Jalan Sunyi Si Penguin Adélie di Antartika, Tinggalkan Koloni dan Berjalan Sendiri
- account_circle mekora.id
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penguin Adelei di Antartika ramai jadi meme di media sosial tahun 2026 ini.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mekora.id – Sebuah cuplikan film dokumenter Encounters at the End of the World (2007) karya Werner Herzog, yang mencerikan seeokor penguin di antartika kembali beredar dan menjadi perbincangan luas warganet pada 2026.
Dalam adegan tersebut, seekor penguin Adélie terlihat meninggalkan koloninya di Antartika. Ketika penguin lain bergerak bersama menuju laut demi bertahan hidup, penguin ini justru berhenti, berbalik arah, dan melangkah sendirian ke arah daratan.
Ia tidak menuju sumber makanan, tidak pula menuju koloni lain. Langkahnya lurus ke pedalaman, ke arah pegunungan yang dingin dan sunyi.
- Potongan gambar asli : Penguin Adelei di Antartika sebelum berpisah dengan koloninya. (Sumber : Werner Herzog)
- Potongan gambar asli : Penguin Adelei di Antartika meninggalkan koloninya. (Sumber : Werner Herzog)
- Potongan gambar asli : Penguin Adelei di setelah jauh meninggalkan koloninya Antartika. (Sumber : Werner Herzog)
Jika ia terus berjalan, kematian hampir pasti menantinya. Tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada pasangan, tidak ada keselamatan. Yang ada hanya es, batu, dan jarak yang semakin jauh dari kehidupan.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa perilaku ini jarang, tetapi pernah terjadi. Dalam dokumenter tersebut, Werner Herzog menyebutnya sebagai penguin yang “telah memutuskan sesuatu”—sebuah keputusan yang tak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh naluri maupun sains.
Hampir dua dekade kemudian, pada 2026, adegan ini hidup kembali dalam bentuk meme eksistensial. Ia menyebar bukan karena keanehannya semata, tetapi karena pantulan maknanya yang terasa dekat dengan manusia modern.
Penguin itu kini dibaca sebagai simbol: tentang keberanian yang sepi, tentang keinginan menolak keamanan, dan tentang pilihan untuk berjalan sendirian menjauh dari keramaian—bahkan ketika tahu bahwa jalan itu mungkin berujung kehampaan.
Bukan karena ia tersesat. Bukan karena ia tidak tahu ke mana harus pergi. Melainkan karena, pada satu titik, ada makhluk yang memilih untuk terus melangkah—meski dunia di depannya tak menjanjikan apa pun.
- Penulis: mekora.id





Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar