Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Saksi Bongkar Peran Syarif Bawaslu Mateng dalam Legalisasi Ijazah Haris

Saksi Bongkar Peran Syarif Bawaslu Mateng dalam Legalisasi Ijazah Haris

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Proses sidang dugaan ijazah palsu dengan terdakwa Calon Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Haris Halim Sinreng, kembali mengungkap fakta mencengangkan di Pengadilan Negeri (PN) Mamuju pada Kamis (19/12/2024) sore.

Dalam sidang dugaan ijazah palsu Cabup Mateng tersebut, saksi dari pihak SMK Negeri 3 Makassar tempat ijazah Haris dilegalisir menyatakan bahwa dokumen tersebut diduga palsu.

Hal itu diungkapkan oleh pihak SMK Negeri 3 Makassar, bernama Indra saat memberi kesaksian di Ruang Pengadilan Negeri (PN) Mamuju, dalam lanjutan sidang dugaan ijazah palsu dengan terdakwa Haris Halim Sinreng. Pada Kamis, (19/12/2024) sore.

“Saya sempat menyatakan ijazah itu palsu, karena stempelnya tidak sesuai. Itu saya ungkapkan di hadapan KPU dan Bawaslu yang datang melakukan verifikasi,” kata Indra, pihak SMK Negeri 3 Makassar dalam memberikan kesaksian di PN Mamuju.

Menurut Indra, hal lain yang juga meyakinkannya jika itu palsu yakni setelah ia mengecek ulang buku arsip sekolah. Dimana nomor ijazah 06 MK 226039955 dengan nomor stambuk 5178 ternyata tercatat nama Muhammad Yunus, bukan Haris.

“Saya mengecek buku pengambilan ijazah pertama dan yang tercatat nama Muhammad Yunus,” ungkap Indra di hadapan Majelis Hakim.

Sementara saksi lain, yang bertugas melegalisir ijazah bernama Andriani mengungkapkan, pada 21 Agustus 2024 lalu seseorang datang dan menghampirinya di SMK Negeri 3 Makassar. Saat itu pria yang belakangan diketahui bernama Syarif ingin melegalisir ijazah.

“Ada laki-laki datang cari pak Zulkifli, katanya mau legalisir Ijazah. Saya tidak tau namanya, tapi setelah penyidik datang ternyata itu pak Syarif,” kata Andriani.

Andriani yang juga tenaga honorer di SMK Negeri 3 Makassar itu mengaku, setelah mendengar Syarif mencari orang bernama Zulkifli ia langsung melayaninya untuk melakukan legalisir ijazah.

“Karena saya bagian untuk melegalisir ijazah saya langsung layani dan ditunggu hari itu juga,” kata Andriani.

Mendalami pernyataan saksi itu Andriani itu, Majelis Hakim Nona Vivi Sri Dewi menanyakan ulang apakah Syarif yang dimaksud adalah Muhammad Syarif Muhayyang yang juga menjadi saksi dalam kasus itu.

“Apakah yang dimaksud saksi Syarif yang menjadi saksi kita dalam sidang ini yang dari Bawaslu?,” tanya Nona Veli.

Pertanyaan itu dijawab oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didit Agung Nugroho yang membantu saksi.

“Benar yang mulia,” jawab Didit.

Sementara itu, saksi lain yang juga memberi keterangan via zoom, bernama Muhammad Yunus, ia merupakan pemilik nomor ijazah yang sama dengan terdakwa Haris dengan stambuk 5178.

Dalam keterangannya, Muhammad Yunus mengaku mulai bersekolah sejak 1995 dan tamat pada 1998 di sekolah yang dulunya bernama SMK Negeri 3 Ujung Pandang itu. Dengan jurusan industri otomotif.

“Saya masuk 1995 selesai 1998 di SMK Negeri 3 Ujung pandang dan saya dulu kelas B,” ungkap Muhammad Yunus kepada Majelis Hakim.

Yunus mengaku baru mengetahui jika ijazahnya itu digunakan oleh orang lain ketika didatangi oleh penyidik.

“Saya baru tau kalau ada yang pakai setelah datang penyidik,” lanjut Yunus.

Ia mengaku atas kejadian itu sangat merugikan dirinya, terutama saat dirinya harus berurusan dengan pihak penegak hukum karena kasus dugaan ijazah palsu.

“Saya sangat dirugikan, Pertama waktu mau lanjut S1 saat ditelepon sama penyidik itu menyita waktu dan energi,” ungkapnya dalam persidangan.

Saat berita ini ditulis, pemeriksaan saksi masih berjalan dengan ketua Majelis Hakim Muhajir yang didampingi dua Anggota Majelis Hakim Mawardi Rivai dan Nona Vivi Sri Dewi.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mayat di Topore Mamuju

    Terkuak, Pelajar di Topore Mamuju Dibunuh Teman, Dendam Sering Diejek

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 226
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Penemuan mayat seorang pelajar FH (18) di pinggir jalan di Desa Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, pada Kamis kemarin, membuat warga sekitar geger. Kejadian itu awalnya dikira korban kecelakaan. namun banyaknya darah di tubuh korban membuat warga curiga. Benar saja, setelah diperiksa di Puskesmas kondisi korban penuh dengan luka tusukan. Sebanyak 28 […]

  • Bimtek Karang Taruna Mamuju

    Karang Taruna Mamuju Sukses Bimtek Puluhan Pemuda, Diapresiasi Pemkab

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 204
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Karang Taruna kabupaten Mamuju menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan media sosial (Medsos), di Aula Hotel Srikandi, di Jl. Pattalundru No.10, Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa, (9/7/2024). Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ongki Prayudi, kegiatan itu diikuti puluhan peserta dari anggota Karang Taruna Mamuju di berbagai tingkatan. Untuk meningkatkan […]

  • Demo Kemenag Sulbar

    Dugaan Perilaku Amoral di Kemenag Sulbar, Mahasiswa Desak Pelaku Segera Diadili

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 160
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra, melakukan unjuk rasa di kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Barat (Sulbar), pada Kamis (07/03/2024). Dalam orasinya, massa mendesak kepala Kanwil Kemenag Sulbar dicopot dari jabatannya, hal itu buntut dari dugaan tindakan amoral yang dilakukan oleh oknum di Kanwil Kemenag Sulbar. “Tindakan dari […]

  • Rehap Kantor Gubernur Sulbar Ditarget Rampung Oktober

    Rehap Kantor Gubernur Sulbar Ditarget Rampung Oktober

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 245
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Idris menyebut, peresmian kantor Gubernur Sulbar yang semula dijadwal September terpaksa ditunda hingga Oktober 2023. Hal tersebut setelah Dia meninjau proses pembangunan rehab rekon pada Kamis, (24/08/2023). Ia mengatakan, rencana peresmian kantor yang ditarget September harus di undur pasalnya masih ada beberapa finishing yang […]

  • Abdul Halim serahkan bantuan kesenian di Polman

    Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim Serahkan Bantuan Untuk Komunitas Kesenian di Polman

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 184
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, menyerahkan bantuan alat kesenian untuk sejumlah komunitas di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), pada Kamis, (6/2/2025). Penyerahan alat kesenian itu kata Abdul Halim, diharapkan mampu mengembangkan seni budaya di Desa Ugi Baru yang saat ini masih lekat dengan masyarakat. “Bantuan […]

  • Aksi tolak tambang Sulbar

    Gagal Berdialog Dengan Gubernur Sulbar, Massa Aksi Tolak Tambang Kecewa dan Merasa Dikibuli

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 224
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Massa aksi tolak tambang Karossa dan Kalukku kecewa karena tidak sempat berdialog dengan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK). Pertemuan massa aksi dan SDK hanya berlangsung singkat di depan pagar pintu utama kantor Gubernur Sulbar tersebut. “Kami sudah penuhi undangan pertemuan. Tapi hasilnya mengecewakan, kami tidak diberi ruang (dialog) menyampaikan segala […]

expand_less