Jaga Muara Kalukku Dari Abrasi dan Tambang Pasir, Warga Tanam 1.500 Pohon Mongrove
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 16 Jun 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga Tanam Mangrove di Muara Kalukku, Minggu (15/6/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Kelompok masyarakat Beru-Beru bersama pencinta lingkungan menggelar aksi tanam pohon mangrove secara swadaya di Muara Sungai Kalukku, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, pada Minggu (15/6/2025). Sebanyak 1.500 pohon mangrove ditanam di sepanjang bibir muara sebagai upaya menjaga ekosistem dan menolak rencana penambangan pasir yang dinilai mengancam kehidupan mereka.
Juru bicara warga, Sulkarnaim, menyampaikan kegiatan ini lahir dari inisiatif warga dan kelompok pencinta alam Babalang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Gerakan ini merupakan swadaya masyarakat bersama pencinta alam dan warga Babalang. Kami bertekad menjaga Muara Kalukku dari ancaman abrasi dan eksploitasi tambang pasir,” ungkap Sulkarnaim.
Muara Kalukku, Akses Penting Warga Tambak dan Nelayan
Aksi ini juga menjadi bentuk penolakan terhadap rencana pengerukan muara sungai untuk tambang pasir, yang dinilai akan berdampak langsung terhadap mata pencaharian warga. Menurut mereka, muara Kalukku adalah akses utama menuju wilayah tangkap nelayan dan lokasi tambak milik warga.
“Mata pencaharian kami adalah bertambak dan melaut. Muara ini akses satu-satunya. Kalau dikeruk, aktivitas kami terganggu. Tambak dan perkampungan kami pun terancam karena sangat dekat dari bibir sungai,” kata Ali Usman, warga yang ikut dalam penanaman.
Jejak Sejarah Kampung Tua yang Tergerus Abrasi
Menurut tokoh masyarakat Beru-Beru, Muhammad Ali, lokasi penanaman pohon mangrove merupakan bekas Kampung Paratukang, perkampungan tua yang dulu menjadi pusat perdagangan Kalukku. Ia menyebutkan bahwa pada era 1960-an kawasan itu dikenal dengan Pasar Tambung, pusat aktivitas ekonomi yang kini telah hilang akibat abrasi dan pergeseran aliran sungai.
“Dulu ini kampung pertama orang Kalukku. Semua aktivitas ekonomi di tahun 60-an ada di sini. Tapi perlahan lenyap karena abrasi dan perpindahan aliran sungai,” ujarnya.
Tolak Kerusakan, Jaga Masa Depan
Aksi ini menegaskan penolakan warga terhadap eksploitasi alam yang merugikan masyarakat lokal. Dengan menanam mangrove, mereka berharap dapat memulihkan kawasan pesisir dan mencegah kerusakan lebih lanjut, sekaligus mempertahankan identitas sejarah kampung tua yang pernah menjadi denyut nadi perekonomian Kalukku.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
