Sosok ‘El Mencho’, Raja Narkoba CJNG Tewas Ditembak Tentara Meksiko
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Nemesio Oseguera Cervantes, bos Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang dikenal dengan julukan “El Mencho”, tewas setelah bentrokan dengan militer Meksiko pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat. Ia meninggal dalam usia 59 tahun.
Dilaporkan AFP, Oseguera terluka dalam operasi militer di Tapalpa, negara bagian Jalisco. Ia sempat diterbangkan ke Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Nama Nemesio Oseguera Cervantes selama ini dikenal sebagai salah satu gembong narkoba paling berpengaruh di Meksiko. Ia memimpin Kartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), organisasi kriminal yang dalam beberapa tahun terakhir disebut-sebut sebagai kartel terkuat di negara tersebut.
Oseguera kerap dibandingkan dengan dua tokoh besar kartel sebelumnya, yakni Joaquin Guzman alias “El Chapo” dan Ismael Zambada. Kedua nama itu kini mendekam di penjara Amerika Serikat.
Dari Michoacan hingga Bangun CJNG
Oseguera lahir di Aguililla, negara bagian Michoacan, wilayah yang dikenal sebagai pusat produksi ganja ilegal sejak lama. Saat muda, ia sempat beremigrasi ke Amerika Serikat, namun ditangkap karena kasus perdagangan heroin, dipenjara, lalu dideportasi ke Meksiko.
Sepulangnya ke tanah air, ia bergabung dengan kartel Milenio. Konflik internal memaksanya berpindah dan kemudian membentuk kelompok bersenjata yang dikenal sebagai Matazetas pada 2009, bekerja sama dengan Kartel Sinaloa untuk melawan Los Zetas.
Tak lama kemudian, ia mendirikan CJNG dan memperluas pengaruhnya ke berbagai negara bagian. Setelah penangkapan dan ekstradisi para pesaingnya ke AS, CJNG berkembang menjadi kekuatan dominan dalam jaringan narkotika Meksiko.
Tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris. Washington menuduh kelompok tersebut terlibat dalam perdagangan fentanyl, penyelundupan migran, pemerasan, pencurian minyak dan mineral, serta perdagangan senjata.
Pengamat narkotika Jose Reveles menyebut Oseguera dikenal memiliki karakter agresif dan kerap menantang langsung aparat negara, berbeda dengan kartel lain yang lebih memilih pendekatan defensif.
Serangan Spektakuler dan Gelombang Kekerasan
Pada 2020, Oseguera memerintahkan serangan terhadap Kepala Kepolisian Mexico City saat itu, Omar Garcia Harfuch. Serangan tersebut melukai sang pejabat dan menewaskan tiga orang lainnya. Kini, Harfuch menjabat sebagai pejabat keamanan tingkat nasional.
Salah satu aksi paling brutal CJNG terjadi pada 2015 ketika kelompok itu menyergap pasukan keamanan di Jalisco dan menggunakan senjata RPG untuk menembak jatuh helikopter militer. Puluhan orang dilaporkan tewas dalam gelombang kekerasan tersebut.
Kematian Oseguera memicu kerusuhan baru. Lebih dari 20 ruas jalan di Jalisco, termasuk Tapalpa, diblokir menggunakan kendaraan yang dibakar. Sejumlah penerbangan dilaporkan dibatalkan akibat situasi keamanan yang memburuk.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyatakan pemerintah pusat berkoordinasi dengan otoritas negara bagian untuk mengendalikan situasi.
Amerika Serikat dan Kanada juga mengeluarkan peringatan perjalanan menyusul eskalasi kekerasan tersebut. Pemerintah AS meminta warganya di Meksiko untuk berlindung di tempat aman hingga situasi dinyatakan kondusif.
Jejak Keluarga
Dalam kehidupan pribadi, Oseguera menikah dengan Rosalinda Gonzalez Valencia pada 1990-an dan memiliki tiga anak. Putra sulungnya, Ruben Oseguera Gonzalez, alias “El Menchito”, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di AS atas kasus narkotika dan senjata api.
Gonzalez Valencia sendiri sempat dipenjara atas dugaan transaksi keuangan mencurigakan sebelum akhirnya dibebaskan tahun lalu.
Kematian “El Mencho” menandai berakhirnya era salah satu figur paling berpengaruh dan kontroversial dalam sejarah perang narkoba Meksiko. Namun, banyak pihak menilai, tumbangnya satu tokoh besar belum tentu menghentikan siklus kekerasan yang telah lama membayangi negara tersebut.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
