HMMI Sulselbar: Pilkada DPRD Khianati Semangat Reformasi
- account_circle mekora.id
- calendar_month 49 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Koordinator HMMI Sulselbar, Sudirman.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Penolakan Pilkada DPRD turut disampaikan Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (HMMI) Sulselbar. Mereka menegaskan bahwa Pilkada langsung merupakan amanat reformasi sekaligus simbol kedaulatan rakyat yang tidak boleh diganggu gugat oleh kepentingan politik elite.
“Pilkada lewat DPRD adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi. Demokrasi tidak boleh dipersempit hanya di ruang elite, sementara rakyat sebagai pemilik kedaulatan justru disingkirkan,” tegas Koordinator Daerah HMMI Sulselbar, Sudirman, dalam keterangannya, Jumat, (16/1/2026).
HMMI menilai dalih efisiensi anggaran dan stabilitas politik tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mencabut hak politik rakyat.
Menurut mereka, persoalan demokrasi seharusnya diselesaikan dengan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu, bukan dengan mengurangi partisipasi masyarakat.
“Jika Pilkada dikembalikan ke DPRD, yang terjadi bukan efisiensi, tetapi penguatan politik transaksional dan pelemahan kontrol rakyat terhadap pemimpinnya,” lanjutnya.
Oleh karena itu, HMMI Sulselbar mendesak pemerintah pusat dan DPR RI untuk menghentikan wacana Pilkada tak langsung serta tetap mempertahankan Pilkada langsung sebagai mekanisme demokrasi yang sah dan konstitusional.
“Demokrasi tidak boleh dikhianati, dan suara rakyat tidak boleh digantikan oleh kepentingan segelintir elite politik,” tutup pernyataan tersebut.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar