Polri Siapkan 155 Ribu Personel Amankan Arus Mudik 2024
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan pengamanan arus mudik lebaran 2024.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Untuk arus mudik dan arus balik lebaran 2024, Polri menyiapkan 5.784 pos dan 155.165 personel gabungan pengamanan yang tersebar diseluruh wilayah tanah air.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan setidaknya operasi ketupat 2024 akan berlangsung selama 13 hari sejak 4 sampai 16 April 2024.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa operasi ketupat 2024 merupakan operasi pelayanan program arus mudik dan balik yang akan dilaksanakan kurang lebih 13 hari mulai dari 4 April sampai dengan tanggal 16 April,” kata Sigit usai rapat koordinasi lintas sektoral di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, (25/03/2024).
Polri memperkirakan, arus mudik lebaran 2024 akan meningkat 56 persen dibanding tahun 2023. Dengan data tersebut, Sigit menegaskan, pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk memastikan arus mudik dan balik Idul Fitri 1445 Hijriah berjalan aman, nyaman dan lancar.
“Tentu untuk mudik kali ini, kita siapkan strategi terkait dengan rekayasa lalin yang akan dilaksanakan termasuk sebelumnya didahului dengan survei khususnya di jalur, mulai dari Banten sampai dengan Jawa Timur,” tutur Sigit.
Sementaran untuk arus libur lebaran, Polri juga telah menyiapkan skema lalu lintas, sehingga warga diharapkan dapat menjalankan aktivitas dengan lancar.
“Pos yang nanti disiapkan untuk memberikan pelayanan apakah itu yang ada di jalan tol, rest area, kemudian di arteri dan termasuk jalur yang kita persiapkan untuk berikan pengamanan di wilayah wisata, ini juga kita persiapkan,” tutur Sigit.
Disisi lain, Sigit menuturkan, dalam rapat koordinasi lintas sektoral ini, juga membahas soal pengendalian penyeberangan dan penundaan perjalanan mudik di pelabuhan.
Menurut Sigit, arus mudik yang melalui jalur penyeberangan laut biasanya mengalami kepadatan. Sebab itu, dalam rapat dibahas soal Delaying System dan Buffer Zone.
“Kita juga evaluasi Buffer Zone khususnya yang akan masuk wilayah penyeberangan ke Merak karena juga ini biasanya potensi terjadi kepadatan. Sehingga masyarakat mau tidak mau harus menunggu beberapa jam untuk masuk Merak. Tentunya Buffer Zone juga menjadi evaluasi kami. Baik mengarah Merak atau sebaliknya dan juga Ketapang-Gilimanuk dan sebaliknya,” papar Sigit.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News