Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Imbas Petugas Mogok, Tumpukan Sampah dan Bau Tak Sedap Penuhi Ruas-Ruas Kota Mamuju

Imbas Petugas Mogok, Tumpukan Sampah dan Bau Tak Sedap Penuhi Ruas-Ruas Kota Mamuju

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Efek domino dari belum terbayarnya upah 200 petugas kebersihan di Mamuju akhirnya mulai berdampak. Sejak beberapa hari terakhir, tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah ruas jalan, pasar, hingga kawasan permukiman padat penduduk di dalam kota.

Pantauan Mekora.id, Rabu (18/2/2026), sampah yang tak terangkut selama berhari-hari itu mulai membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Kondisi tersebut terlihat hampir di seluruh jalur utama, area pasar, kafe, restoran, jalan arteri, hingga kompleks perumahan.

“Ini sudah mulai membusuk, belum diangkut selama beberapa hari terakhir,” ujar Usman, salah seorang warga Mamuju.

Sebelumnya, aksi mogok para petugas kebersihan di Kabupaten Mamuju mulai dilakukan sejak Senin, 16 Februari 2026 lalu. Mereka mendesak pembayaran upah Januari hingga Februari 2026 segera dibayarkan.

Aksi mogok para petugas kebersihan diketahui dimulai sejak Senin (16/2/2026). Sekitar 200 pekerja menuntut pembayaran upah Januari hingga Februari 2026 yang belum mereka terima.

Salah seorang petugas kebersihan yang ikut dalam aksi dan enggan disebutkan namanya mengungkapkan, selama ini mereka menerima upah sekitar Rp1,25 juta per bulan. Namun memasuki tahun 2026, hak tersebut belum dibayarkan tanpa kepastian waktu pencairan.

“Kami memilih mogok karena sudah dua bulan tidak digaji. Sekarang sudah pertengahan Februari, tapi gaji Januari saja belum ada kejelasan,” katanya.

Menurutnya, aksi mogok awalnya direncanakan berlangsung hingga Rabu (18/2/2026). Namun keberlanjutan aksi akan ditentukan setelah audiensi dengan pihak dinas terkait.

Rencana Audiensi ke DLHK
Para petugas berencana kembali mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mamuju untuk meminta kepastian langsung dari kepala dinas.

Mereka menegaskan mogok kerja akan terus berlanjut apabila belum ada kejelasan mengenai pembayaran gaji.

“Kami hanya ingin kepastian. Kalau nanti hasil audiensi tidak ada titik terang, aksi ini akan terus kami lanjutkan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak DLHK terkait keterlambatan pembayaran upah tersebut serta langkah penanganan penumpukan sampah di Kota Mamuju.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Wono

    Kebakaran Kios di Wonomulyo, Remaja 15 Tahun Tewas Terjebak Api

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 122
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Musibah kebakaran kembali terjadi di Polewali Mandar. Tiga kios di Jalan Padi Unggul 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hangus dilalap api pada Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 17.00 WITA. Peristiwa memilukan ini merenggut nyawa seorang remaja bernama Nurul Arafah (15), warga Desa Bakka-Bakka. Korban diduga terjebak di dalam […]

  • Pelaku pembacokan di Wonomulyo

    Pelaku Pembacokan di Wonomulyo Diduga ODGJ, Polisi Dalami Motifnya

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 178
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Aksi pembacokan mengerikan yang terjadi di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu siang (1/6/2025), menggemparkan warga sekitar. Dua orang menjadi korban, satu di antaranya tewas di tempat, sementara satu lainnya mengalami luka berat. Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, mengungkapkan peristiwa berdarah ini terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Pelaku, […]

  • Ilustrasi perselingkuhan Pegawai Disdikbud Sulbar

    Dugaan Hubungan Gelap Kepala Seksi dan Tenaga Honorer Disdikbud Sulbar Telah Lama Diintai

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 115
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sebelum digerebek bersama di rumah BTN di Kota Mamuju, dugaan perselingkuhan antara perempuan tenaga honorer NV (28) dan Lelaki berinisial S, Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulawesi Barat (Sulbar), telah lama diintai oleh suami dan keluarganya. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang kerabat, bernama Nasaruddin, saat mendatangi Polresta Mamuju, untuk […]

  • Anggota Komisi II DPRD Sulbar, M. Khalil Qibran

    Respon Petani Sawit, Komisi II DPRD Sulbar Bakal Panggil Perusahaan dan Pemda

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), M. Khalil Qibran, menerima aspirasi dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perjuangan dari tiga Kabupaten dalam rapat dengan pendapat di Ruang Komisi II, pada Selasa, (18/2/2025). Menurut Anggota Fraksi Partai Golkar ini, Aspirasi dari Apaksindo Perjuangan Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu itu melaporkan situasi […]

  • Nelayan ke Polairud Sulbar

    Nelayan Datangi Ditpolairud Polda Sulbar, Protes Penyitaan Dokumen Kapal dan Minta Dugaan Pungli Diusut

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 275
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Sejumlah nelayan di Kabupaten Mamuju, mendatangi Kantor Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda Sulawesi Barat (Sulbar) di Jalan Arteri, Selasa (13/1/2026). Kedatangan mereka untuk memprotes penyitaan dokumen kapal serta dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polairud. Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 08.30 Wita dan dilakukan secara […]

  • Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memenerikan pemaran tentang stunting.

    Ciptakan Generasi Emas, Wali Kota Bontang Optimis Zero Angka Stunting

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Mekora.id – Pemerintah Kota Bontang terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai intervensi, baik spesifik maupun sensitif. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa pihaknya optimis untuk menekan angka stunting jadi zero. Katanya, masa depan generasi emas dimulai dari perbaikan gizi ibu hamil dan balita. “Masyarakat juga harus berperan aktif serta peningkatan akses air bersih dan […]

expand_less