Rakorda BKKBN Sulbar 2026, Stunting dan Pernikahan Dini Ditarget Turun Signifikan
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penandatanganan Pakta Integritas BKKBN Sulbar dan enam Pemkab se-Sulbar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Namun kondisi tersebut dinilai memiliki risiko jika tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang memadai. Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat investasi, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta meningkatkan keterampilan sumber daya manusia.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang membuka kegiatan itu mengatakan Pemprov Sulbar telah merancang sejumlah program kolaboratif untuk menekan angka stunting dan pernikahan usia dini.
“Kita sudah menemukan akar masalahnya. Saat ini Pemprov Sulbar sudah mulai menjalankan sejumlah program sehingga diharapkan hasilnya bisa terlihat pada tahun 2027–2028,” kata Suhardi Duka.
Ia optimistis Sulawesi Barat mampu mengatasi persoalan tersebut dalam waktu dekat. Bahkan, ia menargetkan perbaikan signifikan bisa tercapai paling lambat dua tahun ke depan.
Menurutnya, salah satu penyebab utama tingginya angka stunting di daerah adalah praktik pernikahan dini yang masih terjadi di masyarakat.
“Akar masalah kita memang ada di pernikahan dini. Banyak yang khawatir anaknya tidak menikah setelah usia 20 tahun, sehingga tidak selektif dalam memilih pasangan,” ujarnya.
Sambil berkelakar, gubernur bahkan menyebut kemungkinan membuat aturan denda bagi orang tua yang menikahkan anaknya di usia dini jika praktik tersebut masih terus terjadi.
“Kalau ini masih berlanjut, mungkin kita akan godok aturan baru. Siapa yang menikahkan anaknya di usia dini akan dikenakan denda,” ucapnya sambil tersenyum.
- Penulis: mekora.id





Saluran Whatsapp
Google News



Saat ini belum ada komentar