Perempuan Asal Palembang Nekat Jadi Pramugari Palsu Demi Kelabui Orang Tuanya
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perempuan asal Palembang nekat nyamar jadi Pramugari Palsu dan diamankan di Bandara Soekarno-Hatta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Mekora.id — Seorang perempuan berinisial KN (23) nekat terbang dari Palembang menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan mengenakan seragam pramugari Batik Air. Aksi tersebut bukan untuk bekerja, melainkan demi mempertahankan kebohongan kepada orangtuanya bahwa ia telah menjadi pramugari.
Belakangan terungkap, KN sebelumnya sempat melamar sebagai pramugari di Batik Air, namun gagal lolos seleksi. Rasa malu membuatnya memilih berbohong dan berpura-pura telah diterima bekerja oleh maskapai tersebut.
Untuk meyakinkan kebohongan itu, KN membeli seragam pramugari, koper, serta sejumlah atribut pendukung melalui toko daring. Dengan atribut tersebut, ia masuk ke dalam pesawat seolah merupakan bagian dari kru kabin.
Kecurigaan muncul ketika awak pesawat melihat adanya kejanggalan pada seragam yang dikenakan KN, salah satunya motif rok yang berbeda dari standar resmi pramugari Batik Air.
“Awak kabin kami melihat adanya ketidaksesuaian pada seragam yang digunakan penumpang tersebut, sehingga laporan internal segera dilakukan,” ujar pihak Batik Air dalam keterangannya.
Meski penerbangan berjalan dengan aman dan tanpa gangguan, laporan tetap ditindaklanjuti setibanya pesawat di Bandara Soekarno-Hatta. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap KN.
“Saat dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya tidak bekerja sebagai pramugari Batik Air,” lanjut keterangan tersebut.
Pihak Batik Air juga menegaskan bahwa seluruh atribut yang dikenakan KN bukan merupakan inventaris resmi maskapai.
“Seragam dan atribut yang digunakan tidak terdaftar sebagai milik atau perlengkapan resmi Batik Air,” tegas manajemen maskapai.
Kasus ini akhirnya diselesaikan tanpa proses hukum. KN diminta menyerahkan seluruh atribut pramugari yang digunakan, serta membuat surat pernyataan dan permohonan maaf.
“Penyelesaian dilakukan secara persuasif dengan kewajiban menyerahkan atribut dan membuat pernyataan tertulis agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup pihak maskapai.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
