Kekeringan Landa Majene, Tanaman Petani Terancam Mati Disiram Pakai Jerigen Tapi Tidak Mempan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
- comment 2 komentar
- print Cetak

Petani di Seppong, Majene menyiram tanamannya memamkai jerigen.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAJENE, mekora.id – Sudah sebulan terakhir, warga di Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Majene, Sulawesi Barat, resa akibat terdampak kekeringan yang berkepanjangan.
Dampak kekeringan membuat tanaman warga terancam mati. Menggunakan alat seadanya, warga membuat sumur di pinggir sungai dengan jarak lumayan jauh mengangkut air dengan jerigen untuk menyiram tanaman mereka.
Jika tidak segera ada solusi, para petani mengaku akan merugi hingga tanaman mereka terancam mati dan gagal panen.
“Jika tidak ada solusi, berbagai komoditas seperti cengkeh, coklat dan tanaman hortikultura terancam mati dan masyarakat mengalami kerugian besar,” kata Irwan warga Desa Seppong, Minggu (10/09/2023).
Warga berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah untuk mengaliri air ke ladang, mereka membutuhkan mesin pompa air untuk mencegah kerugian.
“Kami warga Dusun Seppong meminta sebuah pompanisasi ke perkebunan sehingga dapat meringankan kan beban masyarakat. Jika tidak maka tanaman kami akan mati termasuk cengkeh yang sudah berumur 5 tahun,” ungkap Irwan.
Sejak Juli 2023 lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan sebagian wilayah di Indonesia telah terdampak badai El Nino yang berdampak pada curah hujan rendah hingga berdampak kekeringan.
Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) antisipasi El Nino pada Agustus 2023 lalu.
- Penulis: mekora.id




Saluran Whatsapp
Google News
