Jelang Akhir Masa Jabatan, GMNI Mamuju Nilai Pj Gubernur Sulbar Lemah pada 3 Aspek
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 15 Apr 2024
- comment 1 komentar
- print Cetak

Muh. Harfin, Sekretaris Cabang GMNI Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Diantara dua pendapat masa jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Zudan Arif Fakrulloh yang akan berakhir 12 Mei 2024 mendatang. Catatan kritis datang dari kalangan pemuda.
Catatan kritis itu datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju. Sekretaris GMNI Mamuju, Muh. Harfin mengatakan, Zudan dalam menjabat Pj Gubernur Sulbar dalam 11 bulan terakhir berhasil membenahi sejumlah sektor.
Termasuk, perampingan pelayanan publik melalui transpormasi digital, dan peningkatan kinerja sejumlah OPD. Termasuk berhasil menurunkan angka putus sekolah yang sempat menjadi polemik di Sulbar.
Tak terasa jabatan PJ Gubernur Sulawesi Barat dalam hal ini Profesor Zudan Arif Fachrullah sudah berada diakhir masa jabatannya dan belakang ini banyak nya desas-desus atau polemik tentang perpanjangan masa jabatan PJ Gubernur Sulawesi Barat.
“Prof. Zudan berhasil menyelesaikan sejumlah masalah dasar di Sulbar,” kata Harfin, Minggu (14/04/2024) malam.
Namun begitu, kinerja cukup baik Zudan itu diberi catatan kritis oleh GMNI Mamuju. Terutama pada personalan konflik interes antar masyarakat dan perusahaan, masih kaku dengan kritik, hingga lemahnya pengawasan perizinan pertambangan.
Berikut catatan GMNI Mamuju untuk Pj Gubernur Sulbar :
1. Adanya Dugaan Pembiaran terhadap pembangunan Bunker RS REGIONAL yang didalam proses pembangunannya tidak sesuai dengan tahapan administrasi hukum, sebagai pejabat gubernur seharusnya bukan hanya mementingkan pembangunan tetapi juga harus melihat apakah didalam pembangunan nya itu sudah sesuai dengan prosedur atau tidak karena yang harus dikedepankan adalah keselamatan dan kesehatan lingkungan dan masyarakat.
2. Pemprov dibawah kepemimpinan Pj Gubernur Prof Zudan lamban dalam menyelesaikan masalah jalan antara Perusahaan PT. BPC dan Masyarakat di Bonehau-Kalumpang, seharusnya ini dapat menjadi salah satu titik fokus dari stake holder terkait,mengingat sebahagian besar para pekerja di PT. BPC itu adalah masyarakat setempat, Jika terlambat dalam memediasi serta mengambil langkah prefentif yang menjadi kekhawatirannya ialah terjadi Konflik Horizontal yang berkepanjangan. Pecahnya keributan antara pekerja dan masyarakat yang notabene nya adalah masyarakat setempat
3. Pj Gubernur Sulawesi Barat Zudan Arif Fachrullah diduga sempat mempolisikan Mahasiswa ketika hendak memperjuangkan nasib rakyat. Disini kami menyampaikan secara tegas bahwa kami berjuang untuk kepentingan rakyat, kami bukan preman apalagi musuh bagi pemerintah. Kami anggap tindakan mempolisikan Mahasiwa adalah cara ala Diktator untuk membungkam gerakan kritis-revolusioner oleh kaum-kaum gerakan Aktivis maupun Mahasiswa!
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
