Puluhan Siswa di Majene Diduga Keracunan Menu MBG, Dinkes Sulbar Lakukan Investigasi
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim Dinkes Sulbar Investigasi Keracunan MBG di Majene
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menangani kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan pangan dari Menu Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sendana II, Kabupaten Majene.
Berdasarkan laporan sementara, dugaan keracunan terjadi pada Senin malam, 12 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 Wita. Insiden tersebut berdampak pada 50 warga yang tersebar di sejumlah desa, yakni Desa Tubo, Tubo Tengah, Tubo Selatan, Onang Utara, Tubo Poang, Bonde-bonde, dan Onang.
Hingga Selasa, 13 Januari 2026 pukul 16.00 Wita, tidak ditemukan korban meninggal dunia. Namun, puluhan warga mengalami gejala keracunan seperti sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, dan demam.
Dari total korban, sebanyak 40 orang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Rinciannya, 38 orang dirawat di Puskesmas Sendana II dan dua orang di Puskesmas Salutambung. Sementara itu, sembilan orang menjalani perawatan di rumah, dan satu orang telah dinyatakan sembuh.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan P2KB Sulbar bersama Dinas Kesehatan Majene dan tim Puskesmas melakukan penanganan medis, investigasi epidemiologi, serta pengambilan sampel makanan dan muntahan korban untuk pemeriksaan laboratorium.
Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan pihak penyedia MBG terkait pengelolaan makanan agar sesuai standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan pemerintah daerah berfokus pada penanganan korban dan pencegahan kejadian serupa.
“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Penanganan medis terus dilakukan, dan proses penyelidikan penyebab keracunan masih berjalan,” ujarnya.
Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan sumber keracunan masih menunggu hasil resmi. Pemerintah daerah meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas kesehatan.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar