Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Desak Izin Tambang Pasir di Sungai Kalukku Dicabut, Warga : Kampung Kami Terancam!

Desak Izin Tambang Pasir di Sungai Kalukku Dicabut, Warga : Kampung Kami Terancam!

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
  • comment 6 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rapat Dengar Pendapat (RDP)

Setelah berorasi di depan DPRD Sulbar, ratusan pengunjuk rasa kemudian ditemui oleh Wakil Ketua Sementara, Munandar Wijaya, dan Anggota DPRD lain dari Dapil 5 Mamuju yakni Firman Argo Waskito, M. Khalil Qibran, Zulfakri Sultan, dan Yudiaman.

Di Hadapan Anggota DPRD Sulbar, warga membuka sejumlah dokumen, salah satu yang menarik perhatian yakni adanya surat perjanjian antara Kepala Desa Beru-Beru dan pihak perusahaan. Dalam surat perjanjian yang ditandatangani 21 November 2023 itu, pihak perusahaan tambang akan menyewa lokasi tambang sebesar Rp. 15 juta pertahun selama kurun lima tahun pada Pemdes Beru-Beru.

Namun, surat perjanjian itu kemudian dibatalkan melalui surat lainnya yang ditandatangani pada 3 Januari 2024. Dalam poin pertama kesepakatan itu dibatalkan lantaran wilayah yang dimaksud masuk dalam wilayah hutan lindung.

“Jadi kami mempertanyakan surat perjanjian itu, kok bisa ijin terbit jika memang itu dalam kawasan hutan lindung,” ungkap Mustakim, Kepala Dusun Babalalang, Desa Beru-Beru.

Selain itu, Mustakim selaku kepala dusun mengaku, pernah diajak sosialisasi oleh pemerintah desa. Namun tidak membahas tentang tambang melainkan disebut tambak udang.

“Setahu saya memang ada pertemuan dengan kepala desa, tapi tidak ada tentang tambang tapi katanya itu tambak udang,” ungkap Mustakim.

Dengan rangkaian itu, warga menyebut pengurusan dokumen yang dilakukan oleh PT. Jaya Pasir Andalan mengelabui dan membohongi warga. Sehingga mereka mengaku siap melakukan pasang badan andai tambang pasir berjalan.

“Kami tidak tau lagi harus bagaimana, jika izin tambang tidak cabut maka kami siap bermalam di DPRD. Sekarang kami hanya menumpukan harapan pada DPRD Sulbar,” kata Warga Kalukku Barat, Abdul Hamid.

Setelah melakukan dialog yang turut dihadiri Dinas ESDM, DInas PTSP, Balai Wilayah Sungai III Palu, Camat Kalukku, dan Kepala Desa Beru-Beru.

DPRD Sulbar akhirnya memenuhi tuntutan pengunjuk rasa setelah warga mengancam akan menduduki kantor DPRD. Berita acara itu ada lima poin, yakni :

1. Jangan ada aktivitas PT. Jaya Pasir Andalan sampai atau sebelum ada hasil Rapat Koordinasi
2. Pimpinan Rapat meminta masyarakat tidak melakukan upaya-upaya lain sebelum dan setelah adanya kesimpulan dalam upaya lembaga DPRD Provinsi Sulawesi Barat untuk mengkroscek lebih jauh tentang permasalahan yang di masyarakat.
3. DPRD Provinsi Sulawesi Barat akan memanggil khusus PT. Jaya Pasir Andalan
4. DPRD Provinsi Sulawesi Barat akan melakukan upaya kunjungan kerja ke lokasi tambang yang dimaksud
5. Pimpinan Rapat akan menyampaikan dan melaporkan ke Pimpinan DPRD atas hasil kesepakatan ini.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • ansus Jaringan Ultilitas DPRD Sulbar

    Pansus Jaringan Utilitas DPRD Sulbar Lanjutkan Pembahasan Ranperda

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 114
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD Sulawesi Barat kembali mengadakan Rapat Pansus terkait lanjutan pembahasan Ranperda tentang Jaringan Utilitas, Rapat itu dilaksanakan di Ruang Kerja Komisi III DPRD Sulbar, Selasa, (05/03/2024). Rapat ini dipimpin langsung Ketua Ranperda Jaringan Utilitas, Sukardy M Noer, didampingi Wakil Ketua Pansus Taufiq Agus, dan Sekretaris Pansus Abidin Abdullah, serta OPD terkait antara […]

  • Air panas Tahaya-haya

    Air Panas Tahaya-haya Memprihatinkan, GMNI Mamuju Lakukan Baksos

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 157
    • 1Komentar

    “Kami sangat prihatin dengan kondisi yang ada di tempat Wisata ini, hanya jalan setapak dan batang pohon kelapa yang lapuk,” kata Adam, Senin (30/10/2023). Melalui gerakan itu, GMNI Mamuju ingin memantik perhatian pemerintah daerah untuk objek wisata yang telah lama terabaikan itu. Adam mengatakan, objek wisata dengan nama lokal Wai Panas Managallang ini memiliki nilai […]

  • Ketua DPRD Sulbar

    Ketua DPRD Sulbar Harap Rekonstruksi Gedung Baru Segera Rampung.

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 61
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Suraidah Suhardi bersama Ketua Komisi II, Sudirman, mengecek progres pembangunan Gedung DPRD Sulbar, Selasa (27/02/2024). Menurut Suraidah, peninjauan itu dilakukan untuk memonitoring pembangunan agar selesai sesuai target. “Saya sengaja mengunjungi langsung ke lokasi untuk mengecek progres sekaligus memberikan semangat kepada Konsultan Perencanaan dan […]

  • Andi Ibrahim Masdar

    Maju di Pilgub Sulbar, Ini Sederet Prestasi Andi Ibrahim Masdar Saat Menjabat Bupati Polman

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 194
    • 0Komentar

    “Hal ini dilakukan untuk mendekatkan layanan dan meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Polewali Mandar, inilah bukti kepedulian terhadap masyarakat selama menjabat Bupati,” ungkap AIM yang dimuat dari Akun TikTok Officialnya, Selasa, (12/11/2024). Sementara di sektor Pertanian, AIM berhasil meningkatkan produksi padi, Jagung, Kakao dan Kelapa sejak tahun 2014 sampai tahun 2022. Berdasarkan data, produksi padi […]

  • Maskot Pilkada Sulbarb diluncurkan

    Maskot Pilkada 2024 Sulbar “i Penur” Resmi Diluncurkan, Ini Maknanya

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Ketua KPU Sulbar, Said Usman Umar mengatakan, I Penur menjadi sebuah penggabungan konsep masyaratak Sulbar yang mampu menyatukan dalam keberagaman, perbedaan adat istiadat di tengah Sulbar yang multi etnis. Dengan begitu pelaksanaan Pilkada 2024 nanti, KPU Sulbar ingin menyatukan perbedaan adat istiadat, perbedaan pandangan, perbedaan ideologi untuk menyatu dalam membangun Sulbar. “Penyu merupakan binatang yang […]

  • Mayat di Dalam Parit di Balanipa

    Lansia di Balanipa Ditemukan Tewas di Parit Setelah 5 Hari Tinggalkan Rumah

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Korban dilaporkan meninggalkan rumah pada Selasa, 17 Desember 2024 sekitar pukul 10.00 WITA. Keluarga sempat menerima informasi bahwa korban terlihat di Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, namun upaya pencarian tidak membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia. “Korban sering kali meninggalkan rumah meski sudah diperingatkan oleh pihak keluarga,” tambah Kapolsek. Usai ditemukan, jenazah korban sempat […]

expand_less