Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Dugaan Pungli Oknum Polairud Polda Sulbar, GMNI Mamuju Siap Dampingi Nelayan

Dugaan Pungli Oknum Polairud Polda Sulbar, GMNI Mamuju Siap Dampingi Nelayan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id — Sejumlah nelayan di Kabupaten Mamuju, mendatangi Markas Besar Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Barat (Sulbar) di Jalan Arteri, Selasa (13/1/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan penahanan kapal, penyitaan dokumen kapal, serta dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum aparat.

Aksi protes tersebut mendapat dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju. Ketua DPC GMNI Mamuju, Dicky Wahyudi, menilai langkah nelayan sebagai bentuk protes dan akumulasi kekecewaan terhadap penanganan persoalan hukum dan perizinan perikanan.

“Aksi nelayan mendatangi Markas Polairud Polda Sulbar ini merupakan bentuk protes terhadap aparat penegak hukum. Ini adalah luapan keresahan yang sudah lama dipendam masyarakat nelayan,” ujar Dicky kepada Mekora.id.

Menurutnya, aparat penegak hukum sejatinya merupakan instrumen negara yang bertugas memberikan perlindungan dan rasa aman kepada rakyat, bukan justru memperberat beban nelayan yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.

“APH adalah alat negara, dan negara hadir untuk kesejahteraan rakyat. Seharusnya aparat memberi rasa aman kepada masyarakat nelayan, bukan sebaliknya,” tegasnya.

GMNI Mamuju menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan nelayan sekaligus mendesak pimpinan Polairud Polda Sulbar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran di lapangan.

“Ini harus menjadi perhatian serius Direktur Polairud Polda Sulbar. Pengawasan internal perlu diperkuat agar persoalan serupa tidak terus berulang,” lanjut Dicky.

Tuntutan Usut Dugaan Pungli

Selain penahanan kapal, GMNI Mamuju menyoroti dugaan pungutan liar (pungli) yang diklaim dialami sejumlah nelayan. Dicky mendesak agar dugaan tersebut diusut secara tuntas dan dilakukan secara transparan.

“Kami meminta Direktur Polairud mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada oknum anggota yang terbukti melakukan pungli. Prosesnya harus terbuka agar nelayan kembali merasa aman,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan nelayan, persoalan bermula dari izin usaha perikanan (IUP) yang masa berlakunya telah berakhir dan hingga kini belum dapat diperpanjang oleh instansi terkait.

“Seluruh IUP nelayan tahun ini sudah mati, sementara dari dinas perikanan juga belum bisa mengeluarkan izin baru,” ungkap salah satu perwakilan nelayan.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah kapal nelayan ditahan dan dokumen kapal disita karena dianggap tidak memiliki izin aktif. Di sisi lain, para nelayan mengaku masih dibebani kewajiban pajak.

“Banyak kapal kami ditahan surat-suratnya karena IUP mati, tetapi kami masih dipajaki. Karena itu kami bersatu dan menyerahkan surat kapal sebagai bentuk protes,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Ditpolairud Polda Sulbar terkait tuntutan nelayan maupun dugaan pungli yang mencuat dalam aksi tersebut.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tes Kesehatan Paslon Pilkada Sulbar 2024

    Tes Kesehatan Bakal Calon Pilkada Sulbar 2024, Dipusatkan di RSUD Wahidin Makassar

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 217
    • 1Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi tetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, sebagai lokasi tes kesehatan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) 2024. Lokasi tes kesehatan untuk Cagub-Cawagub di Pilkada Sulbar 2024 itu, ditandai dengan penandatanganan antara KPU Sulbar dan pihak RSUD dr. Wahidin […]

  • Siltap Kades Mamasa

    Siltap Kades di Mamasa Tertunggak 9 Bulan, Pemkab Diminta Tanggung Jawab

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 84
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Sejumlah kepala desa (Kades) di Kabupaten Mamasa mengeluhkan pembayaran penghasilan tetap (siltap) yang belum sepenuhnya ditunaikan oleh pemerintah daerah. Hingga April 2026, Siltap yang dibayarkan baru mencakup tiga bulan, yakni Januari hingga Maret tahun berjalan. Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah masih memiliki tunggakan selama sembilan bulan kepada para kepala desa. Rinciannya, dua […]

  • Kekeringan Landa Majene, Tanaman Petani Terancam Mati Disiram Pakai Jerigen Tapi Tidak Mempan

    Kekeringan Landa Majene, Tanaman Petani Terancam Mati Disiram Pakai Jerigen Tapi Tidak Mempan

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 198
    • 2Komentar

    MAJENE, mekora.id – Sudah sebulan terakhir, warga di Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Majene, Sulawesi Barat, resa akibat terdampak kekeringan yang berkepanjangan. Dampak kekeringan membuat tanaman warga terancam mati. Menggunakan alat seadanya, warga membuat sumur di pinggir sungai dengan jarak lumayan jauh mengangkut air dengan jerigen untuk menyiram tanaman mereka. Jika tidak segera ada solusi, […]

  • GMNI Mamuju

    Jelang Akhir Masa Jabatan, GMNI Mamuju Nilai Pj Gubernur Sulbar Lemah pada 3 Aspek

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 147
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Diantara dua pendapat masa jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Zudan Arif Fakrulloh yang akan berakhir 12 Mei 2024 mendatang. Catatan kritis datang dari kalangan pemuda. Catatan kritis itu datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju. Sekretaris GMNI Mamuju, Muh. Harfin mengatakan, Zudan dalam menjabat Pj Gubernur Sulbar dalam […]

  • Pengerdar Narkoba di Mamuju

    Polresta Mamuju Tangkap 8 Pengedar Narkoba Dalam Dua Bulan, Satu ASN Kemenag Sulbar

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 250
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aparat Polresta Mamuju menangkap delapan tersangka penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dalam enam kasus berbeda sepanjang Januari hingga Februari 2026. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolresta Mamuju, Selasa (3/3/2026), yang dipimpin langsung Kapolresta Mamuju, Ferdyan Indra Fahmi. Kapolresta Mamuju mengatakan, delapan tersangka itu merupakan pengerdar yang diamankan dari enam kasus […]

  • Cuaca buruk di Sulbar

    Masyarakat Sulbar Diimbau Waspada Cuaca Buruk

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Menghadapi cuaca buruk yang belakangan terjadi, masyarakat khususnya di Sulawesi Barat (Sulbar) diminta waspada dan menjalankan mitigasi bencana. Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemprov Sulbar, Mustari Mula, pada Minggu (10/03/2024). “Hujan lebat disertai angin kencang masih sering terjadi akhir-akhir ini,  diharapkan masyarakat tetap waspada dan menjalankan mitigasi mengantisipasi bencana seperti banjir dan […]

expand_less