Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Mahasiswi UGM Kenalkan Budidaya Maggot untuk Atasi Masalah Sampah Organik di Mamuju Tengah

Mahasiswi UGM Kenalkan Budidaya Maggot untuk Atasi Masalah Sampah Organik di Mamuju Tengah

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MATENG, Mekora.idMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan metode budidaya maggot untuk atasi sampah rumah tangga pada masyarakat di Mamuju Tengah.

Sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayur, buah, hingga limbah dapur masih kerap dibuang tanpa pengolahan yang tepat. Padahal, penumpukan sampah ini bukan hanya menimbulkan bau tak sedap dan mengundang hama, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan serta menjadi sumber penyebaran penyakit.

Di Desa Palongaan, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, masalah ini cukup terasa. Masyarakat umumnya belum memiliki sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang memadai, sehingga sebagian besar limbah organik berakhir di tempat pembuangan atau dibakar.

Melihat kondisi tersebut, Andini Aprila Putri, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Departemen Kimia, hadir dengan inovasi yang memanfaatkan potensi alam untuk mengatasi persoalan sampah. Melalui program bertajuk “Solusi Cerdas Mengolah Sampah Organik Berbasis Maggot”, ia mengenalkan teknik budidaya larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pengurai sampah organik secara cepat, alami, dan ramah lingkungan.

“Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi berkelanjutan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Targetnya, warga bisa mengelola sampah rumah tangga secara mandiri, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasilnya,” jelas Aprila, Jumat (8/8/2025).

Maggot BSF dikenal mampu mengurai limbah organik dalam waktu singkat tanpa menimbulkan bau busuk. Selain itu, larva yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak kaya protein, sedangkan sisa penguraiannya menjadi pupuk organik berkualitas.

Langkah demi langkah budidaya

Budidaya maggot dimulai dari penetasan telur lalat BSF. Media penetas dibuat dari campuran dedak, gula, masako, yakult, dan air, yang difermentasi selama 3–5 hari hingga beraroma khas untuk menarik lalat BSF bertelur. Telur-telur tersebut diletakkan di daun atau potongan kardus di atas media fermentasi.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah! FKPM Belimbing Rayakan HUT ke-7, Dimeriahkan Kuda Lumping Ryo Manggolo Putro

    Meriah! FKPM Belimbing Rayakan HUT ke-7, Dimeriahkan Kuda Lumping Ryo Manggolo Putro

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle zul
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Mekora.id – Lapangan Bola BTN PKT, Kelurahan Belimbing, pada Sabtu malam (26/7/2025) dipadati warga. Dua perayaan besar berlangsung sekaligus, yakni HUT ke-7 Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Belimbing dan HUT ke-12 kelompok seni Kuda Lumping Ryo Manggolo Putro. Suasana semakin semarak dengan hadirnya Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang mewakili Wali Kota. Deretan […]

  • Sambutan Wagub Sulbar di HUT Bhayangkara

    Wagub Sulbar Apresiasi Kinerja Polri dalam Malam Puncak HUT Bhayangkara ke-79

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 46
    • 2Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, menghadiri panggung hiburan rakyat yang diselenggarakan Polda Sulbar dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-79, Sabtu malam, 5 Juli 2025, di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju. Dalam sambutannya, Salim menyampaikan apresiasi dan harapan kepada jajaran Polda Sulbar agar ke depan semakin profesional, tangguh, dan humanis […]

  • Mayat pelajar di Topore

    Penemuan Mayat Seorang Pelajar di Pinggir Jalan, Hebohkan Warga Topore Mamuju

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 84
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang pemuda ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan pintas Topore – Toabo Dusun Pamalaliang, Desa Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, membuat geger warga sekitar. Korban ditemukan bersimbah darah sekitar Pukul 18.30 WITA, pada, Kamis (9/5/2024) sore. Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur mengatakan, awalnya warga mengira jasad tersebut merupakan korban kecelakaan lalu […]

  • Rekomendasi PAN Mamuju

    Berubah, Rekomendasi PAN di Pilkada Mamuju Jadi 5 Nama Termasuk Bupati Petahana

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 73
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) untuk bakal calon kepala daerah di Pilkada Mamuju kembali beruba, hal itu menyusul terbitnya surat rekomendasi baru untuk 5 nama dari sebelumnya 3 nama Balon Bupati/Wakil Bupati Mamuju 2024. Nama Bupati Petahana, Sutinah Suhardi, yang sebelumnya tidak masuk kini terbit Nomor 1000/PILKADA/VI/2024 bersamaan dengan nama Sekretaris DPD […]

  • Jadwal PSU Mamuju

    KPU Mamuju Punya Syarat Untuk Pengguna Hak Pilih di PSU, DPK Ini Tidak Dilayani

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 69
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Temuan Bawaslu pada enam TPS di Mamuju yang direkomendasi melakukan PSU diantaranya, disebabkan oleh adanya pemilik KTP-EL yang tidak terdaftar dan bukan penduduk daerah tersebut melakukan pencoblosan. Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin mengatakan, temuan itu setidaknya terjadi pada tingkat pemilihan Presiden/Wakil Presiden (PPWP), DPR RI, dan DPD terkait pemilih yang ketahuan melakukan pencoblosan […]

  • Yudi Toda

    Reformasi 1998 : Jilid Perlawanan dan Tumbangnya Otoritarianisme

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Oleh : Yudi Toda Wakil Ketua Bidang Agitasi Media dan Propaganda DPC GMNI Mamuju Mei 1998 menjadi saksi perjuangan rakyat Indonesia dalam menapaki era Reformasi. Sepanjang bulan tersebut, gelombang perlawanan rakyat merebak ke seluruh penjuru negeri. Krisis ekonomi yang melumpuhkan, kerusuhan sosial, penjarahan massal, aksi demonstrasi mahasiswa, hingga tragedi kemanusiaan merupakan rangkaian peristiwa yang mengguncang […]

expand_less