Korsleting di Pos Satpam Diduga Penyebab Kebakaran di Hidayatullah Mamuju
- account_circle mekora.id
- calendar_month 26 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pos Satpam Diduga Asak Kobaran Api di Ponpes Hidayatullah Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Kebakaran melanda kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah di Jalan Abdul Syakur, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (19/4/2026).
Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya enam ruangan, lima di antaranya merupakan ruang belajar mengajar.
Kapolresta Mamuju, Ferdian Indra Fahmi, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di pos satpam.
“Dari penyelidikan sementara, api berasal dari pos satpam yang saat itu dalam kondisi kosong karena libur. Dugaan kuat akibat korsleting instalasi listrik,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian.
Api Padam Setelah Satu Jam
Petugas pemadam kebakaran yang dibantu unit water cannon Polresta Mamuju berhasil menjinakkan api setelah sekitar satu jam.
Setelah kejadian, lokasi kebakaran langsung dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan dan mencegah warga masuk tanpa izin.
Aktivitas Sekolah Dihentikan Sementara
Sementara itu, Ketua Yayasan Hidayatullah, Gunawan, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WITA, saat pihak sekolah dan siswa tengah berada di luar lokasi untuk kegiatan kerja bakti.
“Kami tidak mengetahui awal kejadian, karena saat itu kami baru saja pulang kerja bakti di Salutalawar. Tiba-tiba mendapat kabar ada kebakaran di depan sekolah,” ujarnya.
Ia menyebut, enam ruangan yang terbakar termasuk lima ruang kelas tingkat TK dan SD. Akibat kejadian ini, kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.
Tercatat, sebanyak 110 siswa TK dan lebih dari 300 siswa SD terdampak dan diliburkan sambil menunggu keputusan lanjutan dari pihak sekolah.
“Kami akan rapatkan dulu dengan guru dan pengurus. Kemungkinan beberapa hari ke depan kegiatan belajar diliburkan,” katanya.
Kerugian Ratusan Juta Rupiah
Selain bangunan, sejumlah fasilitas pendidikan seperti buku dan Al-Qur’an juga ikut terbakar. Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar