Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Sulawesi Barat Darurat Konsesi, Diambang Ekspansi Perusak Lingkungan

Sulawesi Barat Darurat Konsesi, Diambang Ekspansi Perusak Lingkungan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Usulan lain juga kata Alfarat, ada di wilayah III Kabupaten Mamasa. Wilayah tersebut menjadi perkampungan dan lokus dari penganut kepercayaan Mappurondo. Akibat pengusulan itu tempat bermukim para suku dan penganut kepercayaan tersebut kata Alfarat terancam hilang.

“Usulan ini benar-benar gila dan sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi lokalitas masyarakat yang mendiami wilayah tersebut. Ini akan menjadi ruang perampasan secara masif yang di mulai oleh negara, padahal negara seharusnya hadir melindungi segenap bangsa,” ujar Alfarat.

Sementara di Kabupaten Polewali Mandar, Koalisi Masyarakat Sipil menyebut, setidaknya terdapat 3 IUP dengan luasan konsesi mencapai ribuan hektar. Konsesi-konsesi itu masing-masing mencakup, PT. Isco Iron (943 Hektar/ tambang biji besi), PT. Isco Polman Resources, (199 Hektar/Timbal),  PT .Inti Karya Polman (776 Hektar/tambang Galena), dan Blok Pasiang 1.867 Hektar.

“2 dari 3 perusahaan di atas akan mulai beroperasi 2024 ini. Fakta bahwa beberapa waktu terakhir Polewali Mandar seringkali di landa banjir dengan skala besar. Tentunya telah memberikan kerugian materi dan psikologis bagi masyarakatnya,” ungkap Alfarat.

Sulawesi Barat Tumbal Proyek IKN

Sulawesi Barat di tetapkan menjadi salah satu wilayah untuk menopang berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN). Demi memenuhi ambisi itu, ribuan ton material pasir dan batu gaja akan di suplai ke IKN. Pelabuhan-pelabuhan dengan kapal tongkang mulai berdiri untuk menyediakan material IKN. Material ini di ambil dari tambang-tambang di Kabupaten Mamuju dan Majene.

JATAM mengatakan, konsesi tambang batu gajah di Desa Lebani, Kabupaten Mamuju di bawah PT. ABL seluas 383 hektar dan Desa Labuan Rano oleh PT. TBA dengan luas konsesi 45,83 hektar, telah menimbulkan penolakan dan perlawanan dari warga sipil.

“Perlawanan yang serupa juga di lakukan oleh masyarakat Desa Banua Sendana, yang sampai saat ini berjuang untuk mempertahankan ruang hidupnya. Ada ancaman daya rusak pertambangan batu gajah PT Putra Bonde Mahatidana (PBM),” ungkap Alfarat.

Sedangkan di Kabupaten Pasangkayu, JATAM mengatakan terdapat tambang pasir laut yang di kelola oleh PT Kulaka Jaya Perkasa dengan luas 1000 Hektar, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lariang yang juga di kepung oleh konsesi pertambangan pasir dan batuan.

Sementara Kabupaten Mamuju Tengah, terdapat Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangunan Bendungan Budong-budong. Ini merupakan bendungan pertama di Sulawesi Barat. Letaknya di Desa Salulebo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Bendungan ini mulai di kerjakan Desember 2020, memiliki kapasitas tampung 65,18 juta m3. Proyek itu disebut pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) seluas 3.577 hektar. Bendungan yang di bangun senilai Rp 1,02 triliun ini juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter/detik.

“Pembangunan bendungan ini telah menyingkirkan dan merampas lahan-lahan warga. Ini juga akan memicu bencana alam besar, mengingat di wilayah Sulawesi Barat terdapat sesar aktif. Sesar itu menyulut gempa bumi awal 2021 dan 100 korban jiwa, 7.800 rumah rusak dan 37.000 orang mengungsi,” ungkap Alfarat.

Melihat kondisi itu, koalisi Masyarakat Sipil Sulawesi Barat mengatak, wiayah mereka darurat konsesi. Hal itu di perparah oleh ancaman ekspansi industri ekstraktif yang di permudah oleh pemerintah.

