Pj Bupati Hamzih Tanggapi Bidan Kena ‘Prank’ Hadiah Motor di Polman
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 13 Jan 2025
- comment 1 komentar
- print Cetak

Penjabat Bupati Polewali Mandar, Muhammad Hamzih tanggapi Bidan kena "prank" motor. (Foto : Mekora.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Penjabat Bupati Polewali Mandar (Polman), Muhammad Hamzih, yang baru saja dilantik menanggapi persoalan Bidan teladan yang kena ‘Prank’ hadiah motor. Menurutnya, persoalan itu harus segera dituntaskan setelah dirinya menjabat.
Hamzih mengatakan, masalah Bidan ramai diberitakan media massa kena ‘Prank’ hadiah motor itu hanyalah persoalan kecil. Untuk itu ia siap menyelesaikan masalah itu sebab telah mencoreng nama Pemkab Polman.
“Pemimpin itu harus memiliki integritas, jadi kalau Engkau menjadi pemimpin, pimpin dirimu dahulu baru orang lain. Kalau tentang motor yang viral itu, saya kira itu persoalan kecil yang bisa dituntaskan. Kita akan selesaikan dengan berbagai upaya yang tidak melanggar hukum,” kata Hamzih kepada Wartawan usai dilantik di Mamuju, Senin, (13/1/2025).
Sebelumnya, Bidan bernama Rusmaiti Amiruddin menjadi perbincangan hangat setelah motor hadiah yang diberikan ditarik kembali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar.
Serah terima hadiah motor itu dilaksanakan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di RSUD Wonomulyo pada 12 November 2024 lalu yang diserahkan langsung oleh Pj Bupati Polman saat itu, Muhammad Ilham Borahima.
Pemberian hadiah sepeda motor itu, setelah Rusmiati mendapatkan penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes) teladan dari Kementerian Kesehatan (Menkes) RI.
Rusmiati Amiruddin sendiri merupakan bidan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Taloba, Kecamatan Tubbi Taramanu, Polewali Mandar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar (Polman), dr. Mustaman, mengakui jika motor hadiah itu belum dibayar lunas ke dealer motor. Sehingga motor yang dimaksudkan untuk Bidan Rusmiati terpaksa dikembalikan.
“Semua berkas administrasi dan SPJ nya sudah selesai, jika uangnya sudah cair motor bisa langsung diambil di dealer,” ungkapnya.
Proritas setelah dilantik
Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin, mengatakan pelantikan Muhammad Hamzih sebagai Pj Bupati Polman diharapkan bisa mengatasi masalah klasik terkait pengelolaan sampah yang membeli.
“Saya titip khusus supaya tidak terjadi lagi penumpukan sampah, kan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) bisa dicari alternatif banyak lahan kosong. Karena ini menurut saya sudah tingkat darurat, tingkat mendesak sejak saya jadi Penjabat Gubernur,” kata Bahtiar.
Menanggapi itu, Muhammad Hamzih menyebut persoalan sampah yang hingga kini belum selesai perlu dilakukan komunikasi dengan menjunjung tinggi asas kemanusiaan dan menghormati adat dan budaya lokal.
“Saya pikir kalau kita mengedepankan cara-cara kemanusiaan, mengedepankan tentang adat dan budaya, insya Allah bisa selesai,” kata Hamzih.
Menurut dia, penyelesaian soal sampah harus dilakukan dengan pendekatan pada semua pihak. Termasuk tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah stakeholder lain.
“Kita ingin tuntaskan dengan cara kemanusiaan, termasuk mendekatkan dengan para ulama dengan para pendeta untuk mencari jalan bersama terutama terkait sampah ini,” ujarnya.
Sementara terkait utang Pemkab Polman yang tercatat mencapai Rp 9 miliar, Hamzih menyebut, diwaktu yang singkat itu dirinya siap menuntaskan permasalahan yang ada. Hal itu agar tidak menjadi beban di masa pemerintahan yang baru nantinya.
“Utang kita kan cukup banyak, jadi kami ingin upayakan agar tidak meninggal beban untuk Bupati Definitif nantinya. Saya bilang sama teman-teman kita puaslah. Meskipun singkat, namun saya optimis dengan melibatkan semua tokoh-tokoh, stakeholder,” jelas Hamzih.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
