Nilam Dari Mamuju Tembus Pasar Ekspor Singapura
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 17 Des 2023
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sampel 100 gram Nilam Mamuju di Karantina Pertanian Sulbar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Nilam asal Mamuju menembus pasar ekspor Singapura, hal itu diperkuat setelah Balai Karantina Pertanian Sulawesi Barat, menerbitkan Phytosanitary Certificate untuk sampel daun nilam, Jumat, (15/12/2023).
Analis Perkarantinaan Tumbuhan Karantina Sulbar, Instiarni mengemukakan, 100 gram milik salah satu pengguna jasa yang diteliti itu dalam kondisi telah dikeringkan saat akan di ekspor ke Singapura, sehingga meminimalisir adanya pembusukan pada daun.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, daun nilam tersebut dinyatakan terbebas dari serangan OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) selanjutnya kita terbitkan Phytosanitary Certificate,” kata Instiarni, Minggu (17/12/2023).
Kepala Karantina Sulbar, Agus Karyono menyebut, bahwa budidaya tanaman nilam tersebar di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Mamuju, terutama dari Kecamatan Tapalang, Bonehau, Kalumpang, Kalukku, dan sebagian dari Kabupaten Mamasa.
“Kita berharap agar pengiriman sampel daun nilam ini dapat digemari oleh eksportir sehingga kedepannya daun nilam dapat menambah ragam komoditas ekspor asal Sulbar,” harap Agus.
Budidaya tanaman nilam sudah dilakukan beberapa tahun di Sulawesi Barat, setelah ditanam kisaran umur panen, daun kemudian dicincang dan dikeringkan.
Setelah itu, daun diproses melalui penyulingan untuk mendapatkan minyak nilam. tanaman dengan ukuran sedang ini memiliki aroma yang wangi yang khas banyak digunakan sebagai utama pembuatan parfum merek ternama dan dimanfaatkan sebagai aroma terapi serta obat-obatan.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
