Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Nasional » JATAM : Pencabutan Izin di Sumatera Tebang Pilih, Bukti Negara Lindungi Korporasi

JATAM : Pencabutan Izin di Sumatera Tebang Pilih, Bukti Negara Lindungi Korporasi

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Mekora.id – Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengkritik langkah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang mencabut izin 28 perusahaan di Sumatera. JATAM menilai kebijakan tersebut tidak menyentuh akar persoalan kerusakan lingkungan dan bencana ekologis yang menelan ribuan korban jiwa.

Pada 20 Januari 2025, Satgas PKH mengumumkan pencabutan 22 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) hutan alam dan hutan tanaman seluas 1.010.592 hektare, serta enam perusahaan di sektor tambang, perkebunan, dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPH-HK). Perusahaan-perusahaan itu beroperasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—wilayah yang berulang kali dilanda banjir bandang dan longsor.

Namun, menurut JATAM, negara tidak pernah menjelaskan secara terbuka pelanggaran apa yang dilakukan masing-masing perusahaan, bagaimana metode investigasi dilakukan, sejauh mana kerusakan ekologis dan sosial yang terjadi, serta siapa aktor utama di balik kehancuran bentang alam tersebut.

Koordinator Nasional JATAM, Melky Nahar, menyatakan bahwa bencana di Sumatera merupakan katastrofe buatan yang lahir dari kebijakan negara yang dianggap ugal-ugalan menyerahkan ruang hidup warga kepada korporasi ekstraktif. Alih fungsi hutan untuk sawit, hutan tanaman industri, dan pertambangan disebut telah menghancurkan daerah tangkapan air, merusak daerah aliran sungai (DAS), serta melenyapkan kawasan penyangga ekosistem.

“Yang diumumkan negara hanya angka dan daftar perusahaan. Tanpa penjelasan rinci, itu tidak lebih dari manuver administratif,” kata Melky.

Meredam Kemarahan Publik
Menurut JATAM, pencabutan izin tersebut lebih menyerupai upaya meredam kemarahan publik yang belum surut pascabencana besar di Sumatera. Lebih dari 40 hari setelah banjir bandang menenggelamkan berbagai wilayah, kerusakan masih terlihat, sementara penegakan hukum terhadap pelaku dinilai tidak berjalan.

JATAM menilai negara kembali menggunakan pola lama dalam pengelolaan bencana: mengaburkan aktor kunci, meniadakan transparansi, dan menghindari pertanggungjawaban pidana maupun perdata. Dalam skema ini, bencana dipersempit menjadi peristiwa alam semata, terpisah dari kebijakan perizinan dan relasi kuasa yang melatarbelakanginya.

Jejak Korporasi dan Elite Politik
Juru Kampanye JATAM, Alfarhat Kasman, menyebut pihaknya menemukan keterkaitan kuat antara wilayah terdampak banjir dan longsor dengan konsesi perusahaan tambang, sawit, dan kehutanan yang beroperasi di kawasan hulu DAS dan wilayah strategis ekologi.

Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, wilayah hulu sungai dan bentang alam esensial bagi warga disebut dikuasai oleh korporasi besar. JATAM menelusuri struktur kepemilikan, direksi, hingga komisaris perusahaan-perusahaan tersebut dan menemukan keterhubungan dengan elite politik nasional dan pengurus negara, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam laporan terbarunya, JATAM menyebut nama Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri aktif, serta elite partai politik sebagai bagian dari jejaring afiliasi bisnis tambang, kehutanan, dan perkebunan di wilayah rawan bencana. Temuan tersebut, menurut JATAM, didasarkan pada penelusuran dokumen korporasi dan jaringan kepemilikan usaha.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulbar buka Musda Kagama Sulbar

    Gubernur Sulbar Usul Kuota 50 Mahasiswa ke UGM, Targetkan Anak Daerah Masuk Lewat Jalur Afirmasi

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 26
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) II Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sulawesi Barat yang digelar di Ballroom Maleo Hotel, Sabtu, 28 Juni 2025. Dalam forum para alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut, Suhardi menyampaikan niat kuat Pemprov Sulbar untuk menjalin kerja sama strategis […]

  • 12 Polisi dipecat di Sulbar

    Terlibat Narkoba Hingga Jadi Calo Casis, 12 Anggota Polisi di Sulbar Dipecat

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 51
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sebanyak 12 Personil Polisi di Sulawesi Barat dipecat akibat terlibat dalam sejumlah kasus dengan pelanggaran kode etik berat. Upacara 12 anggota polisi yang dipecat itu dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Irjen Pol Adang Ginanjar, di Mapolda Sulbar, Senin, (20/5/2024). Dari 12 personil polisi yang diberhentikan dengan tidak hormat, 5 diantaranya […]

  • Longsor Mateng

    Sempat Lumpuh 6 Jam, Jalan Trans Sulawesi di Mateng Kembali Normal

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 66
    • 2Komentar

    MAMUJU TENGAH, mekora.id – Jalan Trans Sulawesi di Antalili, Desa Kambunong, Kecamatan Karossa,Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang terputus sejak pagi tadi, perlahan mulai bisa dilintasi kendaraan. Hal tersebut setelah BPBD Kabupaten Mamuju Tengah menerjunkan setidaknya dua alat berat dari PU Mamuju Tengah untuk mengeruk material longsor, Jalan trans Sulawesi dari arah Palu Sulawesi Tengah menuju […]

  • Gubernur Sulbar

    Pemprov Sulbar Rampingkan OPD Hadapi 2026, Sejumlah Plt Ditunjuk

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 109
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mulai melakukan restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejak awal tahun 2026. Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, telah menunjuk sejumlah pelaksana tugas (Plt) kepala OPD sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan uji kesesuaian jabatan (job fit) untuk menentukan pejabat definitif. Restrukturisasi ini dilakukan sebagai bagian dari penataan organisasi guna memastikan […]

  • Penerbangan Mamuju-Surabaya

    Pemprov Sulbar Persiapkan Penerbangan Mamuju-Surabaya 2025 Mendatang

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 35
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tengah mempersiapkan rute penerbangan baru yang akan menghubungkan Mamuju dengan Surabaya mulai tahun 2025. Hal ini diungkapkan oleh Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulbar serta peluncuran KKPD Provinsi dan Kabupaten se-Sulbar di Hotel […]

  • Pj Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh

    Jelang Akhir Masa Jabatan, Pj Gubernur Sulbar Rombak 239 Pejabat Fungsional

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 26
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Menjelang berakhirnya masa jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh pada 12 Mei 2024. Sebanyak 239 pejabat fungsional dirombak. Pelantikan itu digelar di Kantor Gubernur Sulbar, pada, Rabu, (8/5/2024). Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pelantikan itu sebagai jalan meniti karir bagi pejabat fungsional di Pemprov Sulbar. Untuk itu dia berpesan agar para […]

expand_less