Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Lagi, Pasien Kritis di Kalumpang Ditandu 27 Kilometer Karena Akses Jalan Terbatas

Lagi, Pasien Kritis di Kalumpang Ditandu 27 Kilometer Karena Akses Jalan Terbatas

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Potret keterbatasan akses kesehatan kembali dirasakan warga di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Sabtu pagi, (7/12/ 2024). Seorang warga Desa Lasa bernama Jeri (21) yang dalam kondisi kritis, harus ditandu sejauh 27 kilometer oleh warga untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas terdekat.

Proses evakuasi ini dilakukan melalui jalan setapak yang melintasi hutan dan pegunungan, hal itu karena akses kendaraan roda empat belum tersedia di wilayah tersebut. Situasi ini membuat warga Lasa hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik dan kerja sama untuk membawa pasien menuju fasilitas kesehatan.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Lasa, Freddy Yusak P. Tande, mengatakan telah menghubungi pihak Puskesmas agar warganya yang ditandu itu  segera dirujuk ke ibu kota kabupaten, Mamuju, untuk mendapatkan perawatan.

“Karena kondisinya yang sudah kritis, pasien harus segera mendapatkan penanganan medis yang lebih baik,” kata Freddy kepada Mekora.id.

Menurut Freddy, rombongan warga berangkat dari Desa Lasa pada pukul 10.00 WITA dan diperkirakan tiba di Puskesmas Karataun sekitar pukul 16.30 WITA, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tujuh jam.

“Tadi pagi sekitar Pukul 10.00 WITA berangkat dari Desa Lasa dan perkiraan akan tiba di Puskesmas Karataun Pukul 16.30 WITA,” tambah Fredy.

Kejadian Serupa di Desa Tetangga

Kejadian warga ditandu seperti ini, bukan yang pertama kali terjadi di wilayah Kecamatan Kalumpang. Sebelumnya, warga Desa Salumakki juga mengalami hal serupa. Pasien kritis dari desa tersebut harus ditandu sejauh 28 kilometer untuk mendapatkan perawatan medis. Desa Lasa, Desa Siraun, dan Desa Salumakki menjadi tiga desa yang masih terisolasi akibat minimnya infrastruktur jalan yang layak.

Penjabat Kepala Desa Lasa berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi akses jalan di wilayah tersebut. “Ini sudah berlangsung turun-temurun, dan sangat membebani warga, terutama saat keadaan darurat seperti ini,” pungkas Freddy.

Keterbatasan akses kesehatan di Kecamatan Kalumpang menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan di wilayah terpencil. Dengan akses jalan yang memadai, warga tidak hanya akan lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan mobilitas dan ekonomi desa-desa terisolir.

Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur di wilayah ini untuk mengakhiri kisah memilukan yang terus berulang setiap kali ada warga yang membutuhkan penanganan medis mendesak.

Laporam : Yudi Toda

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • PARCEL LEBARAN DPRD Sulbar

    Sekretariat DPRD Sulbar Bagi-bagi Parcel Untuk Tenaga Non-ASN

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 133
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Dalam semangat kebersamaan dan solidaritas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H., Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Hamzih, didampingi Kabag Umum, Stephanus Buntu Madika melakukan pemberian parcel Lebaran kepada para tenaga non-ASN yang bertugas di lingkup Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Selasa, (2/4/2024). Acara yang diadakan di rumah Aspirasi Sekretariat DPRD […]

  • DBD Sulbar

    Kasus DBD di Sulbar Meledak, Mamuju Mendominasi

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Barat selama periode Januari hingga Maret 2024 mengalami ledakan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat, DBD sepanjang periode itu tercatat 437 kasus dengan 1 kematian. Kabupaten Mamuju jadi yang paling tinggi dengan 237 kasus, disusul Polewali Mandar (Polman) 81 kasus, Pasangayu 54 kasus, […]

  • Kuasa Hukum, Ardi Firanata. Korban AKBP RA

    Kuasa Hukum Korban Dugaan Pengancaman AKBP RA, Desak Terlapor Dikenakan Pasal Berlapis

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 199
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Korban dugaan pengancaman dan penipuan oleh oknum Perwira Menengah (Pamen) di Polda Sulawesi Barat (Sulbar), mendesak pihak Subdit Wabprof Propam untuk menjerat terlapor AKBP RA dengan pasal berlapis. Hal itu disampaikan langsung oleh Kuasa Hukum korban, Ardin Firanata, di Mamuju, setelah mendampingi korban memberikan keterangan di Polda Sulbar, Jumat, (22/11/2024). “Oknum AKBP […]

  • KPPS Mamuju

    Buruan Daftar, KPU Mamuju Rekrut 5852 Anggota KPPS Untuk Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 125
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – KPU Mamuju mengumumkan perekrutan anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) untuk Pemilu 2024. KPU Mamuju akan merekrut 5852 anggota KPPS untuk 836 TPS, yang diumumkan melalui surat NOMOR : 717 /PP.04.1-PU/7602/2023, Pada Senin (11/12/2023). Bagi warga negara Indonesia yang minimal telah berumur 17 tahun, kamu bisa jadi bagian dari penyelenggara ditingkat TPS. […]

  • Panja DPRD Sulbar

    Panja DPRD Sulbar Sambangi Kantor BKAD Sulsel Sandingkan Ranperda Aset

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Panitia Kerja (Panja) DPRD Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kunjungan kerja terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Sulawesi Barat dan melakukan peninjauan ke Mess Sulbar di Makassar. Selasa, (16/7/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan barang milik daerah guna penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengelolaan […]

  • Buaya di Topoyo

    Seekor Buaya di Topoyo Mamuju Tengah Muncul di Pemukiman, Berhasil Dievakuasi

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 253
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seekor buaya terekam kamera warga memasuki pemukiman di Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kemunculan buaya berukuran sedang tersebut sontak menjadi tontonan warga sekitar, pada, Rabu, (8/5/2023). “Buaya tersebut muncul di dalam rawah yang airnya tidak begitu dalam dan berada di sekitar pemukiman padat penduduk,”ungkap Adriani, salah satu warga […]

expand_less