MAJENE, Mekora.id – Sejumlah mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STAIN Majene, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Majene, pada Rabu, (22/1/2025).

Dalam aksinya, IMM STAIN Majene menyoroti persoalan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang belum dibayarkan pemerintah daerah sejak 2023 lalu.

“Kami mempertanyakan mengapa sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait BPJS untuk rakyat miskin, bahkan sejak tahun 2023 lalu belum dibayarkan,” kata Koordinator Aksi, Aldi, dalam orasinya.

Selain itu, para demonstran juga menyoroti seleksi  Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Majene, yang dinilai tidak transparan. Mereka menuding ada praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses itu.

“Kami meminta penjelasan terkait seleksi PPPK yang tidak transparan dan terindikasi praktik KKN. Bahkan ada Kepala Dinas yang memunculkan tenaga honorer misterius yang mendaftar PPPK,” ujar Aldi.

Seusai melakukan orasi, para pengunjuk  rasa kemudian ditemui oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Majene, Mustamin. Kepada pengunjuk rasa ia berjanji segera menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dengan OPD terkait.

“Kami menyambut baik tuntutan dari adik-adik mahasiswa, saya berjanji akan segera melaksanakan koordinasi dengan OPD terkait serta akan melaksanakan Audiensi guna menindaklanjuti beberapa Persoalan yang disampaikan oleh Massa Aksi,” pungkas Mustamin.

Setelah aksi itu, para pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri dengan tertib.