Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Bendugan Budong-Budong, Manfaatmu Untuk Masyarakat Mamuju Tengah?

Bendugan Budong-Budong, Manfaatmu Untuk Masyarakat Mamuju Tengah?

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis : A. Mulyadi. Y

Anggota Perkumpulan Petani Mandiri (PETANAM) Nusantara

Sejak sosialisasi, pengukuran, dan pelepasan kawasan perkebunan kakao masyarakat di Desa Salule’bo di tahun 2016-2017 hingga pengerjaan badan bendungan serta pembangunan infrastruktur penunjang, seperti jalan dan jembatan di tahun 2024 ini, pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah “untuk keperluan apa Bendungan ini dibangun?” pertanyaan yang juga sebetulnya adalah representasi dari pertanyaan publik di Mamuju Tengah.

Jawaban dari pertanyaan diatas sudah pasti ada. Paling tidak ada tiga (dapat juga lebih) jawaban yang akan diberikan pada satu pertanyaan ini. Ketiga-tiganya pastilah diksi yang dibangun untuk memperkuat legitimasi atas pembangunan mega proyek yang bernilai lk Rp. 1,3 T ini.

 Jawaban PERTAMA adalah; bahwa kehadiran bendungan tersebut akan memberikan suplai dan ketersediaan air bersih kepada masyarakat Mamuju Tengah yang saat ini sedang melakukan pembangunan dan penataan hunian perkotaan di kawasan Benteng-Tobadak, dan sekitarnya.

 Jawaban KEDUA adalah; Bendungan Budong-Budong akan menjadi sumber pembangkit listrik yang akan digunakan sebagai penerangan/lampu, maupun industri masyarakat kota maupun Masyarakat Desa se Kabupaten Mamuju Tengah, bahkan untuk Masyarakat Provinsi Sulawesi Barat.

 Jawaban KETIGA adalah; ketersediaan air untuk mengairi persawahan yang akan dapat menunjang surplus beras di Kabupaten Mamuju tengah.

 Ketiga jawaban diatas, sejatinya adalah merupakan manfaat yang besar yang diharapkan dari kehadiran Bendungan tersebut. Jika jawaban-jawaban di atas menjadi kesepakatan kita, maka menurut saya ini terlalu berlebihan atau bahkan salah kaprah. Pertama, Jika hanya masalah penyediaan air bersih saja harus menghadirkan sebuah proyek raksasa yang kemudian menggusur kehidupan ratusan KK petani yang selama ini telah memberikan kontribusinya terhadap roda perekonomian di daerah, bagi saya ini tidak saja merupakan kemubaziran, tapi juga adalah kerugian.

Bagaimana tidak, masyarakat yang sudah memiliki lapangan kerja dan sudah mampu berkontribusi dalam perputaran ekonomi di daerah, kemudian menjadi pengangguran akibat lapangan kerja mereka terpaksa hilang tersebab hadirnya menga proyek dengan iming-iming “ganti untung” itu. Padahal untuk menyediakan air bersih, di Mamuju Tengah masih terdapat sumber mata air yang dapat dimanfaatkan dan dikelola tanpa harus mengorbankan begitu banyak lahan yang sudah berproduksi. Ketersedian sumber air tersebut lebih dari cukup jika hanya untuk kebutuhan masyarakat dan industri yang ada di daerah.

 Kedua, sejak terbentuknya Kabupaten Mamuju Tengah melalui undang-undang nomor 4 tahun 2013, hingga saat ini masalah listrik masih teratasi dengan memanfaatkan PLTA Bakaru. Jika kapasitas hendak ditambah dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Kabupaten Mamuju tengah, sesuai kebutuhan, maka “air terjun di km. 18 atau yang oleh Masyarakat Topembuni diberi nama kawasan Bambaru lemo” menurutku lebih dari cukup, tentu dengan syarat, kawasan tersebut harus terjaga dari kerusakan yang akan mengurangi debit airnya. Pemanfaatan dan penanganan terpadu kepada alam di kawasan Bambaru lemo tidak hanya akan menyuplai listrik tapi juga memiliki potensi besar untuk industri lainnya, semisal industri pariwisata.

 Ketiga; Kontur wilayah Desa Salule’bo tempat bendungan raksasa ini dibagun dikelilingi oleh pegunungan dan perbukitan. Letaknya yang di lembah bawah bukit, rasanya sedikit tak masuk akal untuk dapat mengalirkannya ke areal persawahan di seberang gunung yang menjulang cukup tinggi membatasinya.

 Kita mungkin dapat membangun areal persawahan di Wilayah Kecamatan Karossa yang terletak lk di barat daya pembangunan Bendungan Budong-Budong ini, tetapi dengan cara apa kita menyebrangkan aliran air melintasi Bukit Bambaru Lemo, gunung Rea, dan beberapa barisan gunung dan bukit lainnya yang melintang membatasi sumber air dengan persawahan yang akan kita bagun di arah barat daya itu?

 Kita mungkin telah memiliki areal persawahan di wilayah Tobadak yang letaknya di selatan Bendungan, bahkan juga akan mungkin membuka areal persawahan di sisi timur bendungan (jika lokasinya ada?), tapi bagaimana caranya kita melintangkan pipa untuk mengalirkan air ke sawah-sawah wilayah Kecamatan tobadak  yang dibatasi oleh  sungai Budong-Budong dengan arus yang mengalir deras sepanjang tahun?

 Sungguh, semua pertanyaan di atas harus dapat diterangkan dengan seterang-terangnya kepada publik Mamuju Tengah agar mereka dapat mafhum dan ridho menerima kehadiran Mega Proyek tersebut. Kita terangkan kepada rakyat mengenai faedah-faedah dan kebaikan-kebaikan dari kehadiran bendungan itu. Kita harus menerangkannya dengan sebaik-baiknya jika tak mengharapkan adanya salah paham, terutama ke kalangan rakyat, pihak yang menjadi alasan kenapa program pembangunan harus terus berlangsung.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vonis Gepal Mamuju

    Gepal Alias Hasbullah Divonis 15 Tahun Penjara, Dijerat UU Perlindungan Anak

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 185
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Gepal alias Hasbullah Pelaku pembunuhan perempuan 16 tahun di Jl. Arteri Mamuju, di Vonis kurungan 15 tahun penjara. Putusan itu, dibacakan langsung oleh ketua Majelis Hukum Mujahir Mawardi di Pengadilan Negeri Mamuju, Kamis (18/01/2024). Dalam putusan itu Gepal divonis melanggar 3 pasal pidana Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Yakni […]

  • Gunernur Sulbar terpilih

    Suhardi Duka dan Salim Mengga Resmi Ditetapkan Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar Terpilih

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 211
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi menetapkan pasangan Suhardi Duka dan Salim S Mengga sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil Pilkada 2024, Kamis,(9/1/2025). Suhardi Duka dan Salim S Mengga ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih melalui surat keputusan KPU Sulbar Nomor 12 Tahun 2025 tentang penetapan paslon […]

  • Bupati Mamuju tinggalkan kantor

    Dialog Buntu, Bupati Mamuju Tinggalkan Honorer yang Berunjuk Rasa Lewat Pintu Belakang

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dialog antara Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi dengan ratusan tenaga honorer dari Guru dan Tenaga Kesehatan di Kantor Bupati Mamuju yang sempat berlangsung singkat Selasa, (16/9/2025) berakhir buntu. Akibatnya, Bupati Mamuju kedapatan meninggalkan kantornya melalui pintu belakang dan meninggalkan ratusan tenaga honorer di Aula Kantor Bupati yang sedang berunjuk rasa. Dari pantauan mekora.id, […]

  • Kecelakaan Arteri Mamuju

    Tragis! Kabid Riset Bapperida Sulbar Tewas Usai Tabrak Pembatas Jembatan di Arteri Mamuju

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Veteran Arteri, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, tepat di depan Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso, Senin (27/10/2025). Peristiwa itu menewaskan Musra Awaluddin, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Sulawesi Barat (Sulbar). Eks Kepala Bidang Persidangan di DPRD Sulbar itu dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah kejadian. Jenazah […]

  • Bawaslu Sulbar

    Jelang Pencoblosan, Bawaslu Sulbar Ungkap 655 TPS Rawan Kecurangan

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 130
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Badan Pengawas Bawaslu (Bawaslu) Sulawesi Barat (Sulbar) mengumumkan 655 Tempat Pemungutan Suara (TPS) kategori rawan mengalami kecurangan pada Pemilu 2024. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian (Kabag) Pengawasan dan Humas Bawaslu Sulbar, Muh. Darwis, saat melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif bersama sejumlah media massa di Mamuju, Minggu (11/02/2024). Jumlah tersebut tersebar pada seluruh kabupaten […]

  • Jasad Bayi di Tapalang

    Jasad Bayi di Pinggir Sungai Gegerkan Warga Tapalang

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 209
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sesosok jasad bayi gegerkan warga di Kelurahan Dayanginna, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), pada Sabtu (22/2/2025) sore. Jasad bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan pertama kali oleh tiga orang anak Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Kasambang di Muara Sungai Anusu, Tapalang, sekitar pukul 16.00 WITA. Ketiga anak tersebut, yakni Adnan (12), […]

expand_less