DPP GMNI Dukung Masyarakat Adat Tano Batak Usai PT Toba Pulp Lestari Ditutup
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP GMNI, Adam Jauri.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Mekora.id — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan (DPP) Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyatakan dukungan kepada Masyarakat Adat Tano Batak atas keberhasilan mempertahankan kedaulatan adat sekaligus meraih kemenangan ekologis setelah puluhan tahun berjuang melawan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Kemenangan tersebut ditandai dengan pencabutan izin operasional PT Toba Pulp Lestari yang beroperasi di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Bagi masyarakat adat, keputusan ini menutup bab panjang konflik agraria dan kerusakan lingkungan yang mereka alami selama beberapa dekade.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP GMNI, Adam Jauri, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata bahwa konsistensi perjuangan rakyat dapat menghadirkan keadilan ekologis.
“DPP GMNI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Masyarakat Adat Tano Batak. Ini adalah kemenangan ekologis sekaligus bukti bahwa konsistensi dan solidaritas dalam perjuangan pada akhirnya akan menuai hasil,” ujar Adam dalam keterangannya, Minggu, (25/1/2026).
Menurutnya, sejak masih bernama PT Inti Indorayon pada 1983 hingga berganti menjadi PT Toba Pulp Lestari, perusahaan tersebut telah meninggalkan jejak panjang konflik dengan masyarakat adat.
“Selama puluhan tahun, TPL menimbulkan berbagai persoalan serius, mulai dari kerusakan ekologi, pencemaran lingkungan hidup, kriminalisasi warga, hingga perampasan tanah ulayat masyarakat adat di Kabupaten Toba,” ungkap Adam.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar