Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » HAM » GMNI Minta Putusan MKD Jadi Pintu Ungkap Dalang Kerusuhan Agustus

GMNI Minta Putusan MKD Jadi Pintu Ungkap Dalang Kerusuhan Agustus

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Mekora.id — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menilai putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terhadap lima anggota DPR nonaktif yang dijatuhi sanksi etik, harus menjadi langkah awal untuk membuka secara terang benderang dalang di balik kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.

Ketua DPP GMNI, Muhammad Risyad Fahlefi, mengatakan penegakan hukum tidak boleh berhenti pada aspek etik semata. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana negara menegakkan keadilan dengan menelusuri siapa yang sebenarnya berada di balik peristiwa tersebut.

“Berbicara soal keadilan dan penegakan hukum, ada hal yang tidak kalah penting dari putusan MKD, yakni bagaimana dalang kerusuhan bisa terungkap dan ditindak sebagaimana mestinya,” ujar Risyad dalam keterangannya, Sabtu (8/11/2025).

Risyad menegaskan, penyelesaian kasus tersebut harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak hanya berhenti di ranah pelanggaran etik di parlemen.

“Sekali lagi, pemerintah harus mengungkap dalang kerusuhan Agustus. Tabir terbuka, semuanya terang. Apakah ini murni faktor asing atau ada campur tangan pihak yang berkepentingan,” katanya.

Mahasiswa S2 Ilmu Politik Universitas Indonesia itu juga menyoroti dampak sosial dari kerusuhan yang sempat meluas di sejumlah daerah. Ia menilai, peristiwa tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa yang kerap menjadi penyalur aspirasi rakyat.

Risyad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta mengawal proses penegakan hukum agar berjalan transparan dan berkeadilan.

“Kita harus tutup pintu bagi kelompok yang berkepentingan politik semata. Sehingga ke depan tidak ada lagi kerusuhan seperti Agustus lalu,” tegasnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • RTRW Sulbar

    RTRW Sulbar Dikebut : Hutan Lindung, Investasi, Hingga Kawasan Strategis Jadi Pembahasan Utama

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 250
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mempercepat finalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tengah tumpukan persoalan klasik. Kawasan Hutan yang sudah lama dihuni warga, fasilitas publik yang terlanjur berdiri, serta investasi yang kerap tersendat akibat ketidakpastian ruang jadi poin utama. Isu-isu krusial itu mengemuka dalam rapat koordinasi lintas sektor antara Pemprov […]

  • Pria di Mamuju loncat ke Sungai

    Diduga Mabuk, Pria Ngamuk di Jl. Tuna Mamuju Lari dan Lompat ke Sungai saat Polisi Datang

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aksi seorang pria bernama Darwin (35) menggegerkan warga di Jalan Tuna (Andi Dai), Kabupaten Mamuju, pada Senin (6/10/2025) dini hari. Dengan sebilah parang di tangan, Darwin dikabarkan mengamuk dan mengejar warga di sekitar lokasi. Warga yang panik langsung melapor ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel Polresta Mamuju tiba di tempat kejadian. […]

  • SPPG Karema Mamuju

    SPPG Karema Salurkan 3.144 Paket MBG untuk Siswa dan 3B Selama Ramadan 1447 H

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karema yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Mamuju, Sulawesi Barat, menyalurkan Makan Bergizi (MBG) kepada 3.144 penerima manfaat selama Ramadan 1447 Hijriah. Kepala SPPG Karema, Ainun, mengatakan selama bulan Ramadan pihaknya menyiapkan menu makanan kering yang telah disesuaikan dengan standar gizi seimbang. “Menu ini sudah memenuhi kebutuhan gizi […]

  • Ilustrasi Karyawati Tambang di Mamuju

    Karyawati Perusahaan Tambang di Mamuju Diputus Kontrak Usai Laporkan Dugaan Pencabulan Pimpinan ke Polisi

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Setelah melaporkan dugaan pencabulan dua pimpinannya ke Polisi, karyawati perusahaan tambang galian C di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mengaku langsung diputus kontrak. “Kontrak kerja saya diputuskan perusahaan setelah melaporkan perbuatan atasan saya di Polda Sulbar,“ ungkap F korban pencabulan via telepon, Sabtu (22/6/2024). Menurut korban, alasan pemutusan kerjanya di perusahaan tambang galian […]

  • Beras Bansos di Tumbu Mamuju Tengah Hilang

    Puluhan Karung Beras Bansos di Desa Tumbu Mateng Hilang Misterius Setiap Bulan

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 452
    • 0Komentar

    MATENG, Mekora.id – Beras bantuan sosial (Bansos) yang diperuntukkan bagi penerima program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tumbu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, diduga hilang dalam jumlah signifikan setiap bulannya. Menurut keterangan yang diperoleh, beras Bansos yang disimpan di Gudang Kantor Desa Tumbu dilaporkan berkurang antara […]

  • WNA Korea di Pasangkayu Sulbar

    WNA Korsel Ditangkap Gakkum di Sulbar, Terancam 10 Tahun Penjara atas Tambang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 213
    • 2Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel) di Sulawesi Barat (Sulbar) ditangkap oleh Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pria berinisal YKY (72) itu, dietapkan sebagai tersangka oleh Gakkum atas tudingan menjadi pemodal atas dugaan pertambangan pasir ilegal di Kabupaten Pasangkayu. Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani, menyatakan […]

expand_less