Petisi Tolak Manajer KDMP Nonlokal Muncul di Media Sosial, Warga Minta Putra Daerah Diprioritaskan
- account_circle mekora.id
- calendar_month 44 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Petisi penolakan terhadap calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang bukan penduduk asli mulai ramai beredar di media sosial di tengah proses rekrutmen yang sedang berlangsung.
Di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, petisi tersebut tersebar di berbagai platform media sosial dengan tulisan “Tolak Manager KDMP yang bukan penduduk asli”.
Munculnya petisi itu disebut berkaitan dengan tahapan seleksi calon manajer KDMP dan KNMP yang dinilai sebagian warga memunculkan sejumlah kejanggalan dan menjadi sorotan publik.
Salah satu netizen, Riskul, mengatakan masyarakat berharap proses seleksi tetap memprioritaskan sumber daya manusia (SDM) lokal karena dinilai lebih memahami kondisi sosial masyarakat setempat.
Ia menilai tenaga lokal memiliki kemampuan adaptasi yang lebih cepat sehingga layak menjadi prioritas dalam pengelolaan koperasi desa.
“Kami bukan menolak peserta dari luar, tetapi berharap putra daerah juga diberikan prioritas dan kesempatan besar karena mereka lebih memahami kondisi masyarakat Aralle,” ujar Riskul, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, posisi manajer koperasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Karena itu, sosok yang terpilih diharapkan benar-benar memahami kebutuhan dan karakter masyarakat lokal.
Riskul juga menyebut banyak generasi muda lokal di masing-masing wilayah yang dinilai memiliki kemampuan dan kompetensi untuk mengelola koperasi secara profesional.
Karena itu, ia berharap proses seleksi dilakukan secara terbuka, adil, dan tetap memperhatikan aspirasi masyarakat setempat.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif dan menghormati tahapan seleksi yang masih berlangsung.
“Saat ini masih tahap ujian, jadi kita hormati prosesnya. Namun harapan masyarakat tentu agar putra daerah bisa diberi ruang dan kepercayaan,” tambahnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar