Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Kriminal » Karyawati Korban Dugaan Pencabulan 2 Petinggi Tambang di Mamuju, Lampirkan Barang Bukti ke Polda Sulbar

Karyawati Korban Dugaan Pencabulan 2 Petinggi Tambang di Mamuju, Lampirkan Barang Bukti ke Polda Sulbar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Karyawati perusahaan tambang di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), yang diduga jadi korban pencabulan dua orang atasnya, kembali dimintai keterangan oleh Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulbar, pada, Senin, (24/6/2024).

Kuasa hukum korban, Ahmad Udin mengatakan, kurang lebih 3 jam, kliennya dimintai keterangan oleh penyidik unit .PPA Polda Sulbar Hal itu untuk menambah keterangan korban setelah laporannya beberapa saat lalu.

“Setelah sempat menjadi sorotan di media, akhirnya klien saya kembali diperiksa penyidik PPA. Klien saya di BAP kali ini untuk dimintai keterangan tambahan terhadap laporannya beberapa waktu lalu,” ungkap Ahmad Udin.

Selain memberi keterangan, karyawati korban percobaan pencabulan dua atasannya itu juga melampirkan  alat bukti yakni baju dan handuk yang dikenakan korban F saat mengalami peristiwa itu.

“Kami juga membawa barang bukti yakni baju dan handuk, itu untuk menambah penyidikan berjalan baik,” jelas Ahmad Udin.

Selanjutnya, penasehat hukum korban juga mengatakan, dalam waktu dekat penyidik akan segera melakukan gelar perkara. Hal itu untuk menguji laporan terdakwa apakah dapat dilanjutkan atau tidak. Meki begitu, sebelum gelar perkara, terlebih dahulu penyidik akan memintai keterangan dua orang saksi lagi.

“Dalam waktu dekat ini penyidik akan menggelar perkara,  kalau hasil gelar perkara, kasus ini dapat dilanjutkan atau dihentikan,” beber Ahmad Udin.

Sebelumnya, korban F bekerja sebagai karyawati di perusahaan tambang di Mamuju mengadukan peristiwa dugaan percobaan pencabulan yang dilakukan oleh dua orang pimpinannya. Korban F mengaku, telah melaporkan peristiwa itu kepada Polda Sulbar namun belum ditindak lanjuti.

“Peristiwa ini sudah saya laporkan sejak 30 Mei lalu tetapi hingga sekarang belum ada tindak lanjut yang saya dapatkan dari Polda, kata Korban F, via telepon, Jumat (21/6/2024).

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • AIM-PAS Paslon nomor urut 1 di Pilkada Sulbar

    Akhiri Masa Kampanye, AIM Bilang Begini ke Pendukung

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Masa kampanye untuk Pilkada Sulawesi Barat (Sulbar) 2024, resmi berakhir pada 23 November 2024, tepat pukul 23.59 WITA. Setelahnya, akan memasuki masa tenang hingga  pencoblosan 27 November 2024 mendatang. Didetik-detik berakhirnya masa kampanye itu, Kandidat nomor urut 1 (Satu), Andi Ibrahim Masdar dan Asnuddin Sokong (AIM-PAS) menyampaikan pesan untuk para pendukung dan […]

  • RTRW Sulbar

    DPRD dan Pemprov Akan Revisi Perda RTRW Sulbar

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) dan Pemprov Sulbar berencana akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hal itu setelah dua lembaga tersebut sepakat untuk membentuk panitia khusus (Pansus). Kamis (14/03/2024). Dalam rapat Pansus yang dilaksanakan di ruang komisi II, DPRD Sulbar dan Pemprov Sulbar menyepakati akan melakukan studi banding […]

  • Ketua GMNI Mamuju

    GMNI Mamuju Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 264
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju mengecam keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Insiden tersebut diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal dan dinilai sebagai bentuk teror terhadap gerakan masyarakat sipil. Ketua GMNI Cabang Mamuju, Dicky Wahyudi, menilai serangan […]

  • WNA China di deportasi Imigrasi Mamuju

    Tak Dilengkapi Dokumen Resmi ke Sulbar, 3 WNA China Dideportasi Imigrasi Mamuju

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 242
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Mamuju, mendeportasi tiga warga negara asing (WNA) asal China setelah dinyatakan terbukti melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Deportasi dilakukan pada Rabu (30/4/2025) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Ketiga WNA China itu masing-masing berinisial ZZ, HZ, dan WZ, diamankan petugas saat tengah beraktivitas […]

  • Lahan warga Kabuloang dicaplok

    Pencaplokan Lahan Warga Kabuloang Temui Titik Terang, PTSP Sulbar Didesak Ciutkan WIUP PT. Polemaju

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus pencaplokan lahan warga seluas 79 hektar di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, oleh PT. Polemaju Mineral Mandiri memasuki babak baru. Pendamping Hukum Warga Kabuloang, Imanuddin, mengungkapkan upaya pembuktian lahan milik warga yang dicaplok masuk Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) perusahaan mulai menemui titik terang. Hal tersebut setelah warga […]

  • Tanam pisang di Pasangkayu

    Antusiasme Warga Pasangkayu Menanam Pisang Cavendish Bersama Pj Gubernur Sulbar

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Mekora.id – Warga Pasangkayu, Sulawesi Barat, semakin antusias dalam membudidayakan pisang Cavendish. Setiap pekan, banyak warga yang mulai menanam secara mandiri dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan. Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, di Kabupaten Pasangkayu, Kamis (13/2/2025). Sebagai bagian dari agendanya, Pj Bahtiar menghadiri penanaman […]

expand_less