Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Lintas Daerah » Pembangunan Terminal Khusus di Maba Disorot GMNI, Dirjen PRL KKP Diminta Bertanggung Jawab

Pembangunan Terminal Khusus di Maba Disorot GMNI, Dirjen PRL KKP Diminta Bertanggung Jawab

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALUT, Mekora.id — Pembangunan Terminal Khusus (TUKS) di Desa Pekaulang, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Maluku Utara, yang menilai proyek milik PT Sambiki Tambang Sentosa (STS) itu menyisakan persoalan serius.

Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Alfonsius Gisisi, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan advokasi dan penelusuran terhadap proyek TUKS di Kecamatan Maba itu, menyusul informasi yang menyebut pembangunan TUKS sempat dipasangi garis larangan karena diduga bermasalah.

“Kami sudah mencari sumber informasi yang valid terkait isu pencabutan garis polisi pada proyek itu. Faktanya, polisi tidak pernah memasang garis tersebut,” ujar Alfonsius.

Menurutnya, garis larangan yang terpasang di lokasi proyek justru berasal dari UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Wilayah Ambon, bukan dari kepolisian.

“Yang memasang garis itu adalah pihak UPT KKP Ambon, dan mereka pula yang kemudian melepasnya dengan alasan proyek tersebut telah memenuhi syarat,” lanjut Alfon.

Atas kondisi itu, GMNI Maluku Utara menilai perhatian publik tidak boleh salah sasaran. Mereka menegaskan bahwa tindakan dan keputusan KKP, khususnya di lingkup Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) KKP, patut menjadi sorotan utama.

“Yang harus disorot adalah KKP, bukan institusi lain. Mereka yang memasang, mereka juga yang membuka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alfonsius meminta Dirjen PRL KKP bertanggung jawab atas setiap kebijakan dan keputusan yang diambil terkait proyek TUKS tersebut. Ia menilai pembangunan terminal khusus di wilayah pesisir Maba berpotensi membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat setempat.

“Dirjen PRL KKP harus bertanggung jawab. Jangan mengambil keputusan secara sepihak tanpa mempertimbangkan dampak serius bagi masyarakat pesisir,” katanya.

Menurut GMNI, proyek tersebut memiliki risiko mengancam ruang hidup nelayan dan ekosistem pesisir jika tidak diawasi secara ketat dan transparan.

“Pembangunan ini sangat berpotensi mengancam kehidupan masyarakat pesisir di sekitar lokasi. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” pungkas Alfonsius.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis Kominfo Sulbar Ridwan Djafar

    Kadis Kominfo Sulbar Kenang Almarhum Wagub, Nilai Pengabdian Jadi Pedoman Kerja

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, menyampaikan bahwa pasca berpulangnya Wakil Gubernur Sulawesi Barat Alm. Salim S. Mengga ke Rahmatullah pada Sabtu, 31 Januari 2026, roda pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat saat ini sepenuhnya berada di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK). Hal tersebut disampaikan Junda Maulana saat memimpin […]

  • PSU di Mamuju

    Beda Pemilu, Jumlah TPS Untuk Pilkada 2024 Dipastikan Berkurang

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – KPU telah menetapkan jadwal pencoblosan untuk Pilkada serentak tahun 2024, dilaksanakan pada 27 November 2024. Untuk itu, KPU Mamuju mengaku telah menjalankan tahapan Pilkada 2024. Komisioner KPU Mamuju, Ibnu Imat Totori mengatakan, saat ini tahapan itu masuk dalam pendaftaran  pemantau Pemilu, jajak pendapat, survei, dan hitung cepat yang dimulai sejak 22 Februari […]

  • Sampah di Pasar baru Mamuju

    4 Hari pasca Lebaran, Tumpukan Sampah di Pasar Baru Mamuju Timbulkan Bau Tak Sedap dan Ganggu Aktivitas Warga

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 196
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Empat hari pasca lebaran Idul Fitri 2024, tumpukan sampah di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mulai membuat aktivitas warga sekitar tidak nyaman. Bagaimana tidak, tumpukan sampah dengan jumlah lumayan fantastik itu menimbulkan bau tidak sedap. Warga mengaku, bau tidak sedap itu tercium hingga puluhan meter. “Bauh sekali dan sangat mengganggu,” kata […]

  • BBM Diselundupkan di Pasangkayu

    Polisi dan Karang Taruna Bongkar Dugaan Penyelundupan BBM Subsidi di Pasangkayu

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 205
    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Mekora.id – Aksi dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite berhasil dibongkar oleh pemuda Karang Taruna Kasano bekerja sama dengan pihak kepolisian. Peristiwa ini terjadi pada dini hari, Selasa (3/6/2025), di wilayah Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa sejumlah jerigen berisi BBM Pertalite ditemukan di dalam mobil truk […]

  • PHS-Enny janji tambah dana desa

    Janji PHS-Enny : Akan Kucurkan Dana Desa Tambahan 150 Juta per Desa

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Calon Gubernur nomor urut 4 (empat) Prof. Husain Syam dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Enny Anggraeni Anwar (PHS-Enny), janji kucurkan insentif tambahan untuk setiap desa jika terpilih nanti. PHS mengatakan, setiap desa akan diberi tambahan Rp 150 juta. Menurutnya, hal itu dilakukan agar pembangunan di Desa makin berkembang. “Saya akan […]

  • Reshuffle Kabinet Prabowo

    Prabowo Reshuffle Kabinet, Sri Mulyani hingga Budi Gunawan Dicopot

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 191
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Presiden Prabowo Subianto resmi merombak (Reshuffle) Kabinet Merah Putih untuk kedua kalinya. Dalam pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin sore (8/9/2025), Prabowo melantik empat menteri dan satu wakil menteri baru. Salah satu perubahan paling mencolok adalah pencopotan Sri Mulyani dari kursi Menteri Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk menggantikan posisi strategis tersebut. […]

expand_less