10.555 Kader Posyandu di Sulbar Jadi Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
- account_circle mekora.id
- calendar_month 51 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rekap Kader Posyandu di Sulawesi Barat. (Sumber : Pemprov Sulbar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam memastikan layanan kesehatan dasar menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan dusun di Sulawesi Barat (Sulbar).
Melalui peran para kader, berbagai layanan kesehatan seperti pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan ibu hamil, edukasi gizi, hingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Peran strategis tersebut juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat (DKPPKB) per Februari 2026 mencatat jumlah kader Posyandu di enam kabupaten di Sulbar mencapai 10.555 orang.
Para kader tersebut menjadi penggerak utama kegiatan Posyandu yang melayani berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga kelompok rentan lainnya.
Dari jumlah itu, sebanyak 3.152 kader telah mengikuti pelatihan 25 kompetensi dasar Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas serta kualitas pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Secara sebaran wilayah, kader Posyandu terbanyak berada di Kabupaten Polewali Mandar dengan 2.943 orang. Disusul Kabupaten Mamuju sebanyak 2.294 kader, Kabupaten Majene 1.809 kader, Kabupaten Pasangkayu 1.321 kader, Kabupaten Mamasa 1.221 kader, dan Kabupaten Mamuju Tengah 967 kader.
Sementara dari sisi peningkatan kualitas kader, tercatat 553 kader Posyandu di Sulawesi Barat telah mencapai minimal strata Madya atau sekitar 5,24 persen dari total kader yang ada.
Kabupaten Pasangkayu mencatat capaian tertinggi dengan 13,93 persen kader minimal strata Madya, diikuti Polewali Mandar 6,49 persen, Mamuju 5,10 persen, Mamuju Tengah 3,93 persen, Majene 1,11 persen, dan Mamasa 0,25 persen.
Kepala DKPPKB Sulbar, Nursyamsi Rahim, menegaskan kader Posyandu merupakan kekuatan utama dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Menurutnya, para kader tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu, tetapi juga menjadi penghubung antara layanan kesehatan dengan masyarakat di tingkat paling dekat.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan ibu dan anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan dan gizi,” kata Nursyamsi, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan, pembinaan, serta penguatan kelembagaan Posyandu agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas.
“Provinsi bersama enam kabupaten terus berkolaborasi mendorong peningkatan jumlah kader yang terlatih dan naik strata, sehingga Posyandu tidak hanya aktif, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar