PASANGKAYU, Mekora.id – Seorang Jurnalis Tribun Sulbar, Taufan, mengaku mengalami pemukulan saat menghadiri undangan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan pungutan liar dan pemukulan siswa di SMA Negeri 1 Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Jumat (18/9/2026).
Pemukulan tersebut disebut terjadi ketika Taufan menghadiri undangan pihak sekolah untuk mengikuti proses klarifikasi menyusul pemberitaan yang sebelumnya viral.
Taufan mengatakan dirinya datang ke sekolah dengan itikad baik untuk memberikan penjelasan sekaligus membuka ruang hak jawab. Setibanya di lokasi, ia masuk ke sebuah ruangan bersama salah satu staf guru dan berbincang dalam suasana santai.
Tidak lama kemudian, seorang pria bernama Umar datang mengantar istrinya yang merupakan salah satu guru di sekolah tersebut. Umar kemudian bergabung dalam perbincangan bersama Taufan.
Menurut keterangan Taufan, Umar mulai mempersoalkan pemberitaan yang dibuatnya dan meminta agar berita tersebut dipertanggungjawabkan. Umar juga disebut mengaku sebagai bagian dari keluarga Taufan.
Dalam perbincangan itu, Taufan mengaku mendapat ucapan bernada ancaman dari Umar.
“Siapapun kau, kalau kau bikin masalah, saya orang berani mati di sini,” ujar Taufan menirukan ucapan Umar.
Taufan mengaku tidak terlalu menanggapi ucapan tersebut. Umar kemudian disebut menuding dirinya membuat berita hoaks.
Taufan membantah tudingan itu. Ia menyatakan bahwa pemberitaan yang dibuatnya berdasarkan keterangan narasumber.
Situasi kemudian memanas. Taufan menyebut Umar berdiri dan melayangkan pukulan ke arahnya. Salah seorang guru yang berada di ruangan tersebut sempat berusaha menahan tindakan Umar.
Namun, menurut Taufan, Umar kembali melakukan pemukulan sehingga dirinya berupaya menangkis menggunakan tangan kiri.
“Saya tangkis pakai tangan kiri. Andai tidak saya tangkis, pukulan itu pasti mendarat di mukaku,” kata Taufan.
Pelaku Tantang Lapor Polisi
Taufan mengatakan persoalan tersebut tidak berhenti setelah kejadian di dalam ruangan. Saat berada di luar ruangan, Umar disebut kembali menunjuk-nunjuk dirinya dan menantangnya untuk melaporkan peristiwa itu kepada polisi.
“Kalau kau lapor polisi, saya tunggu laporanmu. Saya tunggu beraninya melapor polisi,” ujar Taufan menirukan ucapan Umar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMA Negeri 1 Bambalamotu maupun Umar terkait dugaan pemukulan dan ancaman yang disampaikan Taufan.