“Kami menuntut, hentikan segala upaya perluasan perusakan ruang hidup warga di Sulawesi Barat. Kementerian ESDM segera mencabut seluruh izin tambang mineral batubara yang telah merusak ekosistem, mencemari lingkungan dan merampas lahan warga. Batalkan pengusulan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Logam Tanah Jarang. Hentikan Operasi dan cabut izin PLTU Mamuju serta hentikan penambangan dan cabut izin tambang pasir batu untuk suplai IKN. Sulawesi Barat Bukan Tumbal IKN,” tutupnya

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batik Air Mamuju Makassar

    Batik Air Mamuju-Makassar Kembali Beroperasi Mulai 20 Juni, Terbang Tiga Kali Seminggu

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 233
    • 2Komentar

    “Kami sangat merespons positif keputusan Batik Air untuk kembali terbang. Dan jika nanti ada kendala seperti minimnya penumpang, Pemprov siap melakukan intervensi agar rute ini tetap berjalan,” tegas Maddereski. Dihadiri Dua Dirut Maskapai Nasional Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta, dan turut dihadiri oleh Dirut Batik Air, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, serta Dirut Super Air […]

  • Gantung diri di Papalang Mamuju

    Putus Pacar, Pria di Papalang Mamuju Ditemukan Gantung Diri

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 144
    • 0Komentar

    “Saudara perempuannya melihat korban sedang telponan dengan pacarnya yang ada di kota Makassar dalam keadaan marah (bertengkar). Di malam hari, setelah kembali dari acara pernikahan, korban masih didapati teleponan dengan pacar dengan nada marah,” ungkap Iptu Makmur. Tidak lama kemudian, saudara laki-laki korban mendapati M sudah tergantung di lantai dengan seutas tali yang terlilit di […]

  • Dirjen Transmigrasi Tinjau Dua Lokasi Rencana Pembangunan Mess Patriot di Mamuju

    Dirjen Transmigrasi Tinjau Dua Lokasi Rencana Pembangunan Mess Patriot di Mamuju

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Sigit Mustofa Nurudin, meninjau dua lokasi rencana pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/1/2026). Peninjauan tersebut didampingi Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Abdul Wahab. Sebelumnya, dua lokasi calon lahan pembangunan Mess Patriot telah dikunjungi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama […]

  • Wawali Agus Haris Pimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kota Bontang

    Wawali Agus Haris Pimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kota Bontang

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mewakili Wali Kota memimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Kantor Wali Kota, Selasa (9/9/2025). Rapat yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki, Plt Kepala Bapperida, Sony Suwito, serta […]

  • Blok migas Sulbar

    Hatta Kainang Singgung Pemprov Sulbar Tidak Serius Tangani SDA

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 89
    • 0Komentar

    “Kita harus belajar dari Sultra, Sulteng, atau Maluku utara. Untuk itu saya sebagai anggota DPRD Sulbar akan mendorong Ranperda peran masyarakat dalam usaha pertambangan,” Kata Hatta, jika hal itu bisa diramu dengan baik, dia yakin perencanaan investasi di Sulbar akan jauh lebih matang dan berdampak positif. “Kami harap ini diseriusi secara baik dan cepat, kami […]

  • Rujab, Randis dan Fasilitas Lain Eks Ketua DPRD Mamuju Ditarik Usai Ketua Definitif Terpilih

    Rujab, Randis dan Fasilitas Lain Eks Ketua DPRD Mamuju Ditarik Usai Ketua Definitif Terpilih

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 120
    • 2Komentar

    “Jadi kita tunggu sesuai mekanisme, pergantian ketua kita tunggu keputusan DPP Nasdem” kata Syamsuddin Hatta. Terkait upaya hukum yang dilakukan ketua pasca diberhentikan, Syamsuddin Hatta mengaku menghargai proses yang dilakukan. “Jika upaya Kasasi yang ditempuh berhasil dan mendapat surat SK dari Partai Pengusungnya kembali sebagai ketua maka kita laksanakan,” ujarnya.

expand_less