Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUDAYA » Sosial » Achmad Nur, Membangun Asa Dari Balik Garis Hitam

Achmad Nur, Membangun Asa Dari Balik Garis Hitam

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Penjara atau Bui dalam sistem hukum Indonesia diberi nama lembaga pemasyarakatan (disingkat LP atau Lapas). Sedangkan orang yang sedang menjalani Pidana penjara disebut warga binaan.

Sejumlah cuplikan atau jalan cerita dalam film menggambarkan Penjara sebagai tempat yang menakutkan. Hal itu menguatkan stigma negatif dari lingkungan sosial dan menciptakan sisi lain dari para terpidana.

Sisi itu berhasil dilihat oleh Achmad Nur, Pemuda 24 tahun asal Mamuju, Sulawesi Barat ini menggagas kewirausahaan untuk 40 sampai 80 orang warga binaan di Lapas Kelas III Perempuan Mamuju.

Dalam kacamatanya, Achmad Nur melihat warga binaan perempuan lebih rentan dan cenderung susah mencari pekerjaan. Hal itu karena stigma buruk bagi Narapidana perempuan cukup kuat.

Selain itu, sulitnya mantan Narapidana bekerja juga tidak terlepas dari banyak kesempatan kerja yang melihat latar belakang dan penyertaan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

“Karena perempuan lebih rentan ketikan kembali ke Masyarakat. Saat mereka kembali kelingkungan sosial mereka butuh bekal. Tidak mudah bagi mantan Narapidana mendapatkan pekerjaan. Untuk itu kami berupaya memberikan keahlian atau kesiapan bagi mereka untuk berwiraswasta,” kata Achmad Nur, Kamis (14/09/2023).

Berbekal semangat itu, Achmad Nur bersama tiga rekannya mendirikan NGO (Non-Goverment Organization) Daftar Hitam Project. Dari wadah inilah Achmad Nur dan rekannya mulai berfokus pada melakukan pelatihan untuk Narapidana perempuan di dalam Lapas.

Awal berdirinya 2020 lalu, Daftar Hitam Project menjadi pertanyaan. Lembaga nirlaba dengan fakus pada nara pidana itu pertama di Indonesia. Itu masih asing di khalayak Tanah Air.

Kekhawatiran berbagai pihak terutama jika lembaga ini jadi sarang penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas, yang kebetulan jadi momok bagi sebagian Lapas.

“Kami yang pertama di Indonesia konsen dengan nara pidana, sehingga ini asing buat khalayak,” kata Achmad.

Selain mendapat keraguan dari berbagai pihak, program Achmad Nur bersama Daftar Hitam Project juga jadi pertanyaan dari orang-orang terdekat

Dengan berbagai stigma negatif pada warga binaan jadi tantangan khusus bagi Daftar Hitam Project.

Meski dapat mendapatkan berbagai keraguan, Achmad Nur tetap melanjutkan agendanya untuk memberikan pelatihan kewirausahaan bagi warga binaan di Lapas kelas III Mamuju.

“Banyak yang sampaikan pada saya, ngapain si ngurusin orang seperti itu?. Kalian tidak takut?. Setelah berinteraksi tidak seperti apa di film-film yang aku bayangkan, ternyata suasana Lapas itu bersahabat,” kata Achmad Nur

Project Daftar Hitam

Di Tahap awal, Daftar Hitam Project melakukan pendekatan psikologis warga di Lapas perempuan Mamuju dengan Festival Inklusi.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades Tanambuah DPO

    Menghilang, Kades Tanambuah Buron Kasus Korupsi Dana Desa Rp500 Juta

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 48
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Usai ditetapkan sebagai tersangka, Kepala Desa (Kades) Tanambuah, Muhammad Nasrullah, kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Hal itu setelah ia mangkir panggilan penyidik dalam kasus dugaan korupsi dana desa sebesar Rp 500 juta yang menjeratnya. Kasi Humas Polresta Mamuju, IPDA Herman Basir, mengatakan langkah tegas itu diambil setelah tersangka tidak kooperatif dan […]

  • Pansus Jasa Kontruksi melakukan rapat di DPRD Sulbar.

    Godok Ranperda, Pansus Jasa Kontruksi DPRD Sulbar Panggil OPD Pemprov Sulbar

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 30
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pansus Ranperda DPRD Sulbar, tentang jasa konstruksi menggelar rapat kerja. Rapat itu bertujuan untuk membahas masukan terkait penguatan pasal-pasal yang terkandung dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda). Di Ruang Komisi II DPRD Sulbar. Rabu, (13/6/2024). Rapat kerja itu di pimpin oleh Ketua Pansus, H. Taufik Agus, di dampingi Wakil Ketua Pansus, Firman Argo […]

  • Mahiswa palu tolak tambang pasir Sulbar

    Meluas, Penolakan Tambang Pasir Sulbar Bergema di Kota Palu

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat yang berada di Kota Palu, menggelar aksi solidaritas di Tugu Kilometer Nol, Jl Sultan Hasanuddin, Kota Palu Sulawesi Tengah. Pada Jumat, (16/5/2025) Sore. Koordinator Lapangan, Ahmad Mashud, menyampaikan aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan masyarakat Sarasa, Budong-Budong, Karossa, Kalukku Barat, Beru-Beru dan Majene, yang tengah berjuang melawan […]

  • Mamuju run

    Diramikan 3.500 Pelari, Mamuju Run 2025 Jadi Event Lari Terbesar di Sulawesi Barat

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 47
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pelaksaan “Mamuju Run 2025” sukses menarik perhatian besar publik, hal itu setelah event lari tersebut diikuti sedikitnya 3.500 pelari dari berbagai daerah yang dipusatkan di Jl. Ahmad Kirang Mamuju, Sulawesi Barat, pada Minggu, (9/11/2025). Mamuju Run 2025 sendiri diikuti pelari dari dua kategori masing-masing masing-masing 2.400 pelari kategori 5 kilometer (5K) dan […]

  • Demo GMNI Polman

    Lamban Tangani Persoalan Krusial, GMNI Polman Demo : Pemkab AFK!

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 29
    • 6Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Diniliai lelet dan terksesan tak serius menangani berbagai persoalan krusial pemerintahan, GMNI Cabang Polewali Mandar (Polman) unjuk rasa dengan mengusung tema “Polman AFK” di Kantor Bupati Polman, Kamis, 6 Maret 2025. Koordinator aksi, Bung Bolang, menjelaskan bahwa “Polman AFK” diambil dari istilah dalam game online, yang berarti Away From Keyboard atau tidak […]

  • Sekwan DPRD Sulbar

    Mulai Berkantor, Sekwan Baru DPRD Sulbar Kenalkan Kabag Baru

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 19
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sulbar, Muhammad Hamzih, mulai bekerja setelah dilantik awal pekan ini menggantikan Abdul wahab. Dihari pengenalannya sebagai Sekwan DPRD Sulbar, Muhammad Hamzih menggelar rapat perdana dengan seluruh jajaran sekretariat, Selasa (23/1/2024). Dalam kesempatan tersebut, Hamzih memperkenalkan dua staf kepala bagian yang baru, yakni Stepanus Buntu Madika selaku Kabag Umum […]

expand_less