Bantuan Kambing di Pemprov Sulbar Polman Catat 134 Kelahiran Ternak
- account_circle mekora.id
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bantuan Kambing Pemprov Sulbar di Polewali Mandar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) terus memastikan efektivitas dan keberlanjutan program bantuan di sektor peternakan. Salah satunya melalui kegiatan monitoring bantuan bibit ternak kambing Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (11/1/2026).
Monitoring tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Sulbar, Hamdani Hamdi, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar Andi Afandi Rahman, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Akhmad Farid, serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Sulbar Nur Kadar.
Hasil monitoring menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Enam bulan setelah penyaluran, bantuan ternak kambing telah mencatat 134 ekor kelahiran serta 276 ekor kambing dalam kondisi bunting.
“Alhamdulillah, ini progres yang sangat baik. Sekitar 25 persen ternak sudah produktif, dan jumlah ini akan terus bertambah seiring waktu,” ujar Hamdani Hamdi di sela kunjungan.
Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program pembangunan peternakan yang dijalankan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK–JSM), sejalan dengan visi pembangunan Panca Daya Sulbar.
“Program ini benar-benar berjalan dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain meningkatkan populasi ternak, bantuan ini ikut mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian dan peternakan serta memperkuat kesejahteraan petani dan peternak,” jelas Hamdani.
Tak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, Pemprov Sulbar juga mendorong pengembangan peternakan berbasis hilirisasi secara terintegrasi.
“Ke depan, pengembangan kambing ini harus masuk dalam ekosistem hilirisasi, mulai dari pembibitan, penggemukan hingga pemasaran. Targetnya bukan hanya swasembada, tapi menjadikan Sulbar sebagai sentra dan penyuplai bibit kambing ke provinsi lain,” tegasnya.
Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, Hamdani optimistis Sulbar mampu menjadi daerah penyangga kebutuhan bibit ternak, khususnya bagi wilayah Kalimantan Timur dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami yakin Sulbar bisa menjadi pemasok bibit kambing berkualitas untuk wilayah sekitar IKN dan daerah lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menegaskan pihaknya akan terus melakukan pendampingan berkelanjutan agar program bantuan ternak memberi manfaat jangka panjang.
“Kami akan rutin melakukan monitoring dan evaluasi agar bantuan ini terus berkembang dan berkelanjutan,” katanya.
Dari sisi penerima manfaat, Ketua Kelompok Tani Pemuda Aribang, Masdar, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.
“Kami bersyukur atas bantuan ini. Kambingnya besar dan produktif. Saat ini sudah tujuh ekor melahirkan dan sembilan ekor bunting. Ini sangat membantu meningkatkan ekonomi kelompok kami,” tuturnya.
Program bantuan bibit ternak kambing ini diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi ternak di Sulbar, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya ekonomi peternakan berbasis hilirisasi yang berkelanjutan dan berdaya saing antarwilayah.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar