-satunya pihak yang dijadikan tumbal,” katanya.

Soroti Perbedaan Fisik Amunisi

Kuasa hukum juga menyoroti 47 butir amunisi yang disita dari tempat kejadian perkara (TKP). Menurutnya, terdapat perbedaan fisik antara amunisi yang ditemukan dan keterangan kliennya.

Ia menyebut amunisi di TKP berwarna perak (silver), sementara kliennya mengaku amunisi yang pernah diterima berwarna kuning keemasan.

“Perbedaan ini penting diuji secara ilmiah. Kami belum mengetahui hasil uji laboratorium forensik terkait asal-usul amunisi tersebut,” ujarnya.

Ia menilai uji balistik dan forensik menjadi kunci untuk memastikan apakah ada keterkaitan langsung antara DC dan amunisi yang digunakan dalam penembakan.

Dua Perkara Berjalan Terpisah

Kasus ini merupakan bagian dari penanganan penembakan yang menewaskan Husain di Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, pada 20 September 2025.

Dalam perkara penembakan, penyidik telah menetapkan empat tersangka, termasuk Ahmad Faizal (25) yang diduga sebagai pelaku utama. Sementara dalam perkara dugaan kepemilikan senjata api dan amunisi, polisi menetapkan satu tersangka, yaitu DC.

Proses penyidikan perkara amunisi masih berjalan. Berkas perkara diketahui sempat dikembalikan jaksa (P-19) untuk dilengkapi.

Barang Bukti Diamankan

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

  • 1 pucuk senjata revolver
  • 33 butir peluru jenis HS
  • 10 butir peluru jenis VN kecil (6 berisi, 4 kosong)
  • 3 peluru revolver
  • 1 peluru V2
  • 2 selongsong

Ahmad Udin menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan, namun menekankan pentingnya penegakan hukum yang profesional dan transparan.

“Jika klien kami terbukti bersalah di pengadilan, tentu kami hormati. Tapi prosesnya harus adil terhadap semua pihak yang disebut dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik Polres Polman belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.

“Saya lagi ada kegiatan, nanti hari Senin saya sampaikan,” kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, singkat saat dimintai tanggapan.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulawesi Barat Usul Jadi Kepulauan

    Gubernur Suhardi Duka Usul Sulawesi Barat Jadi Daerah Kepulauan ke Kemendagri

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 69
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, secara resmi mengusulkan status daerah kepulauan bagi provinsi yang dipimpinnya dalam sebuah pertemuan strategis dengan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Senin, 4 Agustus 2025. Pertemuan yang berlangsung di kantor Ditjen Bina Adwil di Jakarta tersebut dihadiri langsung oleh […]

  • Kantor Diknas Mamuju digeledah

    Kantor Disdikpora Mamuju Digeledah, Penyidik Sita Puluhan Dokumen, Kamputer hingga Iphone

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Subdit Tipidkor Polda Sulbar menyita puluhan dokumen, 2 unit PC, 1 unit laptop, dan 1 smartphone jenis Iphone, dalam penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Jumat (05/01/2024). Kanit Tipidkor Dirkrimsus Polda Sulbar, AKP Deni Cahyadi mengatakan, penyitaan barang-barang tersebut untuk digunakan sebagai bahan penyidikan dalam kasus OTT […]

  • Panja DPRD Sulbar di Mamasa

    DPRD Sulbar Lakukan Kunjungan Kerja di Mamasa

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 75
    • 2Komentar

    MAMASA, mekora.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang tergabung dalam Panitia Kerja (Panja) Evaluasi LKPJ Gubernur Sulbar melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Mamasa. Senin, (1/4/2024). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, dan Anggota DPRD Sulbar yang tergabung dalam panitia kerja, diantaranya, H. Sudirman, Hatta Kainang, Ebsan, Bonggalangi, Ruslan dan […]

  • Burhan, Ketua PMII Fatimah Mamuju

    Mahasiswa Desak Pemkab Mamuju Segera Perbaiki Jembatan Simbuang yang Rusak Sejak 2021

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 77
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kondisi tiang penyangga Jembatan Simbuang di Jalan Soekarno-Hatta, Mamuju, yang rusak dan miring sejak gempa 2021 kembali menjadi sorotan publik. Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Fatimah Mamuju, Burhan, menilai kerusakan tersebut harus segera ditangani pemerintah daerah karena jembatan itu merupakan akses vital mobilitas warga dalam kota. “Jembatan ini mengalami kerusakan […]

  • AKBP Dipecat Polda Sulbar

    Terlibat Penggelapan Mobil, Perwira AKBP di Polda Sulbar Berujung Dipecat

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 185
    • 3Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang perwira menengah di jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar), AKBP Rahman Arif (RA), resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) usai terlibat dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil milik seorang wanita asal Jakarta. Putusan PTDH tersebut dijatuhkan melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar pada Mei […]

  • PMII Demo BPJN Sulbar

    Kantor BPJN Sulbar Digeruduk Massa PMII, Tuding Bangunan Tak ber IMB

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 88
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sejumlah massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, melakukan unjuk rasa di depan kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Barat (Sulbar), Jl. Veteran, Mamuju (20/01/2025). Koordinator Lapangan, Ikwan Rozi dalam orasinya menuntut BPJN untuk melakukan transparansi penggunaan anggaran yang dikelola oleh BPJN untuk pembangunan jalan di enam Kabupaten se […]

expand_less