Festival Muara Sungai Budong-Budong : Merawat Tradisi, Menjaga Alam
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Festival Muara Sungai Budong-Budong, di Desa Babana, Mamuju Tengah. Senin, (9/6/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perwakilan masyarakat, Aco Muliadi, menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan, tetapi menentang segala bentuk investasi yang mengorbankan ruang hidup mereka.
“Kami bukan anti investasi. Tapi ketika ruang hidup kami terancam, kami akan berdiri dan melindunginya,” tegasnya.
Rangkaian Festival
- Peserta Festival Muara Sungai Budong-Budong, membacakan puisi tentang lingkungan.
Pada sesi siang, festival diramaikan dengan pertunjukan silat, tari tradisional, musikalisasi puisi, diskusi lingkungan, serta deklarasi penolakan tambang.
Sedangkan pada malam hari, masyarakat disuguhkan pemutaran film dokumenter bertema lingkungan hidup, kemudian acara ditutup dengan makan bersama warga sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas.
Budaya Lokal, Benteng Lingkungan
Festival Muara Sungai Budong-Budong II menjadi cermin nyata kekuatan budaya lokal dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan dan hak hidup masyarakat adat. Dengan semangat gotong royong, warga Budong-Budong terus berupaya menjaga kearifan lokal sekaligus mempertahankan kelestarian muara sungai yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
