Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Pemilu » Akademisi Unsulbar: Pemisahan Pemilu dan Pilkada Dorong Demokrasi Lebih Sehat

Akademisi Unsulbar: Pemisahan Pemilu dan Pilkada Dorong Demokrasi Lebih Sehat

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang menyatakan penyelenggaraan Pemilu nasional dan Pemilu daerah digelar terpisah mulai 2029, mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi di Sulawesi Barat.

Dosen Politik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muhammad, menilai pemisahan tersebut merupakan kabar baik bagi masa depan demokrasi Indonesia, khususnya dalam konteks efisiensi kerja penyelenggara pemilu di tingkat lapangan (adhoc).

“Sejak evaluasi Pemilu 2019 ketika ratusan petugas adhoc menjadi korban akibat kelelahan, sebenarnya sudah saatnya memikirkan format penyelenggaraan yang lebih manusiawi dan sederhana,” ujar Muhammad, Sabtu (28/6/2025).

Ia menilai, memisahkan Pemilu nasional (Presiden/Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI) dari Pemilu daerah (gubernur/bupati/wali kota dan DPRD) dapat mengurangi beban kerja yang selama ini sangat berat di lapangan.

“Dengan pemisahan itu, jumlah surat suara di TPS berkurang dari lima menjadi tiga. Ini berarti waktu dan tenaga yang dibutuhkan juga bisa ditekan, sehingga tidak lagi harus berjibaku lebih dari 24 jam nonstop menghitung suara,” jelasnya.

Fokus Pemilih dan Kesehatan Demokrasi

Lebih lanjut, Muhammad menilai bahwa keputusan ini berdampak pada peningkatan kualitas pilihan masyarakat. Jika sebelumnya masyarakat cenderung lebih fokus pada Pilpres yang ramai di media, kini mereka bisa lebih mencermati kandidat di tingkat lokal tanpa terdistraksi oleh isu nasional.

“Pemisahan ini bisa mendorong masyarakat untuk lebih fokus dalam memilih pemimpin lokal yang punya kapasitas, bukan semata karena popularitas,” tegasnya.

Ia juga menyebut jarak waktu minimal 2 hingga 2,5 tahun antara Pemilu nasional dan Pemilu lokal seperti yang diputuskan MK adalah ideal. Dengan jeda tersebut, masyarakat punya cukup waktu untuk mengkaji isu dan menilai secara lebih objektif.

“Dengan waktu jeda ini, isu-isu lokal bisa mendapat ruang sendiri. Ini akan memperkuat proses demokratisasi di daerah,” tambahnya.

Implikasi pada Masa Jabatan DPRD

Muhammad juga menyoroti implikasi konstitusional dari putusan MK ini, terutama terkait dengan masa jabatan DPRD yang sebelumnya dipilih bersamaan dengan Pilpres dan Pemilu legislatif tingkat pusat.

“Ke depan, harus ada kejelasan, apakah masa jabatan anggota DPRD akan diperpanjang atau tidak. Ini penting agar transisi berjalan mulus tanpa melanggar prinsip demokrasi dan konstitusi,” tutupnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahtiar Baharuddin

    Bahtiar Baharuddin : Teluk Mamuju Potensi Jadi Wisata Kelas Dunia

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Penulis : Pj. Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin  (Jumat, 19/7/2024) Ibu Kota Sulawesi Barat, Mamuju kembali meraih predikat kota dengan kualitas udara paling bersih di Indonesia. Berdasarkan indeks kualitas udara versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Mamuju memiliki skor 25 pada Kamis 18 Juli 2024 pada pukul 17.00 WIB. Mamuju (Sulawesi Barat) mendapat nilai 25, […]

  • Beasiswa Sulbar

    Pemprov Sulbar Tegaskan Program Beasiswa Tak Terganggu Program Lain

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 135
    • 2Komentar

    Mamuju, Mekora.id — Tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas urusan beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) membantah adanya pergeseran anggaran pada program beasiswa yang telah dianggarkan melalui APBD 2024. OPD tersebut adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar untuk siswa SD-SMA/sederajat dan guru non-PNS, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk ASN lingkup Pemprov […]

  • Sekprov Sulbar

    Sekprov Sulbar : Pembangunan Daerah Perlu Sumbangsi Semua Pihak

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 153
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sekretais Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Idris mengatakan konsultasi publik terhadap arah pembangunan daerah sangat perlu dilakukan. Langkah itu menurut Sekprov Sulbar, telah dilakukan Pemprov Sulbar sebelum maupun setelah kebijakan yang diambil. “Karena layanan publik itu tidak boleh lepas dari siapa pengguna layanan. Sehingga pengguna layanan mengetahui apa sebetulnya mereka […]

  • Dinas Pendidikan mamuju Studi ke bali

    Studi ke Bali, Disdikpora Mamuju Rencana Ikut Terapkan Metode Siswa Betah di Sekolah

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id– Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju melakukan kunjungan studi ke Provinsi Bali. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Mamuju kedepan. Dalam studi komparatif itu, DIsdikpora Mamuju berkesempatan mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali, pada, Rabu, ( 17/1/2024). Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan […]

  • Ruslan daftar PDIP Mamasa

    Ruslan D Pandayai Jadi Kader Pertama Daftar Calon Bupati di PDIP Mamasa

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 186
    • 1Komentar

    MAMASA, mekora.id – Kader PDIP Perjuangan, Ruslan D Pandayai, resmi mengembalikan formulir bakal calon kepala daerah (Cakada) ke tim penjaringan DPC PDIP Kabupaten Mamasa, pada, Jumat (10/5/2024). Setelah pengembalian formulir itu, Ruslan dihadapan awak media mengatakan, siap mengikuti kompetisi Pilkada Mamasa 2024. Anggota DPRD Sulawesi Barat itu juga mengaku, memiliki visi-misi untuk membawah perubahan Kabupaten […]

  • Evaluasi Kinerja Jadi Sorotan, Sekda Sulbar Minta OPD Bertanggung Jawab Penuh atas Capaian

    Evaluasi Kinerja Jadi Sorotan, Sekda Sulbar Minta OPD Bertanggung Jawab Penuh atas Capaian

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Beye
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) secara virtual, bertepatan dengan awal Ramadan. Pelaksanaan daring ini menjadi bentuk penyesuaian sekaligus penghormatan bagi aparatur yang menjalankan ibadah puasa pada Rabu (18/2/2026). Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, menegaskan Ramadan bukan alasan menurunnya produktivitas. Justru sebaliknya, momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang […]

expand_less