Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Nasional » Polemik Impor 105 Ribu Mobil India untuk Kopdes Merah Putih, DPR hingga Ekonom Angkat Suara

Polemik Impor 105 Ribu Mobil India untuk Kopdes Merah Putih, DPR hingga Ekonom Angkat Suara

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Rencana impor 105 ribu mobil pikap asal India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Program yang dikaitkan dengan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara itu dinilai menyisakan banyak tanda tanya, mulai dari aspek pembiayaan, kesiapan industri nasional, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan.

BUMN tersebut tercatat mengontrak pengadaan 105.000 kendaraan niaga dengan nilai sekitar Rp24,66 triliun. Kontrak melibatkan dua produsen otomotif asal India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pickup akan dipasok Mahindra. Sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, masing-masing 35.000 unit Yodha Pickup dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

Unit Sudah Masuk Bertahap

Sejumlah unit kendaraan jenis CBU (completely built up) dilaporkan telah tiba di Indonesia secara bertahap. Hingga akhir bulan ini, ditargetkan 1.000 unit sudah masuk. Untuk sementara, kendaraan tersebut disimpan di Kodim sambil menunggu kesiapan koperasi penerima.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa keputusan impor diambil setelah negosiasi dengan produsen otomotif dalam negeri tidak mencapai titik temu, terutama dalam hal harga dan kapasitas produksi.

Menurutnya, Agrinas telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pabrikan besar seperti Astra International, Isuzu, Mitsubishi Motors, hingga Hino Motors. Namun, kemampuan pasokan dinilai belum mencukupi kebutuhan dalam waktu singkat.

Isuzu disebut hanya mampu memasok sekitar 900 unit, Toyota melalui model Hilux sekitar 800 unit pada periode April–Mei 2026, sementara Mitsubishi L300 sekitar 750 unit per bulan. Hino awalnya menawarkan 120 unit per bulan sebelum ditingkatkan menjadi total 10 ribu unit setelah lobi dengan prinsipal di Jepang.

Joao menyatakan bahwa persoalan utama adalah skema pembelian dalam jumlah besar yang tidak diimbangi penawaran harga borongan dari produsen dalam negeri. Ia menegaskan proses pengadaan dilakukan secara terbuka dan dilengkapi berita acara pertemuan.

DPR Minta Ditunda

Meski demikian, langkah tersebut mendapat sorotan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sufmi Dasco Ahmad. Ia meminta agar rencana impor ditunda dan menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto yang masih berada di luar negeri.

Dasco menilai pembahasan rinci diperlukan, terutama terkait sumber anggaran, skema pembiayaan, serta layanan purna jual kendaraan agar tidak menimbulkan beban fiskal jangka panjang.

“Tentunya Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu” ujar Dasco,

Menperin: Industri Nasional Mampu

Penolakan serupa datang dari Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyebut kapasitas produksi pikap nasional mencapai sekitar 1 juta unit per tahun. Dengan kebutuhan Kopdes yang hanya sekitar 10–15 persen dari kapasitas tersebut, impor dinilai bukan satu-satunya opsi.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penangkapan Narkoba di Sulbar

    Polisi Ringkus 10 Orang Pengguna Sabu di Polman

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 62
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Polda Sulawesi Barat berhasil mengamankan 10 orang terduga pengguna narkoba jenis sabu-sabu. Para pelaku masing-masing berhasil diringkus di tempat berbeda dalam kurun waktu 16-19 Januari 2024. Dir Narkoba Polda Sulbar, Kombes Pol Christian Rony Putra mengungkapkan, para pelaku tersebut berhasil diamankan setelah salah satu terduga pelaku MM (28) ditangkap di BTN Villa Tamara […]

  • Gubernur Sulbar

    Fiskal Terbatas, Gubernur Sulbar : Daerah Harus Proaktif Jemput Anggaran Pusat

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, memimpin rapat koordinasi bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar di Ruang Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (12/11/2025). Rapat digelar untuk memperkuat strategi daerah dalam memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan. Rapat tersebut dihadiri Sekretaris […]

  • Perkelahian di SPBU Belang-Belang

    Terungkap, Ini Penyebab Saling Serang dengan Sajam di SPBU Belang-Belang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 282
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Saling serang antar warga di SPBU Belang-Belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, viral di media sosial terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026 malam. Dalam rekaman sejumlah video yang beredar di media sosial, sejumlah orang tampak saling bersitegang mengepung seorang pria berbaju abu-abu dan nyaris serang dengan membawa parang panjang. Kejadian itu […]

  • Rekapitulasi KPU Sulbar

    Rekapitulasi 3 Kabupaten di Sulbar Selesai, Berikut Hasilnya

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – KPU Provinsi Sulawesi Barat telah mengesahkan pleno perhitungan suara untuk  untuk tiga kabupaten, yakni Mamasa, Majene dan Pasangkayu. Progres tersebut telah mencapai 50 persen dari total 6 Kabupaten di Sulbar. Sementara untuk Kabupaten Mamuju Tengah yang dibahas siang tadi, Senin (04/03/2024), terpending dengan sejumlah pertimbangan dari Bawaslu dan KPU Sulbar. Ketua KPU […]

  • Astra Agro Lestari dilaporankan Petani Sawit

    Petani Sawit Lapor Raksasa Astra Grup ke Kejati Sulbar, Diduga Rampas Lahan dan Mengemplan Pajak

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 230
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Perusahaan sawit raksasa dari  Astra Agro Lestari Tbk (AAL) Grup yang beroperasi Donggala, Sulawesi Tengah, dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) atas berbagai dugaan penyerobotan hutan lindung yang telah menyeberang ke Wilayah Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kamis, (5/6/2025) siang. Laporan itu dilayangkan oleh Asosiasi Petani Sawit Pasangkayu (APSP) melalui kuasa hukumnya, Hasri dari kantor […]

  • TPHP Sulbar

    Kadis TPHP Sulbar Tinjau IPTU Beroangin di Polman Untuk Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 107
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Hamdani Hamdi, melakukan kunjungan kerja ke UPTD Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak serta Inseminasi Buatan (BPHMT-IB) IPTU Beroangin, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (11/1/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan […]

expand_less