Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Apkasindo Perjuangan Gugat Harga Sawit di Sulbar, Minta DPRD Panggil Perusahaan  

Apkasindo Perjuangan Gugat Harga Sawit di Sulbar, Minta DPRD Panggil Perusahaan  

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id –  Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Perjuangan dari tiga daerah di Sulawesi Barat (Sulbar), menggugat harga kelapa sawait yang anjlok da  merugikan petani pada DPRD Sulbar. Pertemuan itu berlangsung di Ruang Komisi II, pada Selasa, (18/2/2025).

Ketua DPD Apkasindo Perjuangan Kabupaten Mamuju, Bustan P, menyampaikan selepas pemerintahan Gubernur pertama, tata kelola niaga sawit di Sulawesi Barat sampai  ini jadi tidak jelas alias gelap. Hal itu setelah harga Tandan Buah Segar (TBS) dibeli perusahaan dengan harga rendah.

“Masalah ini telah menjadi persoalan sejak masa pemerintahan Anwar Adnan Saleh, yang membuat harga kelapa sawit dibeli sewenang-wenang oleh perusahaan,” kata pria yang akrab disapa Bung Bara ini.

Padahal kata dia, Pemerintah daerah bersama pabrik kelapa sawit (PKS) dari 14 perusahaan di Sulawesi Barat rutin menggelar rapat penentuan harga. Namun setelah di lapangan perusahaan nyatanya membeli dibawah harga yang telah disepakati.

Terlebih kata Bustan. P, tidak ada langkah yang diambil oleh pemerintah Provinsi perihal harga sawit di Sulbar yang dibeli murah. Kata dia, ini menimbulkan ketidak jelasan dan berbuntut kerugian yang dialami petani kelapa sawit.

“Bayangkan pak, setiap harga ditentukan di dalam rapat perusahaan selalu bilang ia. Tetapi setelah di lapangan, malah dibeli dengan seenaknya. Ini berulang setiap selesai rapat penentuan harga dan tidak tindakan dari Pemerintah,” ujarnya.

Harga TBS di Kabupaten tetangga lebih menyedihkan, menurut Ketua Apkasindo Perjuangan Mamuju Tengah, Sopliadi, selisih harga sawit yang dibeli perusahaan bisa selisih dibawa 800 Rupiah per kilogram dari harga pasaran.

“”Berdasarkan dengan keputusan saat ini harga sawit yang diterima petani jauh dari harapan, bahkan ada sampai 2.400 beda 800 dari harga pasaran yang ada saat ini,” ungkap Sopliadi.

Mirisnya, kata Sopliadi kondisi ini terus berulang setelah rapat penentuan harga antara pemerintah daerah, PKS, dan petani sawit selesai menyepakati harga TBS.

“Untuk itu kami datang ke DPRD untuk menjembatani permasalahan ini, sebab saat ini kami sudah tidak punya pilihan lain, karena perusahaan selalu melanggar kesepakatan setiap kali telah disepakati. Ini yang buat kami tidak punya pilihan lain,” jelasnya.

Menanggapi permasalahan yang dilaporkan, Anggota DPRD Sulbar dari Fraksi Partai Golkar, M. Khalil Qibran, menyebut perlu mencermati data terlebih dahulu. Hal itu agar tidak ada kekeliruan antara perbandingan harga di lapangan dengan perjanjian yang disepakati bersama.

Ia menyebut, permasalahan yang disampaikan perwakilan petani kelapa sawit itu akan menjadi bagian dari fokus komisinya. Namun begitu ia mengatakan perlu melakukan pencermatan terlebih dahulu untuk mengambil keputusan yang tepat.

“ini akan saya lanjutkan pada pimpinan terlebih dahulu untuk mencermati persoalan yang dilaporkan para petani kelapa sawit ini,” kata Khalil Qibran.

Selanjutnya, Khalil Qibran menyatakan akan melakukan penjadwalan kembali terkait Rapat Dengar Pendapat bersama. Komisi II juga berencana memanggil pihak OPD dan Perusahaan yang tergabung dalam PKS, termasuk Apkasindo Perjuangan dalam RPD itu.

“Kami akan menjadwalkan pemanggilan ulang untuk rapat dengar pendapat, nantinya OPD terkait bersama perusahaan dan perwakilan petani sawit akan kami panggil,” tutup politikus yang akrab disapa bro Galih ini.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Medali Mamuju Run

    3.500 Pelari Siap Meriahkan “Mamuju Run 2025”, Hotel-Hotel Penuh Dipesan Peserta

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 185
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Event “Mamuju Run 2025” yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 9 November 2025, bakal menjadi salah satu ajang lari terbesar di Sulawesi Barat. Sedikitnya 3.500 pelari dari berbagai daerah dipastikan ikut ambil bagian. Menurut panitia pelaksana, Rafiulnur Arsa, antusiasme peserta sudah terlihat sejak awal pendaftaran. Dari website resmi, tercatat hampir 3.000 peserta telah […]

  • Antisipasi Banjir, BPBD Sulbar Dorong Kabupaten Segera Miliki Rencana Kontinjensi

    Antisipasi Banjir, BPBD Sulbar Dorong Kabupaten Segera Miliki Rencana Kontinjensi

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Beye
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MAMUJU , Mekora.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menekankan pentingnya Rencana Kontinjensi (Renkon) Bencana Banjir bagi kabupaten sebagai langkah strategis dalam menghadapi potensi luapan sungai, curah hujan tinggi, dan genangan di sejumlah wilayah rawan. Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa dokumen ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi […]

  • Pj Gubernur Sulbar bahtiar

    Pasca Dilantik, Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin Dijadwalkan Tiba di Sulbar Besok

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 188
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin dijadwalkan akan tiba di Mamuju, pasca pelantikan, Minggu, 19 Mei 2024 besok. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin didampingi istri Hj. Sofha Marwah Bahtiar, dijadwalkan akan mendarat di Bandara Tampa Padang Mamuju, pada pukul 12.30 WITA. “Insya Allah kalau tidak halangan besok beliau ke Sulbar,” […]

  • Demo Mahasiswa Unimaju berlanjut

    Tak Puas Jawaban Kampus, Mahasiswa Unimaju Ancam Terus Berunjuk Rasa

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 185
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Mahasiwa Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju), kembali melanjutakan aksi unjuk rasa untuk menolak kebijaka biaya studi banding yang dinilai mahal. Aksi itu dilakukan di Pelataran Kampus II Unimaju di Jl. Baharuddin Lopa, Mamuju, Rabu, (22/1/2025). Menurut Koordinator Aksi, Abdiel, kebijakan kampus yang semenah-menah dengan menerapkan studi banding keluar pulau memaksa mereka harus membayar […]

  • 4 Pemuda di Mamuju Rudapaksa Siswi SMP, Dua Pelaku Masih Buron

    4 Pemuda di Mamuju Rudapaksa Siswi SMP, Dua Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 180
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Dua pemuda berumur 25 tahun dan 18 tahun di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat diamankan Polisi setelah dilaporkan melakukan rudapaksa terhadap perempuan dibawah umur. Dari keterangan Polisi pelaku berjumlah 4 orang rudapaksa siswi yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam aksinya, para pelaku melakukan kekerasan seksual pada korban di Gudang bekas […]

  • DLHK Sulbar RTRW Mamasa

    DLHK Sulbar Evaluasi RTRW Kabupaten Mamasa 2025–2045

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 154
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan Evaluasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mamasa Tahun 2025–2045, Senin (2/2/2026), di Ruang Rapat DLHK Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Kabupaten Mamasa terkait penjadwalan evaluasi laporan KLHS RTRW Kabupaten […]

expand_less